Skip to main content
Panduan Karier

Pindah Karier dari Interpreter ke Sales: Apakah Keterampilan Bahasa Jepang Masih Berguna?

Bekerja sebagai interpreter bahasa Jepang membuat seseorang terbiasa menggunakannya dalam komunikasi profesional. Namun, setelah beberapa tahun menjalani pekerjaan tersebut, sebagian profesional mung…

K

KyariGo

Terbit 5 min baca
KyariGo pindah karier dari interpreter ke sales

Bekerja sebagai interpreter bahasa Jepang membuat seseorang terbiasa menggunakannya dalam komunikasi profesional. Namun, setelah beberapa tahun menjalani pekerjaan tersebut, sebagian profesional mungkin ingin mencoba jalur karier lain. Salah satu pilihannya adalah pindah karier dari interpreter ke sales.

Career switch atau pindah karier merupakan langkah ketika seseorang beralih dari pekerjaan atau bidang yang selama ini dijalani ke peran yang berbeda. Perpindahan tidak selalu berarti harus memulai karier dari nol, karena keterampilan yang sudah diperoleh dari pekerjaan sebelumnya bisa menjadi modal untuk memasuki posisi baru. Jika berencana pindah karier, artikel ini untuk Anda.

Apakah Interpreter Bisa Pindah Karier ke Sales?

Bisa. Pengalaman sebagai interpreter dapat memberikan sejumlah keterampilan yang relevan pada pekerjaan sales, meskipun tanggung jawab keduanya berbeda.

Interpreter adalah seseorang yang berfokus pada menyampaikan informasi dari satu bahasa ke bahasa lain secara akurat. Ia terbiasa mendengarkan secara aktif, memahami konteks pembicaraan, menyampaikan informasi dengan jelas, serta berkomunikasi dengan berbagai pihak.

Di sisi lain, sales bertanggung jawab memahami kebutuhan pelanggan, membangun hubungan, menawarkan solusi, melakukan negosiasi, dan membantu mencapai target penjualan. Pekerjaannya membutuhkan keterampilan berkomunikasi agar mendukung proses penyampaian kepada tim, pelanggan, hingga pihak ketiga.

Perbedaan tanggung jawab tersebut bukan mengindikasikan pengalaman interpreter tidak relevan. Hal yang perlu dilakukan adalah mengubah cara melihat pengalaman kerja. Di dalam CV, hindari menuliskan, “translate Japanese to Indonesian and vice versa.” anda perlu mengidentifikasi keterampilan kerja yang digunakan ketika menjalankan tugas tersebut.

Baca: 3 Cara Kenali Deskripsi Pekerjaan Bagi Japanese Speaker yang Mendukung Karier (membuka tab baru)

Apakah Keterampilan Bahasa Jepang Masih Berguna untuk Sales?

Tentu saja, masih berguna terutama saat pekerjaan Anda melibatkan pelanggan atau rekan kerja yang menggunakan berbahasa Jepang. Ini justru menambah daftar panjang keterampilan teknis dari sisi ilmu bahasa atau sastra dan pengetahuan tentang penjualan.

Dengan kata lain, keterampilan bahasa dapat menjadi penghubung, sedangkan kemampuan sales membantu komunikasi dalam hubungan bisnis dan peluang komersial. Keterampilan bahasa mendukung dalam proses kerja sales, di antaranya:

  • Menjelaskan informasi kepada pelanggan dan pihak ketiga
  • Menjembatani komunikasi antara perusahaan dengan klien
  • Memahami kebutuhan atau konteks pembicaraan
  • Melakukan koordinasi antar tim
  • Menangani pertanyaan atau permintaan dari pihak lain
  • Menindaklanjuti masalah serta menawarkan solusi kepada klien

Bagaimana dengan sertifikasi? Apakah kandidat harus memiliki sertifikat JLPT?

Sertifikat JLPT merupakan bukti kemampuan bahasa Jepang yang dapat dilampirkan di CV saat melamar pekerjaan. Ada perusahaan yang mewajibkan kandidat Japanese speaker melampirkan sertifikat JLPT, tetapi ada pula yang tidak mengharuskannya. Sebagai gantinya, perusahaan akan mengetes kemampuan berbahasa Jepang kandidat dalam sesi wawancara kerja.

Bagaimana dengan level JLPT?

Tidak ada satu level JLPT yang berlaku pada seluruh pekerjaan, termasuk sales. Persyaratan bahasa dan levelnya tergantung perusahaan, posisi, pelanggan, dan intensitas penggunaan bahasa Jepang.

Jadi, persiapkan diri Anda untuk berpindah karier dari interpreter menjadi sales dengan seperangkat keterampilan. Mulailah untuk memahami proses penjualan dan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan oleh sales. Tak lupa meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang jika tujuan bekerja di perusahaan jepang yang beroperasi di Indonesia.

Baca: Strategi Menjawab Pertanyaan “Kenapa Belajar Bahasa Jepang?” Saat Interview (membuka tab baru)

KyariGo Insight

Pindah karier tidak selalu harus meninggalkan seluruh pengalaman sebelumnya. Bagi interpreter yang berencana memasuki bidang sales, keterampilan bahasa Jepang dapat tetap menjadi competitive advantage selama dikombinasikan dengan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan baru.

Evaluasi kembali pengalaman Anda dalam menggunakan keterampilan sehari-hari, seperti bagaimana cara berkomunikasi, masalah apa yang pernah diselesaikan, serta bagaimana berkoordinasi dengan pihak lain. Dari hal itu, Anda dapat menemukan transferable skills yang bisa digunakan untuk membangun karier di bidang sales.

Bagaimana Cara Pindah Karier dari Interpreter ke Sales? Ini 5 Tahapnya

Berpindah karier bisa dilakukan di tempat kerja Anda saat ini, setelah mendapatkan persetujuan dari atasan dan tim HR. Anda juga dapat melakukannya di perusahaan lain, setelah mengundurkan diri terlebih dahulu di perusahaan lama.

Jika opsi kedua yang dipilih, Anda perlu “mengerjakan banyak PR” untuk menduduki posisi sales. Namun, itu tak menjadi masalah, selama Anda mengikuti tahap demi tahap, seperti di bawah ini:

1. Identifikasi transferable skills

Buat daftar pengalaman sebagai interpreter yang berkaitan dengan pekerjaan sales. Misalnya, komunikasi dengan pelanggan, koordinasi dengan perusahaan Jepang, presentasi, negosiasi, mengecek kontrak bisnis, atau membantu menyelesaikan masalah komunikasi.

2. Pelajari ilmu dasar penjualan

Mulailah dengan memahami ilmu dasar sales atau penjualan, seperti prospecting, lead generation, sales funnel, customer relationship management, negotiation, pitching, menindaklanjuti klien, hingga menganalisis data.

3. Pahami industri yang ingin dituju

Bila Anda berpindah peran pada perusahaan yang sama, hal ini tak terlalu sulit karena Anda sudah mengetahui dinamika industri. Jika perusahaan yang Anda tuju berbeda–misalnya, dari interpreter di LPK menjadi sales executive Japanese speaker di perusahaan manufaktur–maka pelajari produk dan proses bisnisnya. Pengetahuan industri membantu Anda menjelaskan mengapa pengalaman interpreter dapat memberikan nilai dalam posisi sales.

4. Sesuaikan CV dengan posisi sales

Hindari membuat CV yang hanya menggambarkan Anda sebagai interpreter. Ubah CV dan tonjolkan pengalaman yang berhubungan dengan pelanggan, komunikasi bisnis, koordinasi, presentasi, atau pencapaian yang dapat menunjukkan kemampuan bekerja dengan target. Jika memungkinkan, lampirkan portofolio berdasarkan keterampilan Anda.

5. Temukan peluang baru

Mengingat Anda telah mempunyai bekal bahasa, maka Anda tidak sukar dalam menemukan peluang baru. Anda dapat bertanya kepada mantan rekan kerja, jaringan alumni, atau rekan di asosiasi mengenai posisi ketersediaan business development, technical sales, atau Japanese-speaking sales di perusahaan mereka.

Baca: Peluang Karier: 7 Industri di Indonesia yang Paling Banyak Membutuhkan Japanese Speaker (membuka tab baru)

Lebih Baik Bekerja di Perusahaan Jepang atau Non-Jepang?

Setelah memutuskan pindah dari interpreter ke sales dan pindah tempat kerja, tak sedikit Japanese speaker bertanya tentang perusahaan seperti apa yang sebaiknya dituju. Apakah memilih bekerja di perusahaan Jepang atau non-Jepang?

Miliki gambaran ini jika Anda memilih peran sales jika bekerja di:

Perusahaan Jepang

Perusahaan Jepang dapat menjadi pilihan menarik bila Anda ingin tetap menggunakan keterampilan berbahasa dalam pekerjaan sehari-hari. Berdasarkan laman Peoplyee, terdapat lowongan kerja di bidang sales yang mencari kandidat Japanese speaker. Dalam lingkungan seperti ini, bahasa Jepang Anda dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan kantor pusat, pelanggan, maupun kolega bisnis.

Perusahaan non-Jepang

Anda tidak harus bekerja di perusahaan Jepang. Anda bisa bekerja di perusahaan non-Jepang karena kualifikasi Anda sesuai dengan mereka. Ada pula perusahaan non-Jepang yang memiliki pelanggan, supplier, partner, atau aktivitas bisnis dengan Jepang yang membutuhkan Japanese speaker. Dalam kondisi tersebut, bahasa Jepang Anda menjadi nilai tambah, bukan identitas utama pekerjaan.

Contohnya, seorang sales dapat menggunakan bahasa Indonesia atau Inggris untuk aktivitas bisnis lokal, kemudian menggunakan bahasa Jepang ketika berkomunikasi dengan vendor dari Jepang. Pilihan ini menarik bagi Anda yang ingin mengembangkan kemampuan sales sekaligus tetap mempertahankan kemampuan bahasa Jepang tanpa menjadikannya satu-satunya fokus karier.

Dengan menggabungkan kemampuan bahasa Jepang dengan seperangkat keterampilan yang harus dikuasai oleh sales, pengalaman sebagai interpreter dapat menjadi fondasi untuk membangun perpindahan karier. Jelajahi wawasan tentang karier dan peluang baru di KyariGo (membuka tab baru).

Artikel Terkait