Skip to main content
Panduan Karier

Peluang Kerja Japanese Speaker Selain Interpreter: Kenali Career Map-nya Dulu

Ringkasan artikel Peluang kerja Japanese speaker tidak terbatas pada interpreter atau translator, karena kemampuan bahasa adalah menjadi nilai tambah dalam bekerja Career map membantu Japanese speake…

K

KyariGo

Terbit 6 min baca
KyariGo peluang kerja Japanese speaker selain interpreter

Ringkasan artikel

  • Peluang kerja Japanese speaker tidak terbatas pada interpreter atau translator, karena kemampuan bahasa adalah menjadi nilai tambah dalam bekerja
  • Career map membantu Japanese speaker melihat kemungkinan karier berdasarkan kombinasi kemampuan bahasa Jepang dan kompetensi bidang tertentu
  • Pilihan karier bagi Japanese speaker antara lain sales, HRGA, engineering, PPIC, QA/QC, marketing, hingga business development

Di luar sana, ada beragam peluang kerja Japanese speaker selain interpreter. Pasalnya, keterampilan berbahasa Jepang dapat menjadi nilai plus di mata perusahaan, baik perusahaan Jepang maupun non-Jepang.

Kondisi ini menjadi keuntungan Anda sebagai Japanese speaker. Dengan bekal bahasa, Anda dapat berkarier di bidang sales, marketing, HRGA, hingga produksi. Apa saja peluang kerja Japanese speaker selain interpreter?

Mengapa Japanese Speaker Sering Menganggap Interpreter sebagai Pilihan Karier Utama?

Ketika seseorang belajar bahasa Jepang, salah satu profesi yang paling mudah dikaitkan dengan kemampuan tersebut adalah interpreter atau translator. Apakah pilihan karier ini salah? Tentu saja tidak.

Hal ini cukup masuk akal, karena ilmu yang dipelajari dapat langsung digunakan dalam pekerjaan sehari-hari. Bila menjadi interpreter, Anda akan menjembatani komunikasi lisan antara manajemen Jepang dengan lokal, sedangkan translator berfokus pada penerjemahan dokumen atau teks.

Nilai seorang Japanese speaker tidak selalu terletak pada kemampuannya menerjemahkan bahasa Jepang ke bahasa Indonesia dan sebaliknya, juga pada keterampilan menggunakan bahasa Jepang untuk menjalankan fungsi bisnis tertentu.

Berdasarkan penelusuran data Peoplyee (membuka tab baru), banyak perusahaan Jepang di Indonesia Japanese speaker, tetapi ada pula perusahaan di luar Jepang yang membutuhkan tenaga kerja terampil berbahasa Jepang. Sekadar info, tak sedikit latar belakang pendidikan Japanese speaker yang di luar dari sastra atau bahasa Jepang. Mereka datang dari beragam pendidikan, lalu memperdalam bahasa Jepang dan memiliki sertifikat JLPT, meski ada pula yang tidak memiliki sertifikat tetapi fasih berkomunikasi.

Oleh karena itu, kandidat Japanese speaker perlu mengenal sekaligus memiliki career map. Career map Ini dapat membantu Anda menunjukkan arah perkembangan dan peluang peningkatan karier berdasarkan suatu peran.

Baca: Perusahaan Jepang di Indonesia: Simak Peluang Karier bagi Pencari Kerja (membuka tab baru)

Bagaimana Menentukan Career Map yang Tepat untuk Japanese Speaker?

Apa itu career map?

Career map merupakan gambaran tentang arah perkembangan karier seseorang dari satu posisi menuju posisi lainnya. Dengan career map, Anda dapat memetakan metode atau jalur perkembangan karier.

Sebagai contoh, kemampuan bahasa Jepang ditambah dengan kompetensi profesional, Anda akan memiliki posisi, pengalaman, keterampilan teknis maupun transferable skills, sehingga menunjang perkembangan karier.

Seorang Japanese speaker–terlepas dari latar belakang pendidikan–yang menguasai keterampilan komunikasi dan negosiasi dapat menjalani karier di bidang sales. Tiga tahun bekerja, kemungkinan ia bisa menduduki posisi sales supervisor, lalu enam tahun kemudian menjadi sales manager, setelah itu berada di posisi business development manager. Hitungan tahun dalam kenaikan jabatan tergantung pada kebijakan dan kondisi perusahaan.

Apa saja komponennya?

Mengingat tidak semua jalur karier cocok untuk setiap Japanese speaker, maka Anda dapat memulai dengan melihat komponen untuk menentukan career map.

1. Latar belakang pendidikan

Komponen pertama adalah memahami latar belakang pendidikan, tetapi jangan hanya mengandalkan begitu saja. Anda berkesempatan memperluas ilmu di bidang lain.

Misalnya, Anda lulusan teknik mesin sedang belajar bahasa Jepang sambil berusaha memiliki sertifikat JLPT, sehingga dapat melamar sebagai engineer staff atau Japanese-speaking engineer. Ada pula lulusan manajemen dengan kemampuan bahasa Jepang dapat mempertimbangkan bekerja sebagai sales, marketing, HR, purchasing, atau business development.

2. Pengalaman kerja

Komponen kedua ialah memperhatikan pengalaman kerja sebelumnya, di mana hal tersebut dapat menjadi petunjuk career map yang paling realistis. Contohnya, Anda yang sudah bekerja di purchasing dan kemudian menguasai bahasa Jepang dapat mengembangkan diri menjadi Japanese-speaking procurement professional.

3. Pengembangan keterampilan

Career map bukan sesuatu yang harus mengikuti pekerjaan pertama. Anda bisa memilih keterampilan yang ingin dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan. Bagi Japanese speaker yang memiliki latar belakang teknik, manufaktur, atau supply chain berencana meningkatkan keterampilan agar karier bertumbuh.

Pertimbangkan untuk melamar di posisi PPIC. Pekerjaan ini berhubungan dengan perencanaan produksi, sehingga mendorong keterampilan kerja dalam pengelolaan produksi dengan memperhatikan waktu, sumber daya tersedia, monitor siklus produksi, hingga koordinasi atau komunikasi dengan berbagai tim.

4. Pilihan industri

Industri juga memengaruhi career map. Dalam hal ini, peluang karier yang menggunakan bahasa Jepang dapat muncul di luar pekerjaan bahasa.

Hal ini tergambar dari data Peoplyee, di mana beberapa perusahaan non-Jepang memerlukan karyawan Japanese speaker, karena mereka akan berhubungan dengan klien atau pelanggan dari Jepang. Perusahaan seperti itu jumlahnya tidak banyak dibandingkan dengan perusahaan Jepang membutuhkan tenaga terampil berbahasa Jepang.

KyariGo Insight

Japanese speaker harus mulai melihat kemampuan bahasa sebagai career advantage yang dapat dipadukan dengan keterampilan lain. Kandidat yang memiliki JLPT N2 atau N1, misalnya, tidak harus langsung mengarahkan seluruh pencarian kerja pada posisi interpreter atau translator.

Cobalah melihat career map yang lebih luas, seperti Anda yang memiliki kemampuan bahasa Jepang dan baru saja lulus bisa melamar sebagai HR generalist atau HR staff. Untuk mencari peluang lebih luas, Anda bisa menggunakan kombinasi keyword Japanese speaker sales, Japanese speaker engineer, atau purchasing Japanese di laman pencarian kerja.

Baca: Industri yang Membutuhkan Japanese Speaker dan Besaran Gajinya (membuka tab baru)

5 Contoh Career Map Japanese Speaker: Apa Saja Pilihannya?

Berikut beberapa contoh peluang kerja Japanese speaker selain interpreter yang dapat dipertimbangkan:

1. Japanese speaker + sales

Japanese speaker dengan kemampuan komunikasi dan negosiasi dapat mempertimbangkan karier di bidang sales. Kemampuan bahasa Anda dapat membantu perusahaan saat mereka harus berkomunikasi dengan pelanggan, perusahaan, maupun atasan Jepang. Untuk berkembang di bidang ini, kemampuan bahasa Jepang wajib dilengkapi dengan keterampilan lain, seperti negosiasi, sales strategy, customer management, dan business communication.

2. Japanese speaker + purchasing

Purchasing atau procurement dapat menjadi pilihan bagi Japanese speaker, khususnya pada perusahaan yang memiliki supplier atau kolega bisnis dari Jepang. Kemampuan bahasa Jepang dapat membantu dalam koordinasi pengadaan, negosiasi harga, pembahasan spesifikasi produk, serta pengelolaan dokumen.

3. Japanese speaker + HRGA

Perimbangkan untuk membangun karier sebagai HRGA yang mampu berkomunikasi dengan bahasa Jepang. Beberapa perusahaan Jepang di Indonesia, mereka mencari HRGA yang terampil berbahasa Jepang sebagai penyambung komunikasi antara manajemen dan atasan Jepang dengan orang lokal. Biasanya, kualifikasi HRGA Japanese harus memahami administrasi SDM, proses rekrutmen, employee engagement, hingga industrial relations.

4. Japanese speaker + engineering

Bagi lulusan teknik yang menguasai bahasa Jepang, peluang karier dapat bergerak ke bidang engineering. Ini merupakan contoh penting bahwa Japanese speaker tidak harus berasal dari jurusan bahasa Jepang. Kandidat dengan latar belakang teknik mesin, elektro, industri, kimia, atau bidang teknik lainnya dapat menggunakan bahasa Jepang sebagai bridge skill, sehingga Anda mampu berkomunikasi dengan pihak Jepang tanpa meninggalkan keterampilan teknis.

5. Japanese speaker plus QA

Bidang quality assurance (QA) dan quality control (QC) menjadi alternatif jalur karier bagi Japanese speaker, khususnya di industri manufaktur. Anda yang memahami quality management sekaligus bahasa Jepang dapat membantu proses komunikasi mengenai standar kualitas, laporan, perbaikan proses, maupun koordinasi dengan manajemen Jepang.

Contoh di atas memperlihatkan bahwa peluang kerja Japanese speaker selain interpreter cukup luas. Anda yang terampil berbahasa Jepang–dengan atau tanpa JLPT–dan dari latar belakang pendidikan apa pun dapat menciptakan profil yang lebih spesifik dan bernilai bagi perusahaan.

Tentukan arah karier dan jangan terjebak pada satu pilihan profesi saja. Temukan wawasan dan peluang karier di laman ini (membuka tab baru).

Artikel Terkait