Skip to main content
Panduan Karier

JLPT Mempermudah Pencarian Kerja, Jika Didukung Keterampilan Profesional

Ringkasan artikel JLPT membantu kandidat Japanese speaker dalam pencarian peluang baru, karena kemampuan berbahasanya yang mendukung bisnis perusahaan Namun, sertifikat JLPT bukan satu-satunya kualif…

K

KyariGo

Terbit 6 min baca
KyariGo JLPT mempermudah pencarian kerja

Ringkasan artikel

  • JLPT membantu kandidat Japanese speaker dalam pencarian peluang baru, karena kemampuan berbahasanya yang mendukung bisnis perusahaan
  • Namun, sertifikat JLPT bukan satu-satunya kualifikasi yang menentukan kecocokan kandidat dengan pekerjaan
  • Kandidat juga perlu memiliki keterampilan profesional dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari

Apakah JLPT Mempermudah Pencarian Kerja?

Bagi pencari kerja yang memiliki kemampuan bahasa Jepang, JLPT (membuka tab baru)merupakan salah satu kualifikasi yang dapat membantu menunjukkan keterampilan berbahasa kepada perekrut. Sertifikat ini memiliki lima level, yaitu N1, N2, N3, N4, dan N5, dengan N1 sebagai level tertinggi dan N5 sebagai level dasar.

Dari sisi kandidat, seseorang JLPT memberikan pengakuan sekaligus nilai tambah dalam proses rekrutmen di sejumlah perusahaan, terutama perusahaan Jepang. Di sisi perusahaan, perekrut dan manajer akan memperoleh gambaran tentang kemampuan bahasa Jepang kandidat. Alhasil, mereka dapat mencocokkan kualifikasi yang dibutuhkan dengan level JLPT Anda.

Namun, pengaruh sertifikat tergantung pada kualifikasi dan tanggung jawab setiap posisi. Perusahaan yang membutuhkan Japanese speaker tidak hanya memerlukan kemampuan bahasa Jepang, tetapi juga pengetahuan serta keterampilan tentang bidang tertentu, seperti engineering, produksi, sales, atau human resources. Ya, JLPT mempermudah pencarian kerja, tetapi ini bukan jaminan memperoleh pekerjaan.

Misalnya, kandidat dengan JLPT N2 memenuhi persyaratan pada lowongan finance and accounting Japanese-speaking, tetapi ia tidak memiliki keterampilan teknis dalam pembuatan laporan keuangan, pengoperasian perangkat lunak akuntansi, dan pemahaman terhadap proses audit, maka ia kurang memenuhi syarat. Begitu juga dengan kandidat yang memiliki pengalaman dan keterampilan teknis relevan tetapi tidak memiliki sertifikat JLPT yang disyaratkan oleh perusahaan, maka ia belum tentu memperoleh undangan wawancara kerja.

Baca: Perusahaan Jepang di Indonesia: Cek Peluang Karier bagi Pencari Kerja (membuka tab baru)

Perbedaan Keterampilan Bahasa Jepang dan Kemampuan Menggunakannya dalam Pekerjaan

Memiliki keterampilan bahasa Jepang dan kemampuan menggunakannya untuk menyelesaikan pekerjaan merupakan dua hal yang saling berkaitan, tetapi tidak sepenuhnya sama.

Sekadar info, JLPT mengukur pengetahuan bahasa, membaca, dan menyimak. Tes JLPT tidak mengukur kemampuan berbicara dan menulis secara langsung. Di dunia profesional, kandidat dengan sertifikat JLPT perlu memahami lowongan kerja Japanese speaker, mengingat kebutuhan perusahaan berbeda-beda.

Untuk memahami perbedaan tersebut, berikut ini penjelasannya:

1. Keterampilan bahasa Jepang

Keterampilan bahasa Jepang mencakup pemahaman kosakata, tata bahasa, bacaan, dan percakapan. JLPT dapat menjadi salah satu bukti terstandar bahwa seseorang dapat memahami instruksi, membaca dokumen, dan mengikuti informasi berbahasa Jepang sesuai level kompetensinya.

2. Kemampuan bahasa Jepang dalam pekerjaan

Dalam lingkungan profesional, bahasa Jepang digunakan untuk menjalankan tugas sesuai konteks pekerjaan. Jadi, Japanese speaker harus bisa berkomunikasi secara relevan serta mengetahui pekerjaan yang dilakukan.

Bagi kandidat, sebaiknya Anda tidak hanya mempersiapkan sertifikat JLPT, juga berlatih menggunakan bahasa Jepang sesuai kebutuhan peran yang dilamar. Misalnya, kandidat sales executive Japanese speaker mampu menjelaskan produk atau layanan, menggali kebutuhan pelanggan, menulis laporan formal, mengikuti rapat, menindaklanjuti penawaran, bernegosiasi, atau memahami istilah teknis berdasarkan peran masing-masing.

Baca: Perbedaan JLPT dan JFT: Panduan Memilih Sertifikasi Bahasa Jepang yang Tepat (membuka tab baru)

Contoh 7 Keterampilan Teknis yang Dikombinasikan dengan Kemampuan Bahasa Jepang agar Mudah Mencari Kerja

Keterampilan berbahasa Jepang dapat digunakan sebagai kompetensi pendukung di berbagai bidang pekerjaan. Untuk meningkatkan relevansi dengan kebutuhan perusahaan, Anda perlu mengidentifikasi keterampilan teknis yang sesuai dengan minat, pengalaman, dan target karier.

1. Pengolahan data

Biasanya, kemampuan mengolah data dibutuhkan oleh posisi administrasi dan operasional untuk membutuhkan laporan penjualan, memvalidasi data, membuat tabel dan grafik, memprediksi tren, hingga menganalisis bisnis. Pekerjaan tersebut bukan monopoli fresh graduate lulusan statistik atau administrasi bisnis.

Bagi kandidat Japanese speaker yang memiliki pengalaman membuat laporan, memeriksa data, dan menyampaikan analisis juga dapat melamar pekerjaan sebagai business analyst atau administration staff Japanese speaker, sesuaikan lowongan kerja dengan level JLPT Anda.

2. Komunikasi

Seseorang yang memiliki keterampilan komunikasi dengan baik adalah modal untuk memasuki bidang kerja, seperti penjualan (sales), pemasaran (marketing communication), atau komunikasi (public relations dan customer service). Asah pula keterampilan teknis, seperti presentasi, negosiasi, analisis bisnis, serta pemahaman terhadap target penjualan guna melengkapi skill set di bidang komunikasi atau penjualan.

Kandidat Japanese speaker yang pernah bekerja sebagai customer service staff memiliki pengalaman menangani pertanyaan, keluhan, dan kebutuhan pelanggan. Pengalaman tersebut menjadi transferable skills untuk melamar posisi baru, seperti Japanese-speaking sales executive, karena keduanya membutuhkan komunikasi dan pemahaman kebutuhan pelanggan.

3. Teknik

Kandidat berlatar belakang teknik dan memiliki JLPT (N3–N1) dapat mengeksplorasi peluang sebagai engineer di perusahaan yang membutuhkan Japanese-speaking engineer. Selain kemampuan bahasa, tingkatkan keterampilan teknis, seperti pemahaman prinsip teknis sesuai pengalaman kerja, kemampuan membaca gambar atau spesifikasi teknis, penggunaan perangkat lunak teknis yang relevan, dokumentasi dan pelaporan, serta analisis dan pemecahan masalah.

4. Human resources

Kandidat Japanese speaker yang tertarik pada bidang human resources (HR), Anda harus memahami fungsi HR di dalam perusahaan, seperti administrasi karyawan, rekrutmen, pelatihan, dan penilaian kinerja. Selain itu, Anda perlu mendalami keterampilan teknis, mulai dari pengelolaan data karyawan, penggajian dan iuran wajib, proses rekrutmen, komunikasi antara kandidat atau karyawan dengan manajer, prosedur pelatihan, koordinasi dengan manajemen Jepang, hingga pemahaman terhadap regulasi ketenagakerjaan.

5. Akuntansi

Apakah bisa berkarier di bidang akuntansi atau keuangan bermodal sertifikat JLPT? Bisa, selama Anda memiliki keterampilan teknis di bidang akuntansi, seperti pencatatan transaksi, rekonsiliasi akun, penyusunan laporan keuangan, penggunaan perangkat lunak akuntansi, pemeriksaan dokumen pendukung, hingga kepatuhan terhadap prosedur, yang diimbangi dengan kecakapan berbahasa Jepang. Sebelum melamar, perhatikan tentang kualifikasi pendidikan, pengalaman, dan pengetahuan akuntansi dalam job ads.

6. Perencanaan produksi

Seseorang dengan pengalaman perencanaan produksi dan mempunyai sertifikat JLPT dapat melamar sebagai production planning and inventory control (PPIC) di industri manufaktur. Keterampilan teknis yang perlu dikuasai, yakni perencanaan kebutuhan material, pengolahan sistem persediaan, alur produksi, pemahaman jadwal produksi, koordinasi lintas departemen, hingga analisis antara rencana dan realisasi.

7. Pengendalian kualitas

Beberapa perusahaan Jepang di Indonesia membutuhkan tenaga kerja di bidang pengendalian kualitas, seperti quality assurance (QA) dan quality control (QC). Tugas mereka adalah memastikan produk atau proses memenuhi standar kualitas. Keterampilan teknis keduanya memiliki perbedaan, tergantung pada perusahaan dan jenis industri.

Misalnya, Anda pernah bekerja dengan melakukan pemeriksaan produk dan mencatat hasil inspeksi, maka ini ialah modal untuk melamar posisi QC, sedangkan kemampuan bahasa Jepang sebagai jembatan komunikasi antara tim lokal dengan Jepang. Pastikan pula Anda mempunyai pengetahuan tentang standar dan prosedur pengendalian mutu yang dibutuhkan oleh posisi tersebut.

Baca: Adakah Bonus Tahunan Kepada Japanese Speaker? Ini Penjelasannya (membuka tab baru)

KyariGo Insight

Bagi kandidat Japanese speaker, sebaiknya Anda tidak berhenti pada pencapaian sertifikat JLPT. Ketika Anda telah memperoleh pengakuan dari lembaga bahasa, selanjutnya mengidentifikasi bidang pekerjaan yang ingin ditekuni dan keterampilan yang perlu dikembangkan di bidang tersebut. Sebut saja, bila Anda ingin bekerja sebagai akuntan, maka pelajari proses keuangan dan pengolahan data atau jika tertarik pada sales, maka kembangkan kemampuan mengelola pelanggan dan negosiasi.

Buat Anda yang sedang mencari pekerjaan, KyariGo menyarankan untuk membuat CV, cover letter, dan portofolio yang konkret dalam menjelaskan pengalaman kerja dan pencapaiannya. Tuliskan dengan jelas tentang tugas yang pernah dilakukan, masalah yang berhasil diselesaikan, keterampilan yang digunakan, dan hasil pekerjaan jika dapat diukur. Cara tersebut juga menunjukkan kepada perekrut tentang kemampuan berbahasa sekaligus menjalankan tanggung jawab kerja.

Jadi, Benarkah JLPT Mempermudah Pencarian Kerja?

Ya, JLPT dapat mempermudah pencarian kerja, terutama ketika sebuah lowongan kerja menyebutkan bahwa keterampilan bahasa Jepang menjadi salah satu kualifikasinya. Namun, sertifikat ini bukan jaminan diterima bekerja.

Manfaat JLPT tergantung pada kebutuhan perusahaan, jenis posisi, persyaratan bahasa, dan kompetensi lain yang dimiliki kandidat. Untuk pekerjaan yang berfokus pada bahasa, kemampuan menggunakan bahasa Jepang secara profesional perlu dibuktikan melalui keterampilan yang relevan. Untuk pekerjaan di bidang engineering, accounting, HR, PPIC, QA/QC, atau sales, kandidat perlu menunjukkan keterampilan teknis yang sesuai dengan tanggung jawab peran yang dibutuhkan.

Sebagai Japanese speaker, Anda perlu membangun tiga keterampilan secara bersamaan, yakni:

  1. Bahasa Jepang: Sertifikat JLPT sebagai salah satu bukti kompetensi bahasa yang berhasil dicapai
  2. Keterampilan teknis: meningkatkan keterampilan teknis atau fungsional yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dituju
  3. Transferable skills: Tunjukkan pengalaman kerja dalam menyelesaikan tugas di posisi baru

Ketiga kombinasi itu membantu Anda memilih lowongan kerja yang sejalan dengan tujuan karier. Pada akhirnya, tujuan pencarian kerja bukan hanya menemukan lowongan yang membutuhkan Japanese speaker, tetapi menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan arah karier yang ingin dikembangkan.

Artikel Terkait