Perbedaan JLPT dan JFT: Panduan Memilih Sertifikasi Bahasa Jepang yang Tepat
Selama bertahun-tahun, Japanese-language proficiency test (JLPT) dikenal sebagai standar global untuk menilai keterampilan berbahasa Jepang. Namun, ada alternatif sertifikasi bernama Japan Foundation…
KyariGo

Selama bertahun-tahun, Japanese-language proficiency test (JLPT) dikenal sebagai standar global untuk menilai keterampilan berbahasa Jepang. Namun, ada alternatif sertifikasi bernama Japan Foundation test for basic Japanese (JFT-Basic atau JFT).
Apa perbedaan JLPT dan JFT? Bagi Anda yang ingin memperoleh sertifikasi bahasa Jepang, penting untuk mengetahui perbedaan keduanya guna mendukung masa depan karier.
Apa Itu JLPT dan JFT?
Hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang membuka peluang kerja dan studi yang semakin luas. Pemerintah Negeri Sakura ini menyediakan berbagai jalur, yaitu:
- Program tenaga kerja berketerampilan spesifik atau specified skilled worker (SSW atau tokutei ginou)
- Program magang (ginou jisshuu)
- Pertukaran pelajar dan/atau beasiswa tingkat lanjut (S2 dan S3)
Namun, syarat mutlak untuk menembus program tersebut adalah kepemilikan sertifikasi kemampuan bahasa Jepang. Sertifikasi yang diterbitkan secara resmi oleh pemerintah Jepang ialah JLPT dan JFT.
Keduanya memiliki fungsi berbeda. Berikut ini perbedaan JLPT dan JFT:
JLPT
JLPT merupakan ujian standardisasi bahasa Jepang yang mengukur kemampuan berbahasa Jepang secara komprehensif bagi penutur non-native. Ujian ini digagas bersama oleh The Japan Foundation dan Japan Educational Exchanges and Services (JEES).
Sertifikat JLPT bersifat universal dan wajib dimiliki oleh:
- Melanjutkan studi ke universitas di Jepang
- Mendapatkan poin tambahan dalam sistem imigrasi profesional tingkat tinggi
- Melamar pekerjaan sebagai Japanese speaker di berbagai fungsi, seperti translator atau interpreter, engineer, IT, HR, sales, atau marketing di perusahaan Jepang
JFT
JFT ialah sertifikasi bahasa Jepang yang diluncurkan oleh The Japan Foundation. Ujian ini dikembangkan secara khusus untuk menyelaraskan dengan Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) dan standar JF Standard for Japanese-Language Education.
Sertifikat JFT bertujuan untuk:
- Mengukur kemampuan bahasa Jepang praktis yang diperlukan oleh pekerja asing untuk berkomunikasi dalam situasi kehidupan sehari-hari di Jepang
- Syarat kelayakan bahasa untuk mengajukan visa residensi SSW di 14 sektor industri, seperti perhotelan, perawatan lansia, pertanian, pengolahan makanan, dan manufaktur
Baca: Kualifikasi yang Diperlukan oleh Japanese Speaker: Panduan Berkarier di Perusahaan Jepang (membuka tab baru)
5 Perbedaan JLPT dan JFT
Perbedaan JLPT dan JFT terletak pada tingkatan level kompetensi serta metode teknologi yang digunakan saat hari pelaksanaan ujian. Berikut penjelasannya:
1. Tingkatan level
JLPT: Memiliki lima level bertingkat, N5 (terendah) hingga N1 (tertinggi)
JFT: Hanya memiliki satu level, yaitu setara dengan Level A2 skala CEFR
2. Metode ujian
JLPT: Berbasis kertas atau paper-based testing (PBT)
JFT: Berbasis komputer atau computer-based testing (CBT)
3. Jadwal pelaksanaan
JLPT: Dua kali setahun pada hari Minggu pertama bulan Juli dan Desember
JFT: Enam kali dalam setahun, diadakan berkala setiap beberapa bulan
4. Pengumuman kelulusan
JLPT: Hasil resmi keluar sekitar dua bulan setelah tanggal ujian berlangsung
JFT: Hasil kelulusan instan dapat langsung dilihat di layar komputer segera setelah ujian selesai
5. Materi ujian
JLPT: Pengetahuan bahasa (kanji, kosakata, tata bahasa), membaca, dan mendengarkan
JFT: Huruf dan kosakata, percakapan dan ungkapan, mendengarkan, dan membaca konteks sehari-hari
Baca: Waktu yang Dibutuhkan untuk Mendapatkan Sertifikat JLPT Melalui Jalur Kuliah dan Les (membuka tab baru)
Sekadar info tentang PBT dan CBT pada ujian di atas. Dalam ujian JLPT, peserta akan mengisi lembar jawaban menggunakan pensil 2B. Pada bagian listening, mereka diminta untuk mendengarkan audio secara kolektif menggunakan sound system ruangan, terkadang suara berisiko menggema atau terdengar kurang merata bagi peserta di baris belakang.
Sebaliknya, JFT memanfaatkan teknologi CBT. Jadi, peserta datang ke lokasi ujian yang telah menyediakan unit komputer individual. Setiap peserta akan diberikan headphone untuk sesi mendengarkan (choukai), sehingga mereka fokus perhatian sepenuhnya dan risiko kendala audio eksternal dapat ditekan seminimal mungkin.
Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikat JLPT dan JFT?
Setelah mengetahui perbedaan JLPT dan JFT, selanjutnya, Anda perlu memastikan sertifikat yang akan diambil. Cara untuk memperoleh sertifikat JLPT maupun JFT, yaitu:
JLPT
Untuk mendapatkan sertifikat JLPT, Anda perlu melakukan:
1. Registrasi
Buka situs resmi pendaftaran JLPT. Untuk Indonesia, ujian dikelola oleh panitia di bawah naungan The Japan Foundation Jakarta.
2. Pemilihan level
Anda harus memilih level secara spesifik, apakah N5, N4, N3, N2, atau N1 yang ingin diikuti sebelum membeli tiket ujian. Pilihan level tidak bisa diubah setelah pembayaran berhasil.
3. Mengikuti ujian
Hadir di lokasi ujian yang telah ditentukan pada jadwal, Juli atau Desember.
4. Hasil kelulusan
Peserta yang dinyatakan lulus ujian JLPT harus melewati batas nilai total serta batas nilai minimal untuk setiap sesi materi. Jika salah satu sesi berada di bawah batas minimum, Anda dinyatakan tidak lulus (fukauki) meskipun nilai total Anda sangat tinggi. Sertifikat fisik akan dikirimkan ke alamat Anda atau diambil di sekretariat panitia jika lulus.
JFT
1. Registrasi
Pendaftaran JFT secara global dikelola oleh vendor ujian internasional bernama Prometric. Anda wajib membuat akun Prometric ID terlebih dahulu di situs tersebut.
2. Penjadwalan mandiri
Keunggulan JFT adalah Anda bisa memilih sendiri tanggal ujian, waktu (pagi, siang, atau sore), serta lokasi ujian terdekat yang tersedia di kota Anda
3. Hasil kelulusan
Ujian JFT terdiri dari sekitar 60 soal dengan skor total maksimal 250 poin. Peserta dinyatakan lulus jika berhasil mendapatkan skor 180 poin atau lebih atau setara dengan sekitar 80% jawaban benar. Notifikasi kelulusan akan berbentuk dokumen digital, sehingga Anda bisa mengunduhnya melalui portal Prometric dalam waktu beberapa hari kerja setelah ujian dilaksanakan.
Jadi, harus memilih JLPT atau JFT? Keputusan akhir tergantung pada orientasi dan tujuan masa depan Anda. Jika tujuan utama Anda adalah bekerja sebagai tenaga terampil dalam program Tokutei Ginou, maka JFT adalah pilihan paling tepat karena jadwal tes yang fleksibel tanpa menunggu berbulan-bulan.
Namun, jika aspirasi karier Anda adalah mengejar karier korporat atau bekerja sebagai profesional translator atau interpreter, pilihannya adalah JLPT. Di sini, Anda dapat meningkatkan portofolio tingkat level ke N2 atau N1 sambil bekerja.
Berdasarkan data Peoplyee (membuka tab baru), lima industri terbesar di Indonesia yang membutuhkan Japanese speaker adalah manufaktur, trading, keuangan, konstruksi, dan consulting. Mereka tak hanya memerlukan Japanese speaker sebagai interpreter saja, juga menduduki peran lain, seperti sales, marketing, human resources, dan engineering.
Cek wawasan terbaru tentang Japanese speaker di laman KyariGo (membuka tab baru).


