Strategi Menjawab Pertanyaan “Kenapa Belajar Bahasa Jepang?” Saat Interview
Salah satu topik klasik tetapi “mematikan” saat wawancara kerja adalah menjawab pertanyaan, “Kenapa belajar bahasa Jepang?” Tak sedikit terjebak dengan jawaban yang terlalu personal, padahal perekrut…
KyariGo

Salah satu topik klasik tetapi “mematikan” saat wawancara kerja adalah menjawab pertanyaan, “Kenapa belajar bahasa Jepang?” Tak sedikit terjebak dengan jawaban yang terlalu personal, padahal perekrut atau hiring manager (user atau manajer) menilai jawaban profesional.
Pertanyaan tersebut terdengar basa-basi untuk mencairkan suasana, tetapi jawaban Anda akan mencerminkan dari dedikasi, logika berpikir, dan tujuan karier di masa depan. Mengingat persaingan kandidat Japanese speaker semakin ketat, maka jangan memberikan jawaban, “Saya suka budaya Jepang.”
Tujuan Pewawancara Menanyakan Alasan Anda Belajar Bahasa Jepang
Ketika perekrut dan/atau manajer dari perusahaan Jepang bertanya mengapa Anda belajar bahasa Jepang bukan sekadar pertanyaan ice breaker atau mereka tidak ingin tahu hobi Anda. Pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan, tetapi bertujuan:
1. Mengukur ketekunan
Bahasa Jepang dikenal sebagai salah satu bahasa tersulit di dunia bagi penutur non-native. Dengan menanyakan alasan Anda mempelajarinya, pewawancara ingin menilai apakah Anda tipe orang yang mampu berkomitmen pada tugas sulit dalam jangka panjang. Jika jawaban Anda dinilai dangkal, mereka khawatir Anda akan tidak memiliki ketekunan ketika menghadapi tugas berat atau mudah menyerah saat menerima tantangan kerja yang kompleks.
2. Menilai kesesuaian budaya
Belajar bahasa Jepang bukan hanya soal kosakata, tapi juga memahami etika (manners), hierarki, dan konsep omotenashi. Jawaban akan menunjukkan sejauh mana Anda memahami cara dan budaya kerja orang Jepang. Pilihan kalimat pun penting, sebab alasan Anda belajar bahasa Jepang karena menghargai nilai kedisiplinan mereka atau faktor lain.
3. Return on investment
Perusahaan ingin memastikan bahwa investasi mereka ketika merekrut Anda akan sebanding atau ini disebut dengan return on investment. Biasanya, kandidat yang memiliki jawaban strategis dalam belajar bahasa Jepang berkesempatan memiliki rencana karier yang lebih stabil di perusahaan tersebut.
3 Contoh Menjawab Pertanyaan “Kenapa Belajar Bahasa Jepang?” Saat Interview
Bagi kandidat Japanese speaker, persiapkan diri Anda untuk menjawab pertanyaan, “Kenapa belajar bahasa Jepang?” atau “Nihongo o benkyou shita kikkake wa nandesuka?” sebelum hari H.
Agar jawaban terstruktur dan tidak bertele-tele, sebaiknya Anda menggunakan PREP (point, reason, example, point). Metode ini menunjukkan pola pikir yang logis dari kandidat, karena:
- Point memberikan pernyataan langsung tentang alasan utama Anda
- Reason menjelaskan mengapa alasan tersebut penting bagi Anda
- Example menceritakan perjalanan Anda, seperti perjuangan mendapatkan JLPT atau pengalaman menggunakan bahasa tersebut
- Point yang terakhir merujuk pada penegasan yang menghubungkan kembali bagaimana kemampuan ini akan bermanfaat bagi perusahaan
Bagi Anda yang menyandang gelar sarjana sastra atau pendidikan bahasa Jepang, setidaknya tidak memberikan jawaban yang terdengar tidak profesional, seperti suka dengan anime, manga, atau aktor tertentu. Bayangkan, Anda telah menginvestasikan tiga atau empat tahun secara akademis, tetapi jawaban Anda tidak mencerminkan kedalaman intelektual tersebut.
Selain PREP, Anda dapat menyusun kalimat yang mengarah kepada:
- Penyelarasan minat pribadi dengan kebutuhan industri atau job description
- Ketertarikan pada struktur linguistik atau sistem pemikiran orang Jepang yang tercermin dalam bahasanya
- Tunjukkan bahwa Anda adalah individu yang visioner dan melihat potensi kerja sama ekonomi Indonesia-Jepang
- Saat menjawab, pastikan kontak mata stabil dan akhiri jawaban dengan sedikit anggukan kepala sebagai tanda hormat
Contoh 1
Jawaban ini bagi Anda yang ingin menunjukkan diri sebagai individu yang bekerja keras dan berorientasi pada detail.
“Motomoto wa Nihon no gijutsuryoku ni kyoumi o motta koto ga kikkake deshita ga, gakushuu o susumeru naka de, Nihongo no shuutoku ni wa saibu e no kodawari ya ninataizuyosa ga fukatsu de aru to jikkan itashimashita. Sono doryoku no kekka, ninenkan de Nihongo nouryoku shiken (JLPT) no Enu-ni o shutoku suru koto ga deki, mokuhyou tassei ni mukete keizoku suru chikara o ayashimashita. Kono "seikakusa" to "nebarizuyosa" o ikashi, kisha no gyoumu ni oitemo kouken shite ikitai to kangaete orimasu.”
Contoh 2
Referensi jawaban ini untuk menunjukkan bahwa Anda melamar pada perusahaan multinasional atau posisi koordinasi.
“Guroobaru na ichiba ni oite, Nihongoryoku wa hijou ni kyouryoku na kyousou yuuyisei (adabanteiji) ni naru to kangaete orimasu. Kisha no you na kokusaiteki na hinshitsu kijun o hokoru kigyou de, jibun no chikara o hakki shitai to tsuyoku negatte orimasu. Watashi no gogakuryoku o tsuujite, Nihon no honsha to Indonesia no genchi chiimu no aida no enkatsu na renkei·chouseiyaku to shite, bijinesu no seikou ni kouken dekiru to kakushin shite orimasu.”
Contoh 3
Contoh jawaban ini untuk menunjukkan sisi intelektual dan pemahaman mendalam tentang tata krama Jepang.
“Nihongo to iu gengo ga "Wa" to iu dokuji no gainen o ika ni han-ei shite iru ka ni fukai kanshin o mochi, Nihon bungakka o senkou itashimashita. Daigaku de no gakujutsuteki na manabi o tsuuji, Nihon ni okeru bijinesu koushou no seihi ni wa, kotoba-erabi no seikakusa ya haikei ni aru bunka no rikai ga fukatsu de aru koto o manabimashita. Kono fukai dousatsuryoku to senmon chishiki o ikashi, purofesshonaru to shite kisha ni kouken shitai to kangaete orimasu.”
Menjawab pertanyaan, “Kenapa belajar bahasa Jepang?” adalah peluang untuk “menjual” diri Anda. Dalam hal ini, Anda jangan hanya bercerita tentang masa lalu, tetapi fokuslah pada bagaimana kemampuan tersebut akan menjadi aset bagi perusahaan di masa depan.
Temukan peluang baru sebagai Japanese speaker berdasarkan bidang kerja Anda di laman ini (membuka tab baru).


