Kuasai 4 Kategori Kosakata Bisnis Jepang yang Sering Keluar Saat Interview
Bagi Anda yang sedang mencari peluang baru sebagai Japanese speaker, jangan melupakan kosakata bisnis Jepang yang sering keluar saat interview. Ya, walaupun Anda belum dihubungi oleh perekrut, tetapi…
KyariGo

Bagi Anda yang sedang mencari peluang baru sebagai Japanese speaker, jangan melupakan kosakata bisnis Jepang yang sering keluar saat interview. Ya, walaupun Anda belum dihubungi oleh perekrut, tetapi persiapkan diri setelah mengirimkan lamaran pekerjaan.
Alasan Anda harus Memperhatikan Pemilihan Bahasa Jepang
Bagi lulusan sastra atau bahasa Jepang, Anda sudah mengetahui bahwa bahasa ini memiliki kerumitan yang berbeda dari bahasa di negara Eropa. Pemegang sertifikat JLPT pun menyadari penggunaan bahasa harus sesuai dengan konteks dan waktu.
Hal yang sering terjadi, Anda dengan mudah bercakap-cakap menggunakan bahasa Jepang dengan teman sekelas atau rekan kerja. Namun, saat memasuki ruang wawancara di perusahaan Jepang, kemampuan linguistik dan sertifikasi N2 atau N1 tidaklah cukup.
Pewawancara tidak hanya menilai apa yang Anda katakan, tetapi bagaimana Anda mengatakannya menggunakan business Japanese (keigo). Penggunaan kosakata bisnis yang tepat menunjukkan bahwa Anda tidak hanya memahami bahasa, juga menghormati budaya kerja Jepang yang sangat menjunjung tinggi etika dan tata krama.
Untuk memberikan jawaban yang memuaskan, selipkan pemahaman Anda tentang konsep kerja Jepang dalam jawaban, seperti:
- Hourenso (houkoku, renraku, soudan): laporkan, informasikan, dan konsultasikan yang menunjukkan bahwa Anda adalah team player yang komunikatif
- 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke): ini prinsip kerapian dan kedisiplinan di tempat kerja
- PDCA (plan, do, check, act): kerangka kerja untuk perbaikan berkelanjutan atau kaizen
Perhatikan, 4 Kategori Kosakata Bisnis Jepang yang Sering Digunakan saat Interview
Dalam konteks profesional Jepang, bahasa adalah alat untuk menunjukkan posisi dan rasa hormat. Menggunakan desu atau masu (teineigo) adalah standar minimal, tetapi untuk benar-benar menonjol, Anda perlu menguasai kenjougo (bahasa rendah hati untuk diri sendiri) dan sonkeigo atau bahasa hormat kepada orang yang diajak berbicara, dalam hal ini pewawancara.
Penguasaan terhadap keigo cukup penting dalam berbahasa Jepang. Namun, dalam praktik sehari-hari di lapangan, native speaker di perusahaan dapat menoleransi kecakapan berbahasa ini, karena keigo dapat dipelajari sembari bekerja.
Menggunakan kosakata bisnis yang tepat memberikan sinyal kepada pewawancara bahwa Anda adalah kandidat yang siap bekerja dan tidak akan mempermalukan perusahaan saat bertemu dengan klien atau mitra bisnis di kemudian hari.
Berikut ini kategori kosakata bisnis yang harus Anda kuasai:
1. Kosakata saat perkenalan
- Shitsurei itashimasu (失礼いたします): Gunakan ini saat mengetuk pintu sebelum masuk ruangan atau saat memulai pembicaraan
- Moushimasu (申します): bentuk rendah hati dari iimasu (bernama atau mengatakan) digunakan saat memperkenalkan nama, seperti, “Denny to moushimasu”
- O-isogashii tokoro (お忙しいところ): Gunakan kalimat yang berarti “Di tengah kesibukan Anda” sebagai pembuka untuk menunjukkan empati atas waktu yang diberikan oleh pewawancara
2. Kosakata mengenai kemampuan dan pengalaman
- Tsuyomi (強み): ini tentang keunggulan atau kekuatan diri yang sering ditanyakan oleh perekrut, seperti “Anata no tsuyomi wa nandesuka?”
- Ikasu (活かす): digunakan saat menjelaskan bagaimana keterampilan bisa bermanfaat atau kemampuan Anda dapat diterapkan bagi perusahaan
- Keiken o tsumu (経験を積む): menunjukkan antusiasme Anda untuk belajar, menimba pengalaman, dan berkembang di posisi tersebut
- Kouken (貢献): kosakata ini sangat krusial, karena perusahaan Jepang sangat ingin mengetahui bagaimana Anda bisa memberikan kontribusi bagi pertumbuhan bisnis mereka
3. Kosakata teknis di tempat kerja
- Gyoumu (業務): merujuk tentang tugas atau operasional harian, lebih formal daripada kata shigoto
- Kouritsu (効率): kosakata bisnis Jepang ini akan menjadi penilaian jika Anda memiliki pengalaman atau menjelaskan bagaimana Anda bekerja secara efisien
- Taiou (対応): ini mengenai penanganan atau respon, seperti bagaimana Anda melakukan taiou terhadap komplain klien
4. Kosakata penutup
- Shouchi itashimashita (承知いたしました): perbendaharaan kata ini lebih formal dan profesional dibandingkan Wakarimashita untuk merujuk mengerti atau memahami
- Yoroshiku onegaiitashimasu (よろしくお願いいたします): kata penutup yang wajib untuk memohon kerja sama dan menunjukkan keseriusan Anda
4 Tip Persiapan Sebelum Wawancara Kerja di Perusahaan Jepang
Banyak kandidat Japanese speaker yang mengincar pekerjaan di perusahaan Jepang yang ada di Indonesia. Mengingat pasar kerja ini niche, maka persiapkan diri jauh sebelum Anda duduk di depan pewawancara.
Persiapan yang matang mencerminkan kualitas kepribadian Anda yang teliti alias kichinto shita hito. Cek sampai mana persiapan Anda di bawah ini:
1. Riset mendalam
Jangan datang dengan tangan hampa. Anda harus memahami visi dan misi perusahaan serta budaya dan filosofinya. Caranya, riset mendalam melalui laman website dan media sosial, termasuk aksi korporasi di media terpercaya.
Dengan demikian, Anda juga mengetahui produk atau jasa yang mereka miliki, siapa saja kompetitor di Indonesia, serta pencapaian selama beberapa periode. Informasi ini bisa menjadi modal Anda bertanya kepada pewawancara.
2. Penampilan profesional
Kebanyakan perusahaan Jepang sangat konservatif dalam hal penampilan, kecuali perusahaan tersebut di bidang kreatif atau memiliki dress code kasual. Jadi, selain mengasah keterampilan kosakata bahasa Jepang, Anda juga perlu mengenakan dress code khusus wawancara di perusahaan Jepang, seperti:
Menggunakan setelan jas berwarna gelap (hitam, biru tua, atau abu-abu tua) dengan kemeja putih bersih yang disetrika rapi dan sepatu pantofel disemir hingga mengkilap. Pastikan rambut tertata rapi, kuku bersih, hindari parfum dengan aroma menyengat, dan bagi pria, wajah harus dicukur bersih.
3. Ketepatan waktu
Ada pepatah Jepang yang mengatakan, “Lima menit sebelumnya adalah waktu yang tepat.” Jadi, Anda wajib datang ke lokasi wawancara minimal 10–15 menit sebelum jadwal. Jika wawancara kerja dilakukan secara daring, pastikan Anda sudah masuk ke waiting room lima menit sebelumnya dengan koneksi internet yang stabil.
4. Etika memasuki ruangan
Jika wawancara kerja dilakukan secara tatap muka, perhatikan langkah-langkah ojigi (membungkuk), seperti mengetuk pintu tiga kali, lalu:
- Setelah mendengar, “Douzo,” buka pintu dan katakan, “Shitsurei itashimasu”
- Membungkuklah dengan sudut 30 derajat (keirei) setelah menutup pintu
- Jangan langsung duduk, berdirilah di samping kursi dan perkenalkan nama Anda, lalu tunggu dipersilakan duduk
Bagaimana Menjawab Pertanyaan Interview yang Sulit?
Dalam sesi wawancara kerja, semua pertanyaan terasa sulit. Salah satunya, pertanyaan interview tentang alasan Anda bekerja di perusahaan tersebut. Contohnya, “Kenapa Anda ingin bekerja di perusahaan kami dan bukan di perusahaan kompetitor?” atau “Naze kyōgō tashade wa naku, tōsha de hatarakitai nodesu ka?”
Alih-alih memberikan jawaban seperti, “Perusahaan Anda lebih besar,” lebih baik gunakan kosakata bisnis seperti, “Kisha no keiei rinen ni fukaku kyoukan itashimashita” atau "Saya sangat berempati atau setuju dengan filosofi manajemen perusahaan Anda." Ini menunjukkan bahwa Anda telah melakukan riset dan memiliki kesamaan nilai dengan perusahaan.
Menjadi Japanese speaker di Indonesia memberikan peluang karier yang luas, tetapi penguasaan kosakata bisnis dan etika membuat Anda berbeda dari kandidat lain. Anda akan dianggap oleh pewawancara sebagai kandidat profesional bukan sekadar kandidat yang bisa berbahasa Jepang.
Jadi, persiapkan sesi wawancara Anda dengan matang agar penguasaan kosakata bahasa Jepang semakin terampil, sehingga membuka pintu karier Anda menuju perusahaan impian. Buka laman ini (membuka tab baru) untuk menemukan peluang impian Anda sebagai Japanese speaker.


