Skip to main content
Proses Rekrutmen

Informasi Wajib Bagi Kandidat: Panduan Outfit Untuk Interview di Perusahaan Jepang

Dalam lingkungan kerja, kesan pertama sering kali ditentukan sebelum Anda mengucapkan kata pertama. Hal ini dapat terlihat ketika perekrut dan/atau manajer akan melihat outfit Anda saat memasuki ruan…

K

KyariGo

Terbit 5 min baca
kyarigo panduan outfit untuk interview

Dalam lingkungan kerja, kesan pertama sering kali ditentukan sebelum Anda mengucapkan kata pertama. Hal ini dapat terlihat ketika perekrut dan/atau manajer akan melihat outfit Anda saat memasuki ruangan.

Bagi kandidat Japanese speaker, memahami panduan outfit untuk interview di perusahaan Jepang adalah poin penting. Hal ini bukan karena pewawancara hanya melihat penampilan kandidat, tetapi gaya berbusana seseorang mencerminkan bahwa ia memahami etiket di dunia profesional.

Memahami Karakteristik Dress Code Berdasarkan Industri

Memilih dress code atau outfit yang tepat untuk wawancara kerja di perusahaan Jepang bisa menjadi tantangan tersendiri. Ada perusahaan Jepang yang menerapkan gaya berbusana business formal, ada pula yang bergaya business casual karena mengadopsi kultur perusahaan rintisan yang dinamis. Namun, hal tersebut tergantung pada jenis industrinya.

Bagi kandidat Japanese speaker, Anda perlu meriset industri dan peran yang dilamar sebelum memilih pakaian. Pasalnya, berbusana bukan sekadar mengenakan baju formal, tetapi juga hal ini menggambarkan seseorang memahami tentang filosofi rei (hormat), waktu, tempat, dan acara yang dihadiri.

Berikut ini gambaran outfit di beberapa industri perusahaan:

1. Industri keuangan dan manufaktur

Biasanya, industri keuangan–bank dan nonbank–serta manufaktur menerapkan aturan yang ketat mengenai outfit hingga tatanan rambut. Pakaian wajib industri ini setelan jas formal dengan warna senada bagi mereka yang bertugas menemui pelanggan atau klien langsung dan karyawan lain mengenakan pakaian dinas harian (PDH), berupa kemeja dan celana kain.

Aturan lainnya adalah warna busana yang dikenakan oleh karyawan yakni monokrom, seperti hitam, putih, abu-abu, biru dongker, atau cokelat pekat. Beberapa perusahaan keuangan nonbank sedikit membebaskan karyawan berbusana pada hari Jumat. Misalnya, memakai celana jins dan kemeja flanel atau seragam PDH dengan sneakers.

2. Industri jasa, hospitality, dan retail

Perusahaan di industri jasa, hospitality–seperti hotel dan maskapai, dan retail juga memiliki aturan dalam mengenakan outfit. Outfit karyawan industri jasa dan hospitality sama seperti industri keuangan.

Karyawan di industri retail sedikit berbeda, karena level direksi akan mengenakan busana business formal, level manajerial dan staf memakai business casual, dan karyawan di toko mengenakan seragam. Namun, semua baju yang mereka kenakan harus rapi dan bersih, termasuk memperhatikan kebersihan rambut dan sepatu.

3. Industri kreatif dan teknologi

Tak sedikit perusahaan kreatif dan teknologi mengadopsi konsep business casual dalam berbusana. Namun, pada saat wawancara kerja, sebaiknya Anda jas tanpa dasi atau setelan semiformal atau kemeja dan celana chinos dengan warna senada. Langkah ini untuk menampilkan sisi profesionalisme.

Panduan Outfit Untuk Interview di Perusahaan Jepang Untuk Kandidat Japanese Speaker

Perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia, mereka membutuhkan karyawan lokal maupun Japanese speaker yang menempati departemen atau divisi masing-masing. Kehadiran karyawan dengan keterampilan bahasa Jepang akan menjembatani pemahaman bisnis serta perbedaan budaya kerja.

Oleh karena itu, tak sedikit perusahaan Jepang di sini yang membuka lowongan kerja bagi Japanese speaker. Tentu, sebagai kandidat Japanese speaker, pewawancara akan menilai kemampuan berbahasa Anda diikuti dengan pemahaman etiket berbusana.

Berbusana bukan untuk terlihat modis, tetapi juga menunjukkan:

  • Keterampilan seseorang beradaptasi ke dalam budaya kerja yang kolektif
  • Kemampuan mengerti standar dan tata krama bisnis

Outfit untuk laki-laki

Bagi kandidat laki-laki, kunci utamanya adalah keseragaman dan kerapian. Berikut ini panduan outfit untuk interview di perusahaan Jepang:

  • Setelan jas: Pilih setelan jas warna monokrom, lalu pastikan ukuran jas pas di bahu dan panjang lengan tepat di pergelangan tangan
  • Kemeja: Kemeja wajib berwarna putih polos berkerah serta sudah disetrika rapi dan bersih dari noda di bagian kerah
  • Dasi: Gunakan dasi dengan motif sederhana (seperti garis-garis atau polos) dan hindari warna yang terlalu mencolok (seperti kuning neon atau merah terang), sebaiknya gunakan warna biru muda atau merah marun
  • Sabuk: Sabuk kulit berwarna hitam dengan kepala sabuk yang sederhana (bukan yang bermerek besar) dan warna sabuk harus senada dengan warna sepatu
  • Sepatu dan kaos kaki: Sepatu pantofel kulit hitam yang sudah disemir, kaos kaki harus berwarna gelap (hitam atau biru tua), dan cukup panjang sehingga kulit kaki tidak terlihat saat Anda duduk
  • Tas: Gunakan tas kerja yang bisa berdiri sendiri (briefcase) saat diletakkan di lantai dan hindari menggunakan backpack

Setelah memahami panduan outfit ini, Anda perlu mengecek laman perusahaan dan melihat bagaimana gaya berbusana karyawan mereka. Anda dapat menyesuaikannya ketika menghadiri sesi wawancara.

Outfit untuk perempuan

Bagi kandidat perempuan, panduan terpentingnya adalah penampilan yang subtil dan profesional tanpa terlihat mencolok. Berikut ini panduannya:

  • Setelan: Ini bisa berupa setelan celana panjang atau rok, jika setelan dengan rok, pastikan panjangnya berada di bawah lutut saat Anda duduk, warna baju tetap monokrom
  • Atasan: Kemeja putih polos atau blus berwarna pastel lembut (seperti krem atau putih tulang) dengan potongan kerah yang tidak terlalu rendah
  • Pengguna hijab: Menggunakan setelan suit, kemeja putih, dan hijab dengan warna senada seperti suit, atau mengenakan busana modest, seperti rok blazer, atasan blus, dan rok A-line
  • Stocking: Bila menggunakan rok, Anda wajib mengenakan stocking berwarna kulit dan jangan pernah datang interview tanpa stocking meskipun cuaca panas
  • Sepatu: Sepatu pumps berwarna hitam tertutup dengan hak sekitar 3–5 cm dan hindari sepatu dengan hak terlalu tinggi atau sepatu datar yang terlalu santai
  • Makeup dan rambut: Gunakan makeup natural, rambut jika panjang sebaiknya diikat rapi, dan pastikan poni tidak menutupi mata agar ekspresi wajah terlihat jelas
  • Perhiasan: Minimalis, yakni cukup menggunakan anting kecil serta jam tangan formal dan hindari menggunakan parfum yang menyengat

Detail kecil yang sering terlewat

Mengingat kerapihan dan kebersihan dalam berbusana yang akan langsung terlihat dari diri Anda, maka jangan melewatkan hal-hal kecil. Anda perlu memperhatikan detail kecil, seperti:

  • Kebersihan kuku: Pastikan kuku dipotong rapi dan bersih, bagi perempuan, hindari cat kuku berwarna terang atau kuku palsu yang terlalu panjang
  • Kerapian masker: Jika Anda menggunakan masker, maka pilihlah masker medis atau kain berwarna putih polos dan indari mengenakan masker bermotif
  • Hapus lipatan saku: Jangan lupa melepas jahitan sementara pada saku jas baru atau belahan belakang jas

Selain mempelajari tanggung jawab peran yang dilamar, memahami panduan outfit untuk interview di perusahaan Jepang akan menjadi langkah awal menunjukkan keseriusan Anda terhadap pewawancara. Perusahaan tak hanya memperhatikan pemahaman dan keterampilan kerja, juga mengerti tata cara bisnis di perusahaan Jepang (membuka tab baru).

Satu hal yang dapat Anda pertimbangkan bila tidak memiliki petunjuk tentang dress code di perusahaan tujuan, lebih baik Anda berpakaian terlalu formal daripada kurang formal.

Artikel Terkait