Interview di Perusahaan Jepang: 7 Hal yang Sering Dinilai Selain Kemampuan Bahasa
Ringkasan artikel Kemampuan bahasa Jepang menjadi salah satu modal bagi kandidat yang ingin bekerja di perusahaan Jepang atau pekerjaan yang membutuhkan komunikasi dengan klien Jepang Namun, kemampua…
KyariGo

Ringkasan artikel
- Kemampuan bahasa Jepang menjadi salah satu modal bagi kandidat yang ingin bekerja di perusahaan Jepang atau pekerjaan yang membutuhkan komunikasi dengan klien Jepang
- Namun, kemampuan kandidat dapat dinilai berdasarkan keterampilan lain atau transferable skills
- Ketika menghadapi interview di perusahaan Jepang, kandidat perlu memahami kebutuhan posisi dan menyiapkan contoh pengalaman yang selaras dengan kualifikasi
Apa yang harus diperhatikan oleh kandidat saat sesi interview di perusahaan Jepang? Pada dasarnya, kandidat perlu meluangkan waktu untuk menghadapi interview kerja di perusahaan mana pun.
Ketika sesi wawancara terjadi di perusahaan Jepang dan posisi yang Anda lamar membutuhkan keterampilan berbahasa, maka persiapkan diri Anda guna menunjukkan keterampilan lain yang dapat mendukung peran yang dibutuhkan oleh perusahaan. Apakah kandidat dengan kemampuan bahasa Jepang otomatis menjadi pilihan perusahaan? Belum tentu. Perekrut dan manajer akan menilai kandidat dari berbagai hal.
Apa Saja yang Sering Dinilai Perekrut dan Manajer Saat Interview di Perusahaan Jepang?
Memiliki kemampuan bahasa Jepang dapat membuka peluang karier di berbagai bidang, mulai dari interpreter dan translator, sales, purchasing, engineering, hingga human resources. Keterampilan bahasa Jepang dapat dimanfaatkan dalam berbagai aspek pekerjaan, mulai dari berkoordinasi dengan rekan kerja, menghadapi dan menyelesaikan tantangan, hingga menciptakan inovasi untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
Sebelum memasuki dunia kerja, Anda akan menghadapi proses rekrutmen. Salah satu proses tersebut adalah interview kerja. Untuk mempersiapkan interview, Anda tidak berhenti pada latihan percakapan bahasa Jepang, karena perekrut dan hiring manager (manajer atau user interview) akan menilai keterampilan lain.
1. Keterampilan komunikasi
Keterampilan komunikasi tidak hanya berarti mampu berbicara dalam bahasa Jepang dengan lancar. Pewawancara juga akan menilai apakah kandidat dapat menyampaikan informasi secara jelas, mendengarkan pertanyaan dengan saksama, serta menjelaskan pengalaman kerja sebelumnya secara terstruktur.
Dalam interview, Anda akan diminta menjelaskan tanggung jawab di pekerjaan sebelumnya, kontribusi dalam suatu proyek, atau alasan mengambil keputusan tertentu. Anda bisa menunjukkan kemampuan komunikasi dengan menjelaskan konteks, tanggung jawab pribadi, tindakan yang dilakukan, dan hasil yang diperoleh. Keterampilan ini relevan bagi interpreter dan translator, karena memahami bahasa sumber dan bahasa sasaran, karena Anda perlu menyampaikan makna secara akurat serta memahami kebutuhan orang yang berkomunikasi.
2. Problem solving
Pewawancara dapat menilai bagaimana kandidat menjalankan keterampilan problem solving-nya tentang mengenali masalah, mencari penyebab, mempertimbangkan pilihan, dan menentukan solusinya. Pertanyaan tentang problem solving akan disesuaikan dengan peran yang Anda lamar. Misalnya, Anda melamar sebagai purchasing staff yang menghadapi keterlambatan pengiriman barang, maka Anda wajib mengetahui informasi yang harus dikonfirmasi, pihak yang perlu dihubungi, serta cara mengomunikasikan dampaknya kepada tim terkait.
3. Teamwork
Salah satu penilaian interview di perusahaan Jepang adalah kemampuan teamwork. Mengapa demikian? Karena pekerjaan di mana pun perusahaannya akan melibatkan berbagai pihak. Jadi, perekrut akan menilai bagaimana Anda menjalankan peran sebelumnya, cara menyampaikan perkembangan pekerjaan, berkoordinasi dengan tim lokal dan tim Jepang, cara meminta bantuan ketika menghadapi hambatan, serta sikap Anda dalam merespons perbedaan pendapat.
4. Beradaptasi
Kemampuan beradaptasi berarti mampu memahami lingkungan baru, mempelajari prosedur, menerima masukan, serta menyesuaikan cara kerja ketika situasi membutuhkannya. Dalam perusahaan Jepang, karyawan perlu beradaptasi dengan pola komunikasi, standar dokumentasi, proses persetujuan, atau kebiasaan berkoordinasi terhadap setiap proses pekerjaan.
Memang, cara kerja di setiap perusahaan bisa berbeda, karena industri, ukuran perusahaan, kebijakan internal, tim, dan peran. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menunjukkan kesiapan untuk memahami aturan dan ekspektasi di tempat kerja yang dituju, maka jelaskan pengalaman kerja dan tunjukkan sikap sopan dalam proses wawancara.
5. Pemahaman terhadap pekerjaan
Pewawancara akan menilai pemahaman Anda terhadap tanggung jawab pekerjaan. Mereka akan bertanya tentang technical dan transferable skills yang digunakan untuk menjalankan tugas serta hasil yang diharapkan dari posisi tersebut. Pemahaman ini juga membantu mereka menilai motivasi Anda.
Misalnya, lowongan Japanese-speaking sales dapat mensyaratkan kemampuan mencari pelanggan, melakukan negosiasi, menjaga hubungan bisnis, dan mencapai target penjualan, sedangkan posisi Japanese-speaking HR lebih banyak berkaitan dengan administrasi karyawan, proses rekrutmen, koordinasi internal, dan strategi retensi.
6. Kemauan belajar
Kebutuhan pekerjaan dapat berkembang seiring perubahan sistem, target bisnis, dan tanggung jawab, maka pewawancara akan mengidentifikasi kandidat yang memiliki kemauan untuk terus belajar. Mereka akan mendengarkan setiap penjelasan kandidat. Misalnya, staf keuangan yang tak ragu belajar untuk memperdalam keterampilan negosiasi dan pengelolaan pelanggan, interpreter sedang memperdalam analisis data penjualan, atau memperbaiki proses yang berulang agar efisien.
7. Sikap profesional
Sikap profesional terlihat melalui cara seseorang menjawab pertanyaan, mengakui keterbatasan, dan menjelaskan tanggung jawab pekerjaan selama sesi interview. Untuk posisi yang melibatkan bahasa Jepang, sikap profesional juga dapat mencakup kehati-hatian ketika menyampaikan informasi. Jika belum yakin memahami instruksi, kandidat sebaiknya mengonfirmasi daripada membuat asumsi yang berisiko menimbulkan kesalahan.
Baca: Durasi Proses Rekrutmen di Perusahaan Jepang dari Apply sampai Offering (membuka tab baru)
KyariGo Insight
KyariGo mengamati bahwa seseorang dengan kemampuan bahasa Jepang tak langsung diterima sebagai karyawan baru oleh perusahaan. Pasalnya, kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbahasa, juga bagaimana kandidat menerapkan keterampilan tersebut untuk menjalankan tanggung jawab pekerjaan, seperti berkoordinasi dengan orang lain, menghadapi tantangan, serta menyampaikan informasi yang relevan dan jelas.
Bagi Japanese speaker yang sedang mencari peluang baru, sebaiknya Anda mempersiapkan dua hal secara bersamaan, yaitu keterampilan berbahasa Jepang yang sesuai dengan posisi yang dilamar dan bukti pengalaman yang menunjukkan kompetensi kerja. Sebelum menyambangi sesi wawancara, Anda perlu membaca job description, pilih beberapa pengalaman yang relevan, lalu berlatih menjawab dengan metode STAR. Pastikan setiap jawaban menjelaskan tindakan dan kontribusi pribadi, bukan hanya menyebutkan kelebihan secara umum.
Bagi kandidat yang belum memiliki pengalaman profesional, Anda dapat menjelaskan peran dan tugas ketika terlibat dalam proyek kuliah, magang, organisasi, atau kegiatan lain. Dengan catatan, jawaban Anda relevan terhadap pertanyaan pewawancara. Perusahaan tak hanya melihat kemampuan bahasa yang Anda kuasai, juga nilai yang berpotensi diberikan oleh Anda kepada perusahaan.
Baca: Waktu yang Dibutuhkan untuk Mendapatkan Sertifikat JLPT melalui Jalur Kuliah dan Les (membuka tab baru)
4 Cara Menyusun Jawaban Interview dan Contoh Pertanyaannya
Untuk menyusun jawaban interview, Anda dapat menggunakan metode STAR (situation, task, action, dan result). Metode ini membantu Anda menjelaskan sesuatu secara terstruktur, sehingga perekrut lebih mudah memahami konteks, peran, tindakan, dan hasil yang dicapai.
1. Situation
Ini menjelaskan konteks pembahasan (pengalaman, keterampilan teknis, atau tantangan) secara singkat. Isi jawaban akan membahas apa yang sedang terjadi, di mana situasi itu berlangsung, dan siapa saja yang terlibat.
2. Task
Seperti namanya, ini menjelaskan tanggung jawab Anda dan apa yang perlu dicapai atau diselesaikan.
3. Action
Bagian ini menguraikan tindakan yang Anda lakukan. Pewawancara akan menilai bagaimana cara Anda berkomunikasi, memecahkan masalah, berkoordinasi, atau beradaptasi.
4. Result
Anda harus menyampaikan hasil kinerja atau penyelesaian proyek. Jika tersedia, Anda bisa menggunakan data untuk membandingkan sebelum dan setelah Anda menyelesaikan suatu tugas. Jika tidak ada angka, jelaskan hasil yang dapat diamati dan pelajaran yang diperoleh.
Contoh jawaban menggunakan metode STAR:
1. Pertanyaan tentang pengalaman kerja
“Tell me about a time when you had to coordinate with others to complete a task.”
Jawaban
“While working on a group project, we needed to combine data from several members before a deadline. I was responsible for collecting and ensuring the incoming data conformed to the agreed-upon format, then creating a list of data requirements, distributing deadlines, and contacting members who encountered any issues. Once the data was collected, I checked for completeness and confirmed any unclear points. The data was then combined according to the project's needs. From this experience, I learned that dividing tasks and regular confirmation helps reduce misunderstandings.”
2. Pertanyaan tentang problem solving
“Tell me about a problem you encountered while working on a project or at work.”
Jawaban
“I once discovered a discrepancy in the data in a sales report that could have caused the company a significant financial loss. My responsibility was to identify the cause of the discrepancy and ensure that the report contained accurate information.
I checked the data sources, compared the available records, and confirmed the information with the relevant parties. After identifying the cause, I corrected the report and double-checked the data to ensure its accuracy. As a result, my actions helped prevent a potential financial loss of IDR 200 million. This experience taught me the importance of being detail-oriented, verifying information carefully, and taking responsibility for the accuracy of my work..”
3. Pertanyaan tentang pemahaman terhadap pekerjaan
“How can your experience and skills support this role?”
Jawaban
“In my previous experience, I was responsible for completing tasks that required communication, attention to detail, and time management. I needed to ensure that my work met the required standards and was completed within the given deadlines. I organized my tasks based on priority, communicated with relevant team members when necessary, and checked my work before submitting it. I also learned to adapt to new tasks and improve my skills based on feedback. As a result, I was able to complete my responsibilities more effectively and contribute to the team's goals. I believe these skills would help me perform well in this role and continue to grow professionally.”
4. Pertanyaan tentang sikap profesional
“How do you ensure accuracy when working under tight deadlines?”
Jawaban
“In my work, I sometimes need to complete several tasks within tight deadlines while maintaining the quality of the results. My responsibility is to finish the work on time without compromising accuracy. I prioritize tasks based on urgency and importance, break larger tasks into smaller steps, and use a checklist to track my progress. Before submitting my work, I review the key details and double-check any information that could affect the final result. This approach helps me manage my time effectively, minimize mistakes, and deliver work that meets the expected standards, even under time pressure.”
Kapan hari interview Anda? Siapkan diri untuk menghadapinya! Jika Anda membutuhkan informasi tentang proses rekrutmen dan peluang baru bagi Japanese speaker, kunjungi laman ini (membuka tab baru).


