Skip to main content
Panduan Karier

6 Cara Memilih Lowongan Kerja Japanese Speaker yang Sesuai dengan Career Goal

Ringkasan artikel Cara memilih lowongan kerja Japanese speaker tidak cukup dengan membandingkan gaji dan tanggung jawab saja Memiliki sertifikat JLPT pun bukan penentu tunggal kecocokan kandidat terh…

K

KyariGo

Terbit 7 min baca
KyariGo lowongan kerja Japanese speaker

Ringkasan artikel

  • Cara memilih lowongan kerja Japanese speaker tidak cukup dengan membandingkan gaji dan tanggung jawab saja
  • Memiliki sertifikat JLPT pun bukan penentu tunggal kecocokan kandidat terhadap posisi Japanese speaker
  • Kandidat juga perlu memahami arah dan tujuan karier yang ingin dicapai di masa depan

Bagi kandidat yang memiliki keterampilan berbahasa Jepang, acapkali mencari lowongan kerja Japanese speaker. Dalam proses pencarian itu, mereka akan mempertimbangkan gaji dan sertifikat JLPT yang dibutuhkan oleh perusahaan. Keduanya memang relevan, tetapi tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah lowongan sesuai dengan career goal.

Memang, gaji memberikan gambaran mengenai kompensasi yang ditawarkan perusahaan. Sertifikat JLPT menjadi salah satu bukti kemampuan bahasa Jepang kandidat. Meski demikian kandidat juga perlu berfokus pada tanggung jawab pekerjaan, keterampilan yang wajib dikembangkan, serta peluang karier setelah bergabung dengan perusahaan.

Mengapa Japanese Speaker Tidak Boleh Hanya Melihat Gaji dan JLPT?

1. Gaji belum tentu sejalan dengan career goal

Sekilas, lowongan kerja dengan gaji lebih tinggi menarik perhatian kandidat. Hal itu tidak salah, tetapi Anda juga perlu memperhatikan ruang lingkup pekerjaan pada posisi tersebut dengan mempertimbangkan career goal dan gaji yang diharapkan.

Contohnya, Anda sebagai Japanese speaker ingin mengembangkan kemampuan di bidang sales dan business development. Lalu, Anda mendapatkan dua pilihan pekerjaan, yakni posisi interpreter dengan penawaran gaji lebih tinggi dan posisi sales executive dengan gaji awal yang lebih rendah. Posisi pertama sesuai dengan tujuan Anda, tetapi untuk mengambil keputusan harus memperhatikan semua sisi, baik dari segi tanggung jawab, pengembangan karier, dan kompensasi.

2. Level JLPT tidak otomatis menentukan posisi

Kandidat Japanese speaker tidak boleh melihat dari level JLPT saja, karena perusahaan dapat menetapkan persyaratan kemampuan bahasa Jepang berbeda atau sesuai kebutuhan posisi. Misalnya, posisi Japanese-speaking engineer membutuhkan kemampuan teknis di bidang engineering sekaligus kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Jepang dibandingkan Japanese interpreter.

Oleh karena itu, sebaiknya kandidat tidak hanya mencari lowongan dengan persyaratan level JLPT. Perhatikan pula keterampilan, pengalaman, tanggung jawab yang diperlukan, serta kesesuaian terhadap tujuan karier.

3. Kemampuan bahasa Jepang dapat digunakan di berbagai jalur karier

Japanese speaker tidak harus membatasi pilihan pekerjaan pada interpreter atau translator. Pasalnya, keterampilan bahasa Jepang adalah nilai tambah di bidang lain, seperti human resources, sales, marketing, purchasing, engineering, dan business development.

Kombinasi kemampuan berbahasa Anda dengan keterampilan lain agar mengeksplorasi lebih banyak pilihan pekerjaan. Misalnya, lulusan teknik yang menguasai bahasa Jepang dapat mempertimbangkan posisi engineer di perusahaan yang berhubungan dengan Jepang atau lulusan sastra Jepang bisa melamar sebagai HR generalist di perusahaan Jepang.

Baca: Berapa Lama Durasi Proses Rekrutmen di Perusahaan Jepang dari Apply sampai Offering? (membuka tab baru)

Bagaimana Mengenali Career Goal bagi Japanese Speaker? Perhatikan 4 Hal Ini

Career goal merupakan tujuan profesional yang ingin dicapai seseorang dalam perjalanan kariernya. Tujuan ini bisa berhubungan dengan jenis pekerjaan, keterampilan yang ingin dikuasai, tingkat tanggung jawab, bidang industri, atau posisi yang ingin dicapai pada masa depan.

Bagi Japanese speaker, mengenali career goal membantu mempersempit pilihan lowongan kerja. Berikut ini empat tujuan karier yang dapat dipertimbangkan:

1. Spesialis

Jika tujuan karier Anda ingin memperdalam pengetahuan dan keterampilan teknis atau fungsional dalam suatu bidang, maka menjadi ahli atau spesialis di bidang tertentu ialah pilihannya. Namun, jalur spesialis tidak selalu menduduki posisi manajer, karena seseorang akan memperdalam kompetensi bidangnya.

Misalnya, seorang lulusan teknik mesin yang mampu berbahasa Jepang ingin mengembangkan karier sebagai engineer. Ia dapat mengasah keterampilan analisis teknis, memahami proses produksi, dan berkoordinasi dengan tim engineering di Jepang.

2. Manajerial

Career goal ini ditujukan bagi kandidat yang ingin berkembang menuju peran supervisor, manajer, atau posisi kepemimpinan lainnya. Peran yang berada di lingkup manajerial antara lain mengelola tugas dan tim, mengawasi kinerja anggota tim, menyelesaikan masalah, serta berkomunikasi lintas divisi atau departemen.

Contohnya, karyawan purchasing yang telah berpengalaman dan mampu berbahasa Jepang bisa menjadi purchasing manager, sehingga ia mencari pekerjaan yang memberikan pengalaman dalam pengelolaan pemasok, negosiasi, evaluasi kinerja, dan koordinasi tim.

3. Bisnis

Bagi seseorang yang mahir berbahasa Jepang dan tertarik pada pengembangan usaha, hubungan dengan pelanggan, negosiasi, pengelolaan akun, atau ekspansi pasar, maka jalur bisnis dapat dipertimbangkan. Anda dapat memilih karier sebagai business development atau account executive dengan fokus kerja mengembangkan hubungan bisnis, membangun relasi, hingga bernegosiasi dengan klien asal Jepang.

4. Language-based

Bila Anda mengandalkan keterampilan berbahasa Jepang, maka profesi yang dapat dipilih seperti interpreter, translator, language instructor, localization specialist, atau language reviewer. Misalnya, Anda ingin menjadi interpreter profesional, maka cari lowongan yang memberikan pengalaman menerjemahkan percakapan dalam konteks yang relevan, seperti rapat bisnis, kegiatan produksi, pelatihan teknis, atau pertemuan dengan klien.

Baca: Mengenal Budaya Hourenso yang Wajib Dipahami Saat Bekerja di Perusahaan Jepang (membuka tab baru)

KyariGo Insight

Anda yang sedang mencari lowongan kerja Japanese speaker, jangan hanya melihat prasyarat level JLPT saja, tetapi juga mengidentifikasi pekerjaan yang dapat mengembangkan karier. Pasalnya, Anda telah memiliki modal berupa kemampuan bahasa Jepang, maka hal itu perlu dipadukan dengan keterampilan lain yang relevan dengan career goal.

KyariGo menyarankan kepada kandidat bahwa sebelum mengirimkan lamaran, Anda mempertimbangkan dahulu ingin jalur karier sebagai spesialis, manajerial, membangun karier di bidang bisnis, atau berfokus pada profesi berbasis bahasa. Setelah itu, mengevaluasi job description tentang tanggung jawab pekerjaan, penggunaan bahasa Jepang, lokasi, industri, dan peluang pengembangan karier.

6 Cara Memilih Lowongan Kerja Japanese Speaker dengan Membaca Job Description

Membaca job description sebelum melamar pekerjaan adalah langkah penting yang harus dilakukan oleh pencari kerja, karena momen tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian lowongan terhadap keterampilan, pengalaman, serta tujuan karier Anda. Ada enam cara yang dapat menjadi pertimbangan Anda ketika memilih lowongan:

1. Baca job scope

Job scope menjelaskan tentang ruang lingkup pekerjaan yang biasanya tertulis sebagai tugas dan tanggung jawab yang akan diemban oleh karyawan. Ini akan membantu Anda memahami aktivitas sehari-hari dan kompetensi yang berpotensi dikembangkan.

Misalnya, dua lowongan sama-sama menggunakan judul Japanese speaker, tetapi memiliki job scope berbeda:

  • Lowongan A: Menerjemahkan percakapan, mendampingi rapat, dan membantu komunikasi antara manajemen Jepang dengan karyawan lokal
  • Lowongan B: Mengelola klien Jepang, menyusun penawaran bisnis, melakukan negosiasi, dan mencapai target penjualan

Lowongan A lebih berorientasi pada fungsi bahasa, sedangkan Lowongan B lebih dekat dengan jalur bisnis. Jika tujuan Anda adalah menjadi spesialis, maka pilih pekerjaan tugas yang memperdalam keahlian. Jika ingin masuk jalur manajerial, perhatikan peluang mengelola proses atau tim. Untuk jalur business, periksa keterlibatan dalam klien, pasar, negosiasi, dan target bisnis.

2. Reporting line

Reporting line menunjukkan hubungan pelaporan di tempat kerja, seperti karyawan kepada supervisor, department manager, general manager, atau direktur. Informasi ini membantu Anda memahami posisi pekerjaan dalam struktur organisasi.

Contohnya, Japanese-speaking engineer melapor kepada engineering manager kemungkinan bekerja dalam fungsi engineering. Ia akan berkoordinasi dengan tim Jepang, tetapi tugas utamanya perlu diperiksa melalui job description. Ada pula interpreter yang melapor langsung kepada direktur, tetapi ia tidak memiliki kewenangan manajerial karena perannya sebagai penerjemahan dan dukungan komunikasi untuk pimpinan.

3. Penggunaan bahasa Jepang

Persyaratan Japanese speaker tidak selalu berarti bahasa Jepang digunakan dengan intensitas dan tujuan yang sama. Ada posisi yang menggunakan bahasa Jepang hampir sepanjang hari untuk menerjemahkan percakapan. Ada pula pekerjaan yang menggunakannya hanya ketika berkomunikasi dengan klien, pemasok, kantor pusat, atau rekan kerja dari Jepang.

Anda yang sedang mencari lowongan kerja Japanese speaker perlu membaca secara saksama pada job description. Langkah ini untuk mengetahui seberapa sering bahasa Jepang digunakan dalam pekerjaan sehari-hari.

Jika Anda ingin menjadi interpreter, carilah pekerjaan yang memberikan pengalaman interpretasi secara konsisten. Jika ingin berkarier di bidang engineering, perhatikan apakah bahasa Jepang digunakan untuk koordinasi teknis, diskusi spesifikasi, atau pelaporan produksi. Jangan lupa untuk memeriksa persyaratan JLPT yang dicantumkan.

4. Lokasi kerja

Biasanya, perusahaan akan mencantumkan lokasi kerja di job ads. Lokasi merujuk kota dan kawasan bisnis. Misalnya, penempatan atau lokasi kerja di kantor pusat Jakarta, kawasan industri Cikarang, atau pabrik di Kendal, Jawa Tengah. Jika lokasi tidak dicantumkan secara jelas, tanyakan kepada perekrut sebelum melanjutkan proses terlalu jauh.

5. Industri kerja

Bila Anda ingin bekerja di industri tertentu, maka tentukan di perusahaan mana saja yang memerlukan Japanese speaker seperti Anda, apa produk atau layanan perusahaan, apa saja kualifikasi yang dibutuhkan, serta apakah peran tersebut sesuai dengan tujuan karier Anda. Namun, memilih industri bukan berarti harus bertahan selamanya di satu sektor. Pengalaman di suatu industri dapat menjadi bekal untuk berpindah ke sektor lain, bergantung pada kompetensi yang dapat dialihkan dan kualifikasi pekerjaan yang dituju.

6. Jenjang karier

Beberapa job ads menjelaskan jenjang karier secara singkat. Poin itu berguna untuk membantu kandidat memahami kemungkinan perkembangan posisi di masa depan. Jika informasi tersebut tidak tersedia, cari informasi tambahan melalui situs perusahaan atau tanyakan saat wawancara. Misalnya, Japanese-speaking customer support dapat menjadi pengalaman awal untuk mengembangkan keterampilan layanan pelanggan, tetapi itu tergantung pada struktur perusahaan dan karyawan mungkin mengeksplorasi peran senior customer support, team leader, atau customer relations.

Untuk memilih lowongan kerja Japanese speaker yang sesuai dengan career goal, Anda dapat memulainya dengan memahami jalur karier yang ingin dibangun. Pasalnya, jalur spesialis, manajerial, bisnis, maupun language-based memiliki perbedaan dalam perjalanan karier. Pilih pula lowongan kerja yang realistis untuk dimasuki dan memiliki kesesuaian kualifikasi.

Ingat, lowongan yang sesuai tujuan karier tidak selalu menawarkan gaji tinggi atau mensyaratkan level JLPT N1. Bila Anda membutuhkan wawasan tentang karier Japanese speaker, cek tautan ini (membuka tab baru).

Artikel Terkait