3 Cara Menjadwalkan Ulang Wawancara Kerja Bagi Kandidat Japanese Speaker
Jika baru saja mendapatkan jadwal wawancara kerja, persiapkan diri untuk menunjukkan kualifikasi Anda. Bagaimana kalau tidak bisa datang pada hari H? Bisakah dijadwalkan ulang? Bagaimana cara menjadw…
KyariGo

Jika baru saja mendapatkan jadwal wawancara kerja, persiapkan diri untuk menunjukkan kualifikasi Anda. Bagaimana kalau tidak bisa datang pada hari H? Bisakah dijadwalkan ulang? Bagaimana cara menjadwalkan ulang wawancara kerja?
Ada kalanya, agenda Anda bentrok dengan hari H wawancara kerja. Bila Anda menginginkan tahapan tersebut, katakan kepada perekrut untuk menjadwalkan ulang. Ikuti pembahasan kami kali ini.
Apa Itu Wawancara Kerja?
Wawancara kerja merupakan proses interaksi dua arah secara formal antara perwakilan perusahaan yang biasanya dilakukan oleh HR atau perekrut dan hiring manager (manajer atau user) dengan kandidat atau pelamar kerja.
Proses ini berfungsi sebagai wadah menilai atau memvalidasi informasi yang tertulis di dalam CV terhadap pernyataan kandidat secara langsung. Sesi wawancara tak hanya bermanfaat bagi perusahaan, kandidat pun akan memetik faedahnya.
Bagi perusahaan
- Menilai keterampilan teknis: Perekrut memastikan latar belakang keterampilan dan pengalaman kerja kandidat sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh posisi tersebut
- Menilai keterampilan sosial: Perekrut menilai keterampilan sosial kandidat dalam menyampaikan gagasan, menyelesaikan masalah, serta tingkat kepercayaan diri mereka ketika berinteraksi langsung
- Mengukur kecocokan budaya: Perusahaan mengevaluasi kepribadian, nilai personal, dan sikap kerja kandidat apakah cocok dengan tim dan budaya kerja perusahaan atau tidak
Bagi kandidat
- Menunjukkan rekam jejak profesional: Momen terbaik bagi Anda untuk menceritakan pencapaian karier secara lebih naratif dan persuasif
- Mengenal perusahaan: Ini adalah kesempatan kandidat untuk mengenal perusahaan lebih mendalam, seperti lingkungan kerja, ekspektasi target, dan keselarasan dengan rencana karier masa depan
Baca: 3 Pertanyaan yang Tidak Boleh Diajukan Dalam Wawancara Kerja (membuka tab baru)
3 Cara Menjadwalkan Ulang Wawancara Kerja secara Profesional
Bolehkan meminta pengubahan jadwal wawancara kerja? Boleh, terlebih Anda memiliki komitmen mendesak lain yang tidak bisa ditinggalkan. Misalnya, ada rapat di tempat kerja saat ini, urusan membantu orang tua, atau acara pribadi yang bersifat krusial.
Bagaimana cara menjadwalkan ulang wawancara kerja agar terkesan profesional? Ikut langkah berikut ini:
1. Hubungi perekrut secepatnya
Segera setelah Anda menyadari terjadi konflik jadwal, hubungi perekrut secepatnya melalui email dan/atau pesan pendek. Langkah ini memberikan rekam jejak tertulis yang jelas.
Memberikan notifikasi lebih awal–dalam kurun 24 hingga 48 jam sebelum jadwal semula–menunjukkan bahwa Anda menghargai waktu yang telah dialokasikan oleh perusahaan. Menghubungi perekrut secara mendadak atau beberapa jam sebelum wawancara tanpa alasan medis akan dinilai sebagai tindakan yang tidak profesional.
2. Berikan alasan singkat dan masuk akal
Anda tidak perlu memberikan penjelasan yang terlalu panjang atau detail mengenai urusan pribadi. Sampaikan alasan secara ringkas dan masuk akal, seperti:
- “Currently, I have activities on a project in City X that cannot be delegated at that time.”
- “On that day, I had urgent family matters related to my parents' condition, which required me to be present by their side.”
3. Tawarkan alternatif waktu yang spesifik
Jangan biarkan perekrut bingung menentukan jadwal pengganti. Sebagai wujud komitmen dan antusiasme Anda terhadap sesi wawancara tersebut, tawarkan dua hingga tiga opsi alternatif waktu luang Anda pada minggu yang sama atau minggu berikutnya. (membuka tab baru)
Contoh email untuk menjadwalkan ulang wawancara:
Subject: Job Interview Reschedule Request - [Your Name] - [Position Applied For]
Good morning [Company Name] Recruitment team,
Thank you very much for this invitation to interview for the position of [position name], scheduled for [day, date, and time]. I am very enthusiastic about the opportunity to join your company.
However, I sincerely apologize for the urgent work commitments that I have at this time that cannot be left at my current office. Therefore, I would like to request permission to reschedule the interview session.
If you would be willing, I am available on:
- Monday, July 20, 2026, 10:00 AM–1:00 PM WIB
- Tuesday, July 21, 2026, 2:00 PM–4:00 PM WIB
I sincerely hope this schedule can be adjusted to suit your availability. Once again, I apologize for any inconvenience this may cause. Thank you for your understanding and cooperation.
Sincerely,
[Your name]
Adakah kemungkinan permintaan Anda akan ditolak oleh perekrut? Ada. Namun, satu hal yang harus Anda ingat, penolakan atau penerimaan penjadwalan ulang adalah hak perusahaan. Bila mereka sangat menginginkan Anda karena memiliki kualifikasi yang dibutuhkan, maka perusahaan bersedia berkompromi dalam hal ini.
Baca: 4 Pertanyaan Interview yang Sering Dihadapi oleh Kandidat Japanese Speaker
Persiapan bagi Kandidat Japanese Speaker Menghadapi Wawancara Kerja
Bagi Anda yang memiliki kualifikasi sebagai Japanese speaker dan membidik posisi di perusahaan Jepang, proses wawancara kerja memiliki kekhasan yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain. Kultur bisnis Jepang sangat menjunjung tinggi formalitas dan disiplin.
Jika Anda dan perekrut sudah sepakat mengenai jadwal wawancara kerja, maka persiapkan diri untuk memamerkan pengalaman dan keterampilan kerja di hadapan pewawancara. Sebagai referensi, Anda dapat mempersiapkan empat poin ini:
1. Perhatikan penampilan
Mengingat budaya bisnis di perusahaan Jepang sangat menjunjung kerapian, maka Anda sebagai kandidat Japanese speaker perlu memperhatikan penampilan. Ini merupakan langkah profesional karena Anda menghargai diri sendiri dan pihak yang mengundang Anda.
Apa yang harus dikenakan? Anda dapat mengenakan dress code bisnis formal, yakni setelan jas atau blazer warna gelap (hitam atau biru tua), kemeja putih bersih berkancing, rambut tertata rapi, serta riasan wajah yang minimalis.
2. Siapkan pengenalan diri
Sebelum menghadapi wawancara kerja, Anda perlu mempelajari pertanyaan dan jawabannya serta pengenalan diri terlebih dahulu, lalu susun kalimat secara terstruktur. Setidaknya, Anda memiliki kalimat tentang:
- Jikoshoukai: Rangkum latar belakang pendidikan, sertifikasi JLPT yang dimiliki, pengalaman kerja relevan, dan keterampilan teknis Anda dalam durasi satu hingga dua menit.
- Shibou douki: Jelaskan alasan mengapa Anda tertarik bergabung dengan perusahaan tersebut, karena ini menunjukkan Anda telah meriset tentang visi, produk, dan kontribusi perusahaan tersebut di Indonesia
3. Pahami etika wawancara
Perusahaan Jepang menilai kandidat sejak detik pertama mereka memasuki ruangan atau bergabung di ruang pertemuan virtual. Sebelum memasuki ruangan, sebaiknya Anda mengetuk pintu sebanyak tiga kali, lalu mengucapkan, “Shitsurei shimasu.” Dilanjutkan dengan membungkuk dengan sudut sekitar 30 derajat, dan jangan duduk sebelum dipersilakan oleh pewawancara.
4. Pelajari konsep budaya kerja
Saat wawancarai dalam bahasa Jepang, gunakan bahasa formal bisnis dan pahami dinamika industri perusahaan. Selain itu, Anda perlu menunjukkan telah mempelajari konsep budaya kerja ala Jepang. Contohnya, konsep horenso tentang melapor, mengonfirmasi, dan berkonsultasi serta komitmen terhadap kerja sama tim. Ini mengindikasikan Anda memahami permasalahan dan/atau isu terkini sembari menggunakan keterampilan berbahasa.
Jadwal wawancara yang tidak sesuai antara Anda dan perusahaan bukanlah akhir karier. Ini adalah sebuah tantangan bagaimana Anda mengomunikasikan cara menjadwalkan ulang wawancara kerja secara profesional.
Dengan mengirimkan permohonan reschedule secara cepat, jujur, dan memberikan opsi waktu alternatif, perekrut akan melihat Anda sebagai kandidat yang bertanggung jawab dan menghormati waktu orang lain.
Untuk mendukung persiapan wawancara kerja, Anda dapat mengeksplorasi laman ini (membuka tab baru)agar membuka jalan lebar karier impian.


