Tak Hanya Soal Gaji: Mempertimbangkan 8 Aspek Sebelum Menerima Tawaran Kerja Japanese Speaker
Ringkasan artikel Membandingkan tawaran kerja Japanese speaker tidak cukup hanya dengan melihat nominal gaji Kandidat perlu mempertimbangkan keseluruhan kompensasi, termasuk faktor finansial dan nonf…
KyariGo

Ringkasan artikel
- Membandingkan tawaran kerja Japanese speaker tidak cukup hanya dengan melihat nominal gaji
- Kandidat perlu mempertimbangkan keseluruhan kompensasi, termasuk faktor finansial dan nonfinansial
- Bandingkan setiap tawaran kerja dan sesuaikan dengan kebutuhan serta tujuan karier
Sebagai kandidat Japanese speaker, mendapatkan tawaran kerja merupakan pencapaian dalam proses pencarian peluang baru. Di tengah kondisi saat ini, kita sangat bersyukur jika menerima tawaran kerja lebih dari satu perusahaan, meskipun hal itu akan menyulitkan kita dalam menentukan pilihan. Untuk mempermudah pilihan, kita perlu membandingkan tawaran kerja Japanese speaker yang tak hanya melihat dari gaji. Bagaimana caranya?
Mengapa Tawaran Kerja Japanese Speaker Perlu Dibandingkan dengan Cermat?
Setiap tawaran kerja wajib dipertimbangkan dan dibandingkan secara cermat guna mendukung perjalanan karier seseorang. Langkah tersebut dilakukan oleh semua pencari kerja, termasuk kandidat Japanese speaker.
Jika Anda menghadapi dua tawaran pekerjaan, maka tugas selanjutnya adalah menganalisis tanggung jawab kerja plus kompensasi finansial dan nonfinansial. Ketika menganalisis, Anda menghadapi perusahaan pertama menawarkan gaji lebih tinggi, sedangkan perusahaan kedua menawarkan tunjangan lebih lengkap atau peluang pengembangan karier yang lebih menjanjikan, meski gaji tidak setinggi yang pertama.
Selain itu, Anda juga perlu menganalisis tanggung jawab, seperti apakah bahasa Jepang digunakan dalam pekerjaan sehari-hari, apa saja tugas yang memerlukan bahasa Jepang, apakah karyawan akan berkomunikasi langsung dengan klien atau berkoordinasi dengan kantor pusat di Jepang, dan keterampilan apa saya yang bisa dikembangkan selama menduduki posisi tersebut.
Baca: Perbedaan Peluang Kerja Pemilik JLPT: Apakah N1 Selalu Paling Banyak Dicari (membuka tab baru)
8 Aspek yang Harus Dipertimbangkan Dalam Menerima Tawaran Kerja
Mengingat, tawaran kerja bukan sekadar memilih dengan angka gaji paling besar, maka kandidat harus mempertimbangkan setiap penawaran secara berdampingan, baik yang bersifat finansial maupun nonfinansial. Untuk memudahkan Anda, KyariGo akan memberikan referensi delapan aspek yang perlu Anda pertimbangkan dalam menerima tawaran kerja Japanese speaker.
1. Gaji pokok
Gaji pokok (gapok) merupakan komponen utama dalam penggajian. Biasanya, nominal gapok menggunakan periode bulanan. Misalnya, gapok Rp5,5 juta per bulan.
Sebagai kandidat Japanese speaker, Anda dapat mempertimbangkan kesesuaian gaji pokok dengan pengalaman kerja, tingkat tanggung jawab, kemampuan bahasa Jepang, serta keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Pastikan pula apakah gaji dan tunjangan sudah termasuk PPh 21 atau belum, karena hal itu akan memengaruhi total pendapatan.
2. Tunjangan tetap dan tidak tetap
Tunjangan bisa berupa tunjangan tetap dan tidak tetap yang diberikan setiap bulan. Yang bersifat tetap bisa berupa tunjangan jabatan, PPh 21, dan asuransi jiwa, sedangkan tidak tetap berupa tunjangan makan siang, kehadiran, dan program pelatihan.
Bagi Japanese speaker, tunjangan bahasa Jepang bisa menjadi salah satu poin yang perlu dipertimbangkan, meskipun tidak semua perusahaan Jepang memberikan tunjangan tersebut. Jika perusahaan memberikan tunjangan bahasa, maka pastikan hal itu tertulis dalam penawaran kerja.
Selain gaji dan tunjangan, perusahaan juga wajib membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan upah lembur. Besaran jumlah masing-masing berdasarkan regulasi. Biasanya, penghitungan gaji, tunjangan, dan lainnya akan tercatat sebagai total rewards package.
3. Kewajiban perusahaan
Dalam regulasi ketenagakerjaan, perusahaan wajib memberikan tunjangan hari raya (THR), iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, serta uang lembur kepada karyawan. Untuk THR, penghitungan akan disesuaikan dengan masa kerja, sedangkan iuran BPJS akan disesuaikan dengan persentase gaji serta risiko kerja.
Bagi Japanese speaker yang bekerja sebagai interpreter, koordinasi bisnis, produksi, atau customer service, kemungkinan akan bekerja lembur. Jadi, Anda bisa bertanya kepada HR tentang proses dan durasi lembur plus penghitungannya. Jika suatu tawaran tampak lebih tinggi karena upah lembur yang sering dilakukan, bandingkan jumlah jam kerja dan waktu istirahat yang dibutuhkan.
4. Bonus
Ketika perusahaan mengirimkan offer letter dan di sana tertulis soal bonus, maka Anda perlu memahami syarat penerimaannya. Tanyakan kepada HR, apakah bonus bersifat tetap, dijamin dalam kontrak, atau bergantung pada performa individu dan perusahaan. Jika ini berhubungan dengan penilaian kinerja, maka pastikan periode penilaian, waktu pembayaran, serta ketentuan masa kerja.
5. Jam kerja
Dalam membandingkan tawaran kerja, jangan lupakan tentang jam kerja. Pastikan Anda memahami mulai dan berakhir jam kerja, fleksibel atau tidak, waktu istirahat, sistem sif atau roster, serta komunikasi di luar jam kerja.
Bagi Japanese speaker yang berkoordinasi dengan kantor pusat atau klien di Jepang, perhatikan apakah terdapat rapat rutin di luar jam kerja Indonesia, karena perbedaan zona waktu atau kebutuhan operasional. Tanyakan juga bagaimana perusahaan menangani pekerjaan mendesak, lembur, dan pembagian beban kerja. Informasi ini membantu Anda memperkirakan apakah ritme pekerjaan dapat dijalani secara berkelanjutan.
6 . Lokasi kerja
Keterangan lokasi kantor tak hanya di kantor, karena Japanese speaker yang bekerja di industri manufaktur sering kali harus melakukan perjalanan dinas ke pabrik yang berada di kota lain, lokasi klien, atau kemungkinan relokasi. Anda juga perlu mempertimbangkan waktu perjalanan dari rumah ke lokasi kerja plus biaya transportasinya, sehingga bisa memperkirakan bujet perjalanan per bulan.
7. Program pelatihan
Untuk meningkatkan keterampilan bahasa Jepang, Japanese speaker memerlukan program pelatihan sekaligus ujian sertifikasi profesional. Oleh karena itu, cek tawaran kerja Anda apakah perusahaan memberikan dana untuk hal tersebut atau tidak. Selain pelatihan bahasa, perusahaan juga bisa memberikan pelatihan tentang proses produksi, project management, negosiasi, administrasi bisnis, atau data analisis.
8. Career path
Jangan hanya melihat jabatan awal, Anda juga perlu mempertimbangkan career path di posisi dan perusahaan tersebut. Bukan tak mungkin terdapat perkembangan peran dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Misalnya, posisi sales Japanese speaker dapat membuka kesempatan untuk berkembang ke account management, business development, atau manajemen penjualan.
Baca: Kenapa Loker Japanese Speaker Banyak di Karawang dan Cikarang? (membuka tab baru)
KyariGo Insight
Dalam membandingkan tawaran kerja Japanese speaker, KyariGo menyarankan Anda untuk menilai dua hal, yaitu manfaat yang diterima saat ini dan keterampilan yang dapat dikembangkan di masa depan. Tak ada satu pilihan yang terbaik, karena prioritas, kondisi hidup, dan tujuan profesional setiap orang berbeda.
Jika ada tawaran yang memenuhi kebutuhan finansial sekaligus mendukung arah karier yang ingin dicapai, Anda dapat menerimanya. Namun, bila prioritas Anda adalah meningkatkan pendapatan, maka perhatikan penghasilan tetap, tunjangan, kepastian bonus, dan pengeluaran terkait pekerjaan. Jika ingin memperluas jalur karier, Anda harus mempertimbangkan tanggung jawab, program pelatihan, kesempatan berinteraksi dengan pihak Jepang, serta kemungkinan mengembangkan keahlian di bidang lain.
4 Langkah Menentukan Pilihan Sebelum Menerima Tawaran Kerja Japanese Speaker
Keputusan yang objektif memerlukan penilaian yang tepat. Untuk mempermudah Anda memutuskan pengambilan tawaran kerja, tak ada salahnya membuat checklist ini. Contoh di bawah ketika Anda mendapatkan dua tawaran kerja sebagai Japanese speaker di Jakarta.
| Komponen | Perusahaan A | Perusahaan B |
|---|---|---|
| Gaji pokok per bulan | Rp9 juta | Rp8 juta |
| Tunjangan tetap per bulan | Rp500 ribu | Rp1 juta |
| Total penghasilan tetap per bulan | Rp9,5 juta | Rp9 juta |
| Bonus | Berdasarkan performa | Jika perusahaan memperoleh laba |
| Transportasi | Rp50 ribu per kedatangan | Tidak ada |
| Lokasi kerja | 25 KM dari rumah, menggunakan KRL dan TransJakarta | 5 KM dari rumah, menggunakan angkutan kota |
| Makan siang | Tidak ada | Ada |
| Kewajiban perusahaan (THR, BPJS, dan uang lembur) | Ada | Ada |
| Penggunaan bahasa Jepang | Komunikasi dengan atasan Jepang | Koordinasi bisnis dengan klien |
| Program peningkatan bahasa Jepang | Ada | Ada |
Dari contoh tersebut, tawaran dari perusahaan A memiliki gapok lebih tinggi, tetapi tawaran B memberikan tunjangan makan siang dan jarak dari rumah ke kantor lebih dekat. Memang, perusahaan A memberikan tunjangan transportasi, tetapi jarak tempuh dari rumah cukup jauh, sehingga memengaruhi biaya perjalanan sehari-hari.
Untuk menentukan pilihan, Anda memerlukan langkah:
1. Hitung penghasilan tetap tahunan
Menghitung penghasilan selama satu tahun (12 bulan), THR secara terpisah berdasarkan penghitungan secara prorata, lalu bandingkan keduanya. Jangan memasukkan bonus atau uang lembur, karena Anda belum memulai pekerjaannya.
2. Periksa nilai tunjangan
Memeriksa nilai tunjangan tetap atau yang memiliki nominal lebih mudah dibandingkan yang tidak ada, meskipun Anda bisa memperkirakan nilainya. Misalnya, tunjangan transportasi dan makan siang dibandingkan dengan pengeluaran keduanya per bulan plus waktu perjalanan pergi dan pulang.
3. Peluang karier
Selanjutnya, Anda menentukan peluang karier yang diberikan oleh perusahaan tersebut. Bila tujuan karier Anda ke bidang bisnis, maka pilih peran dengan tanggung jawab yang berhubungan dengan customer relations dan negosiasi.
Jika ingin menguasai bidang penerjemahan, perannya ialah interpreter. Pastikan kepada perekrut atau manajer bahwa tanggung jawab harian Anda akan menggunakan bahasa Jepang, berinteraksi dengan atasan dan tim dari Jepang, menjadi jembatan komunikasi dalam rapat tim Jepang dan Indonesia, dan berkesempatan mengikuti pelatihan di Jepang.
4. Prioritas personal
Sebelum menerima tawaran pekerjaan, Anda juga perlu memperhatikan prioritas personal. Misalnya, Anda mengutamakan pekerjaan dengan waktu kerja dari 10.00–18.00, penghasilan stabil, dan memberikan program pengembangan karier, lalu menilai penawaran dari perusahaan. Apakah keduanya cocok atau bisa dikompromikan? Penilaian tersebut bukan rumus mutlak, tetapi memperjelas alasan di balik keputusan Anda.
Menerima tawaran kerja merupakan keputusan penting yang memengaruhi kondisi finansial, keseharian, dan perkembangan profesional. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek finansial maupun nonfinansial, kandidat Japanese speaker dapat membuat keputusan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.


