Pertimbangan Pemimpin Saat Merekrut Japanese Speaker yang Wajib Diketahui Kandidat
Ringkasan artikel Kemampuan bahasa Jepang merupakan salah satu kualifikasi penting bagi Japanese speaker, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan perusahaan saat merekrut kandidatPemimpin dapat memper…
KyariGo

Ringkasan artikel
- Kemampuan bahasa Jepang merupakan salah satu kualifikasi penting bagi Japanese speaker, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan perusahaan saat merekrut kandidat
- Pemimpin dapat mempertimbangkan kemampuan komunikasi, pengalaman kerja, kompetensi sesuai posisi, serta kemampuan kandidat beradaptasi dengan lingkungan kerja
- Kandidat dapat meningkatkan peluang diterima dengan memahami kebutuhan perusahaan dan menunjukkan bagaimana kemampuan bahasa Jepang dapat mendukung pekerjaan yang dilamar
Di Indonesia, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Jepang dapat ditemukan pada berbagai bidang, mulai dari manufaktur, engineering, sales, hingga administrasi dan operasional. Perusahaan Jepang memiliki kualifikasi serta pertimbangan pemimpin saat merekrut Japanese speaker.
Mereka tak hanya memperhatikan kemampuan berbahasa Jepang kandidat, juga keterampilan serta pengetahuan dalam peran yang dilamar. Untuk mengetahui tentang proses rekrutmen kandidat Japanese speaker, cek informasi di bawah ini.
5 Kualifikasi yang Harus Dimiliki oleh Japanese Speaker
Kemampuan berbahasa Jepang dapat menjadi keunggulan bagi Anda yang ingin membangun karier di perusahaan Jepang atau perusahaan yang memiliki hubungan bisnis dengan negara berjulukan Matahari Terbit. Untuk menjadi penutur bahasa Jepang, Anda memerlukan setidaknya lima kualifikasi. Mereka adalah:
1. Kemampuan bahasa Jepang sesuai dengan kebutuhan
Sertifikasi Japanese-Language Proficiency Test (JLPT) menjadi bukti kemampuan berbahasa Anda. Namun, perusahaan juga akan menilai apakah kemampuan Anda sesuai dengan kebutuhan bisnis, seperti perekrut dan manajer akan mengidentifikasi pemahaman berbahasa kandidat berdasarkan peran, tanggung jawab kerja, hingga tren industri.
2. Keterampilan berkomunikasi
Mengingat Japanese speaker di perusahaan kerap menjadi penghubung antara manajer Jepang dengan karyawan Indonesia, maka ia harus memiliki keterampilan komunikasi yang mumpuni. Mulai dari menyampaikan informasi secara jelas, memahami instruksi, melakukan koordinasi, serta menyesuaikan cara berkomunikasi dengan lawan bicara. Pada posisi tertentu, ia bisa menulis email, membuat laporan, melakukan presentasi, atau melakukan negosiasi dalam bahasa Jepang.
3. Pemahaman terhadap konteks bisnis
Bahasa Jepang yang digunakan dalam percakapan sehari-hari berbeda dengan bahasa yang digunakan di lingkungan profesional. Jadi, kandidat Japanese speaker perlu memahami konteks dan kosakata bisnis, etika komunikasi, serta penggunaan bahasa formal sesuai kebutuhan pekerjaan.
4. Kompetensi sesuai posisi
Kemampuan bahasa Jepang perlu berjalan bersama kompetensi pekerjaan. Sebagai contoh, kandidat Japanese speaker yang melamar posisi engineer wajib memahami engineering, melamar peran accounting perlu memiliki kemampuan accounting, atau melamar sales harus memahami proses penjualan dan memiliki kemampuan negosiasi.
Hal ini bisa dilihat di laman Peoplyee (membuka tab baru), salah satu unggahan lowongan kerja sebagai marketing Japanese speaker memiliki tanggung jawab dan kualifikasi spesifik.
Contoh:
Marketing Account Officer (Japanese Speaker)
Jobs description
- Identify and approach prospective customers in the heavy equipment and machinery segment
- Understand customer business needs and prepare comprehensive reports to support financial facility approvals
- Prepare and submit financing applications according to internal procedures and required documentation
- Manage active deal accounts, including monitoring progress and collecting payments on time
- Develop new customer opportunities while maintaining strong relationships with existing customers
- Support internal administrative processes related to sales operations, documentation, and reporting
Jobs requirements
- Education: Bachelor's degree in marketing, banking, finance, or economics
- Language: JLPT N1 to N3
- Experience: Minimum two years of experience in sales or marketing as an Account Officer within corporate banking and/or lending
5. Kemampuan beradaptasi dan bekerja sama
Sering kali kualifikasi ini tidak dicantumkan di lowongan kerja, tetapi sebagai makhluk sosial yang berinteraksi dengan orang lain di tempat kerja, kita perlu mempunyai kemampuan beradaptasi dan bekerja sama.
Di perusahaan Jepang, kedua kemampuan ini sangat diperlukan untuk memahami perbedaan cara kerja sekaligus terbuka dengan umpan balik yang bisa digunakan sebagai perbaikan kinerja. Dengan kemampuan tersebut Anda dapat berkomunikasi dengan kolega, atasan, klien, atau mitra bisnis dari berbagai latar belakang.
Baca: Perbedaan JLPT dan JFT: Panduan Memilih Sertifikasi Bahasa Jepang yang Tepat (membuka tab baru)
Apa Pertimbangan Pemimpin Saat Merekrut Japanese Speaker? Cek 7 Poin Ini
Setelah memahami kualifikasi di atas, Anda perlu mengetahui bahwa pemimpin memiliki pertimbangan tersendiri ketika memilih kandidat Japanese speaker.
1. Kemampuan bahasa Jepang
Poin pertama atau hal mutlak yang dipertimbangkan oleh pemimpin Jepang ketika merekrut calon karyawan Japanese speaker ialah kemampuan berbahasanya. Ia tidak hanya menilai dari sertifikat JLPT, juga menilai kandidat dari sisi kemampuan berbahasa Jepang saat berkomunikasi, cara menyampaikan gagasan, menjelaskan suatu masalah, hingga merespons jawaban.
2. Keterampilan kerja
Pertimbangan pemimpin saat merekrut Japanese speaker berikutnya adalah keterampilan kerja, baik technical atau transferable skills. Dengan memiliki keterampilan kerja, kandidat dapat menjalankan tanggung jawab terhadap perannya. Misalnya, sales executive Japanese speaker perlu memiliki keterampilan berkomunikasi dan bernegosiasi dengan baik serta mampu melihat prospek bisnis ke depannya, selain mahir berbahasa Jepang.
3. Penghubung yang efektif
Dalam beberapa perusahaan, Japanese speaker berperan sebagai penghubung komunikasi antara karyawan lokal dan pihak Jepang. Jadi, pemimpin akan mempertimbangkan cara kandidat memahami konteks pembicaraan dan menyampaikan informasi dengan tepat. Perusahaan menginginkan Japanese speaker menjadi penghubung yang efektif, karena ia akan menyampaikan kendala operasional atau menjelaskan kondisi tertentu menggunakan dua bahasa.
4. Pemahaman budaya kerja
Kemampuan memahami budaya kerja perusahaan Jepang dapat menjadi nilai tambah, terutama ketika kandidat akan berinteraksi secara rutin dengan pemimpin dan karyawan spesialis dari Jepang.
Jika Anda pernah belajar, bekerja, magang, atau memiliki pengalaman berinteraksi dengan lingkungan Jepang, maka pemimpin akan mempertimbangkan Anda menjadi karyawan mereka. Beberapa lowongan kerja di perusahaan Jepang akan mencantumkan kualifikasi kandidat yang pernah bekerja di perusahaan Jepang, menangani klien Jepang, dan/atau menggunakan bahasa Jepang dalam pekerjaan.
5. Kemampuan menyelesaikan masalah
Pemimpin tidak hanya membutuhkan orang yang dapat berkomunikasi, juga seseorang yang dapat menyelesaikan persoalan. Ia akan mempertimbangkan kandidat dengan kemampuan problem-solving, analytical thinking, dan decision-making yang baik. Misalnya, ketika terjadi miskomunikasi antara tim lokal dan pihak Jepang, Japanese speaker diharapkan dapat memahami masalah, menjelaskan situasi kepada kedua pihak, dan membantu solusi.
6. Sikap profesional
Kemampuan teknis dan bahasa perlu didukung dengan sikap profesional. Oleh karena itu, pemimpin Jepang akan menilai kandidat tentang ketelitian, kemampuan bekerja sama, disiplin, proaktif, serta kemauan belajar. Untuk penilaian tersebut, perusahaan melakukan beberapa cara, yaitu:
- Meminta kandidat mengerjakan skill test
- Pemimpin mengajak berdiskusi dengan kandidat dalam sesi wawancara
- Kandidat mengikuti focus group discussion (FGD) bersama calon manajer dan rekan setim
7. Kesesuaian dengan kebutuhan jangka panjang
Proses rekrutmen bukan sekadar mengisi posisi yang kosong. Pemimpin juga mempertimbangkan apakah kandidat dapat berkembang bersama perusahaan. Kandidat yang menunjukkan kemauan belajar, terbuka terhadap tantangan, dan memiliki tujuan karier yang relevan dengan posisi dapat memiliki nilai lebih. Hal ini juga berlaku sebaliknya.
Baca: Kualifikasi yang Diperlukan oleh Japanese Speaker: Panduan Berkarier di Perusahaan Jepang (membuka tab baru)
KyariGo Insight
Menjadi Japanese speaker dapat membuka berbagai peluang karier, tetapi kemampuan bahasa Jepang bukan satu-satunya faktor yang menentukan kandidat diterima oleh perusahaan.
Pertimbangan pemimpin saat merekrut Japanese speaker juga memperhatikan cara kandidat berkomunikasi secara profesional, pandangannya terhadap suatu masalah atau isu, hingga kinerja di perusahaan sebelumnya. Menjadi kandidat Japanese speaker di pasar kerja yang kompetitif saat ini tidaklah mudah. Anda tak hanya dituntut untuk menguasai keterampilan berbahasa Jepang, juga memiliki kualifikasi berdasarkan peran serta kebutuhan industri.
Bagaimana Kandidat Japanese Speaker Dapat Menunjukkan Kualifikasinya?
Buat yang bertanya-tanya tentang kualifikasi yang dimiliki diri sendiri, Anda perlu mendeskripsikan keterampilan berbahasa Jepang di CV. Dengan kata lain, Anda harus menunjukkan kepada pemimpin dan perekrut tentang keterampilan berbahasa dipadukan dengan keterampilan yang diperlukan oleh bisnis atau posisi serta kontribusi Anda dalam pekerjaan.
Misalnya, menulis JLPT N2 pada profil, lalu menjelaskan keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Jepang, seperti "Used Japanese to coordinate daily production updates with Japanese management and prepare reports in Japanese."
Pada saat wawancara kerja, Anda dapat mempersiapkan contoh pengalaman ketika menggunakan bahasa Jepang untuk menyelesaikan masalah, melakukan koordinasi, melayani klien, menerjemahkan informasi, atau bekerja bersama tim Jepang.
Jika Anda memerlukan wawasan tentang dunia kerja Japanese speaker, klik laman ini (membuka tab baru).


