Skip to main content
Proses Rekrutmen

4 Pertanyaan Interview yang Sering Dihadapi oleh Kandidat Japanese Speaker

Bagi seorang kandidat yang memiliki kemampuan bahasa Jepang atau Japanese speaker, tantangan dalam mencari pekerjaan tidak hanya terletak pada kemahiran linguistik, juga pada pemahaman mengenai perta…

K

KyariGo

Terbit 5 min baca
kyarigo pertanyaan interview

Bagi seorang kandidat yang memiliki kemampuan bahasa Jepang atau Japanese speaker, tantangan dalam mencari pekerjaan tidak hanya terletak pada kemahiran linguistik, juga pada pemahaman mengenai pertanyaan interview.

Ya, sesi wawancara kerja di perusahaan Jepang atau posisi yang membutuhkan bahasa Jepang memiliki karakteristik yang sangat unik dibandingkan dengan wawancara pada umumnya. Karena Anda perlu menyiapkan diri untuk menghadapi struktur pertanyaan dan etika dari sudut pandang budaya kerja di Jepang.

Apa Tujuan Pertanyaan Interview dari Sisi Perusahaan Jepang?

Japanese speaker merupakan seseorang yang dapat berbicara bahasa Jepang, ini termasuk penutur asli (mother tongue) hingga pelajar atau mahasiswa.

Ini adalah kriteria seseorang mampu berbicara dalam bahasa Jepang:

  1. Native speaker atau penutur asli: seseorang yang mempelajari bahasa Jepang sebagai bahasa pertamanya
  2. Fluent speaker: seseorang yang dapat berbicara bahasa Jepang dengan lancar, termasuk yang bukan penutur asli, dengan kemahiran tinggi
  3. Language usage: seseorang yang berbicara bahasa Jepang, language usage sering digunakan untuk menggambarkan demografi, seperti terdapat tiga juta Japanese speaker
  4. Contextual nuances: penutur asli bahasa Jepang sering kali menunjukkan gestur budaya yang berbeda, seperti mengangguk, membungkuk, dan menggunakan bentuk kesopanan tertentu

Sebelum menghadapi manajer dan perekrut di hari H wawancara, Anda harus mengantongi bekal informasi. Mulai dari menguasai keterampilan yang tertera di informasi lowongan kerja (loker), hal-hal teknis, aspirasi karier, hingga profil perusahaan.

Proses rekrutmen untuk posisi Japanese speaker, manajer akan menggali:

  1. Kemampuan komunikasi berjenjang (keigo): melihat apakah kandidat bisa membedakan penggunaan bahasa kepada atasan, rekan kerja, dan klien
  2. Kesesuaian budaya: mengingat Jepang sangat menghargai harmoni (wa), kedisiplinan, dan dedikasi, maka pertanyaan interview dirancang untuk menilai apakah kandidat dapat beradaptasi dengan ritme kerja mereka
  3. Stabilitas dan motivasi: karena proses rekrutmen adalah investasi jangka panjang, maka perusahaan Jepang ingin memastikan kandidat tidak akan mengundurkan diri dalam waktu singkat (rishokuritsu)

Daftar Pertanyaan Interview yang Sering Muncul dan Rekomendasi Jawabannya

Berikut ini empat pertanyaan interview yang sering diajukan oleh manajer kepada kandidat Japanese speaker:

1. Jikoshoukai

Ini adalah pertanyaan interview tentang diri Anda, sehingga jangan hanya menyebutkan nama dan pekerjaan saat ini. Fokuslah pada latar belakang pendidikan, pengalaman kerja yang relevan, dan keterampilan utama, sehingga Anda akan meninggalkan kesan profesional kepada manajer. Tujuan pertanyaan ini adalah menilai kepercayaan diri dan kelancaran dasar bahasa Jepang Anda.

Contoh menjawabnya:

Hajimemashite. [Nama] to moshimasu. Watashi wa [nama universitas] o sotsugyou shi, ABC-sha de tsuuyaku to shite sannenkan hataraite imashita. Watashi no tsuyomi wa, tekisetsu na keigo o tsukatte suumuzu na komyunikeishon o toru koto desu. Yoroshiku onegaishimasu.”

2. Shibou douki

Manajer akan bertanya mengenai shibou douki untuk melihat keseriusan Anda terhadap peran yang dilamar, alasan yang ditonjolkan melamar peran ini, sejauh mana mengenal perusahaan, dan keselarasan visi personal dan perusahaan. Untuk menjawab pertanyaan interview, Anda perlu menghubungkan tujuan karier dengan apa yang bisa diberikan oleh perusahaan. Sebisa mungkin, hindari alasan yang terlalu personal.

Contoh menjawabnya:

Kisha wa [bidang industri] de sekaiteki na shea o motte ori, sono gijutsuryoku ni kanmei o ukemashita. Watashi no gogakuryoku to tsuuyaku no keiken o ikashite, kisha no Indonesia de no jigyou kakudai ni kouken shitai to omoimashita.”

3. Chousho to tansho

Dalam pertanyaan interview ini, pewawancara ingin melihat kejujuran dan tingkat kesadaran diri kandidat sekaligus cara ia mengelola kelemahannya agar tidak mengganggu pekerjaan. Jadi, sebaiknya Anda menyebutkan kekurangan, lalu menyertakan langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengatasinya

Contoh menjawabnya:

Watashi no tansho wa, hitotsu no koto ni chuuchu shisugite shimau koto desu. Shikashi, genzai wa prioritii o tsuke, taimu manejimento o okonau koto de sore o kokufuku shite imasu.”

4. Gyaku shitsumon

Pada akhir wawancara, perekrut atau manajer akan mempersilakan Anda untuk bertanya kepada mereka. Sebisa mungkin, jangan mengatakan “Tidak ada” karena ini bisa mereka anggap Anda kurang tertarik dengan pekerjaan, perusahaan, atau tidak memiliki inisiatif.

Kesempatan ini bertujuan untuk menilai rasa ingin tahu dan inisiatif Anda. Jadi, Anda dapat bertanya tentang detail pekerjaan atau ekspektasi perusahaan terhadap posisi tersebut. Misalnya, “Nyuusha suru made ni, nani o junbi shite okeba yoroshii deshou ka?”

Memang, tak sedikit kandidat yang menguasai bahasa Jepang sering merasa canggung saat berada dalam sesi wawancara kerja. Ada pula kandidat yang mampu berbahasa Jepang secara kasual kerap gugup, jika mereka harus menggunakan keigo. Namun, Anda jangan berkecil hati, karena atasan atau rekan kerja dari Jepang dapat memaklumi kemampuan berbahasa formal Anda yang bisa ditingkatkan sembari bekerja.

3 Tip Menjalani Sesi Wawancara Kerja dengan Lancar

Menjadi Japanese speaker memberikan Anda keunggulan di pasar kerja yang kompetitif saat ini. Di sesi ini, pewawancara tidak hanya menilai tentang kecakapan berbahasa, karena hal itu hanyalah alat. Mereka juga akan menilai karakter dan pemahaman budaya kerja ala Jepang dari sudut pandang Anda.

Untuk menjalani wawancara dengan lancar dan mampu menjawab pertanyaan interview, maka pertimbangkan melakukan tip berikut ini:

1. Berlatih

Tak ada cara lain selain berlatih dalam pengaturan wawancara kerja. Latih cara Anda memperkenalkan diri sambil memberikan kartu nama atau membungkuk dengan sudut yang tepat (biasanya 30-45 derajat pada sesi ini). Gunakan struktur PREP atau point, reason, example, and point agar jawaban Anda sistematis dan mudah dipahami.

Sebisa mungkin, bersikaplah profesional dalam menjawab pertanyaan. Mungkin Anda akan menerima pertanyaan tentang ketertarikan Anda bekerja di perusahaan tersebut. Jawab secara profesional, jangan menjawab Anda menyukai anime atau tokoh favorit anime bekerja di industri yang sama seperti Anda. Jawaban ini bisa dianggap tidak profesional oleh mereka.

2. Riset mendalam

Ketertarikan Anda terhadap peran maupun perusahaan perlu diimbangi dengan riset mendalam. Pahami tanggung jawab kerja pada peran, jenis industri perusahaan, tersebut hingga visi, misi, dan nilai (kigyou rinen) perusahaan tersebut untuk menyelaraskan jawaban Anda.

3. Etika nonverbal

Pelajari etika nonverbal saat wawancara, seperti tata cara membungkuk (ojigi), cara duduk, hingga cara mengetuk pintu. Etika ini sering kali menjadi poin penilaian krusial yang diabaikan oleh kandidat.

Ingatlah prinsip hourensou yang terdiri dari report, inform, consult yang sangat dihargai oleh atasan Jepang, maka tunjukkan hal tersebut dalam wawancara bahwa Anda adalah orang yang komunikatif dalam bekerja dan siap belajar.

Temukan peluang sebagai Japanese speaker di perusahaan impian Anda di laman ini (membuka tab baru).

Artikel Terkait