Skip to main content
Proses Rekrutmen

Kiat Persiapan Interview dengan Perusahaan Jepang di Indonesia

Apa saja persiapan interview dengan perusahaan Jepang? Tidak hanya kemampuan berbahasa yang mumpuni, karena untuk dapat menembus persaingan tersebut, kandidat Japanese speaker juga harus memahami atu…

K

KyariGo

Terbit 5 min baca
kyarigo persiapan interview dengan perusahaan jepang

Apa saja persiapan interview dengan perusahaan Jepang? Tidak hanya kemampuan berbahasa yang mumpuni, karena untuk dapat menembus persaingan tersebut, kandidat Japanese speaker juga harus memahami aturan tidak tertulis dalam proses rekrutmen mereka.

Pada dasarnya, proses rekrutmen di perusahaan Jepang di Indonesia sama seperti perusahaan multinasional lainnya, tetapi ada detail kecil yang menentukan keberhasilan Anda.

Proses Rekrutmen di Perusahaan Jepang

Secara prosedural, perusahaan Jepang mengadopsi tahapan yang umum ditemukan di dunia profesional. Namun, mereka juga menekankan pada aspek kepribadian dan potensi jangka panjang dibandingkan sekadar keterampilan teknis yang bisa dipelajari dengan cepat. Tahapan proses rekrutmen perusahaan jepang meliputi:

  1. Seleksi dokumen atau shorui senko: Peninjauan CV (riirekisho) dan riwayat pekerjaan (shokumu keirekisho)
  2. Tes asesmen: ini bisa berupa skill test berdasarkan posisi yang dilamar untuk mengukur kemampuan kognitif dan/atau tes kepribadian untuk menilai sifat seseorang dan kesesuaian dengan budaya perusahaan
  3. Wawancara kerja: Biasanya terdiri dari dua hingga tiga tahap wawancara, yakni sesi dengan HR, manajer, dan manajemen senior atau CEO
  4. Cek referensi: Sebelum offering letter, HR atau perekrut akan mengecek referensi atau background checking kandidat mengenai riwayat pekerjaan, pendidikan, dan kinerjanya
  5. Penawaran kerja: pengiriman surat penawaran kerja kepada kandidat melalui email pada tahap akhir

Perbedaan mendasar, antara proses di perusahaan Jepang dan multinasional terletak pada fokus wawancara. Manajer dan direksi akan mendalami motivasi pelamar (shibo dokei) dan memastikan nilai-nilai mereka sejalan dengan budaya perusahaan.

3 Kiat Persiapan Interview dengan Perusahaan Jepang yang Perlu Diperhatikan oleh Kandidat

Persiapan adalah kunci untuk melakukan usaha apa pun, termasuk dalam sesi wawancara. Bagi kandidat Japanese speaker, persiapan bukan hanya tentang belajar menjawab pertanyaan, tetapi juga tentang pengemasan diri.

1. Penguasaan materi

Jangan datang ke sesi wawancara kerja dengan tangan kosong. Anda harus menguasai materi, mulai dari:

  • Produk atau layanan: Apa saja produk atau layanan yang dijual oleh perusahaan, varian produk, lokasi penjualan, hingga kompetitornya
  • Profil perusahaan: Perusahaan Jepang sangat bangga dengan budaya, nilai, serta visi misi mereka, maka Anda harus mengetahui hal tersebut untuk menunjukkan keseriusan bergabung ke organisasi mereka
  • Kekuatan diri: Anda perlu menyiapkan narasi tentang pencapaian Anda yang relevan dengan posisi yang dilamar

2. Penggunaan bahasa Jepang

Bagi kandidat Japanese speaker, pewawancara akan mengevaluasi tingkat penggunaan bahasa Anda. Perusahaan juga kerap mengetes kemampuan bahasa dan bukti pencapaian (N1 atau N2).

Bila Anda mampu menguasai keigo dengan membedakan penggunaan teineigo, sonkeigo, dan kenjougo, silakan dilakukan agar pewawancara menilai kemampuan berbahasa serta penguasaan budaya profesional ala perusahaan Jepang.

Bagaimana jika kurang menguasai keigo? Tidak masalah, selama Anda mencurahkan kemampuan berbahasa Jepang sebaik-baiknya. Berbicaralah dengan artikulasi yang jelas, tidak terlalu cepat, dan berikan jeda jika diperlukan.

3. Perhatikan penampilan

Dalam budaya profesional ala Jepang, penampilan adalah bentuk penghormatan kepada rekan kerja maupun kolega bisnis. Penampilan yang buruk bisa diartikan sebagai ketidakseriusan dalam menghargai kesempatan kerja.

Ketika Anda harus menghadiri wawancara kerja dengan perusahaan jepang, maka pilih opsi dress code formal. Panduan dress code-nya:

Perempuan

  • Setelan jas dengan celana panjang atau rok (panjang rok harus di bawah lutut saat duduk) atau celana panjang dengan kemeja putih polos yang tidak tembus pandang
  • Sepatu hak rendah (pumps) berwarna hitam tertutup
  • Sisir rapi rambut dan berwarna alami (hitam atau cokelat kehitaman)
  • Rambut panjang, sebaiknya ikat ke belakang agar tidak menutupi wajah saat membungkuk (ojigi)
  • Menggunakan riasan wajah warna natural serta hindari warna lipstik atau eyeshadow yang terlalu mencolok
  • Mengenakan aksesoris seminim mungkin, seperti jam tangan formal dan hindari penggunaan parfum yang terlalu tajam

Laki-laki

  • Mengenakan setelan jas berwarna gelap (hitam, biru tua, atau abu-abu gelap) dan mengenakan dasi dengan corak sederhana atau celana gelap dengan kemeja putih yang rapi
  • Sepatu pantofel hitam yang disemir mengkilap dan kaos kaki gelap (hindari kaos kaki putih)
  • Rambut berwarna alami, rambut pendek, dan sisir rambut dengan rapi
  • Wajah dalam kondisi bersih dari kumis atau jenggot (clean-shaven)

6 Hal yang Ini Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Wawancara Kerja

Bekerja di perusahaan Jepang sering kali menjadi impian bagi banyak Japanese speaker, terutama bagi mereka yang memiliki pola pikir yang mengedepankan disiplin, loyalitas, dan sistem kerja yang terstruktur. Yang perlu diingat, kandidat Japanese speaker tak hanya bermodalkan kemampuan bahasa saja.

Anda juga harus memahami hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat wawancara kerja. Apa saja itu?

1. Datang terlambat

Bila Anda terlambat satu menit, itu sama saja dengan terlambat satu jam. Sebaiknya, Anda datang 10–15 menit lebih awal di lokasi, tetapi masuklah ke ruangan tepat lima menit sebelum jadwal.

2. Melupakan etika

Sebisa mungkin, Anda tidak melupakan etika memasuki ruangan. Ingat, jangan langsung masuk, ya. Ketuk pintu sebanyak tiga kali terlebih dahulu, tunggu jawaban, masuk, lalu ucapkan, “Shitsurei itashimasu” sebelum membungkuk. Jangan duduk sebelum perekrut atau manajer mempersilakan Anda duduk. Jadi, selalu menunggu pewawancara mempersilakan Anda untuk duduk.

3. Postur tubuh buruk

Postur tubuh buruk tidak hanya berlaku pada kesehatan tulang, juga dalam wawancara kerja di perusahaan Jepang. Ini artinya, jangan menyandarkan punggung Anda ke kursi secara santai atau melipat tangan. Sebaiknya, duduk dengan tegak dan letakkan tangan di atas paha.

4. Jawaban singkat

Saat Anda ditanya oleh pewawancara, sebaiknya jangan memberikan jawaban singkat, seperti iya, tidak, atau mungkin. Sebaiknya, memberikan penjelasan yang sistematis tetapi tetap ringkas. Untuk mempermudah Anda menjawab pertanyaan interview, gunakan metode STAR (situation, task, action, result).

5. Membicarakan hal negatif

Ini adalah hal yang sangat tabu di mana pun juga. Bagi perusahaan Jepang, menghargai loyalitas dan integritas adalah kunci, maka Anda tidak perlu berbicara hal negatif atau menjelekkan tempat kerja dan rekan kerja sebelumnya. Kondisi ini akan membuat Anda terlihat tidak bisa dipercaya.

6. Tidak memiliki pertanyaan

Jika tidak bertanya pada akhir sesi, Anda akan dianggap tidak memiliki ketertarikan pada posisi dan perusahaan tersebut. Jadi, Anda perlu menyiapkan sekitar dua atau tiga pertanyaan kepada pewawancara.

Menghadapi wawancara dengan perusahaan Jepang memang menantang, tetapi sangat bisa ditaklukkan dengan persiapan yang matang. Ingat, persiapan interview dengan perusahaan Jepang tak hanya kemampuan berbahasa, juga pemahaman tentang etika dan budaya bisnis sekaligus cara bekerja dan berpikir mereka.

Untuk membuka pintu peluang sebagai Japanese speaker, klik laman ini (membuka tab baru).

Artikel Terkait