Cara Menyampaikan Kelebihan dan Kekurangan Diri dalam Wawancara Kerja di Perusahaan Jepang
Dalam proses rekrutmen perusahaan Jepang, sesi wawancara bukan sekadar ajang memamerkan keterampilan teknis. Pewawancara dari penutur asli akan menilai tingkat pengenalan diri, kejujuran, dan kecocok…
KyariGo

Dalam proses rekrutmen perusahaan Jepang, sesi wawancara bukan sekadar ajang memamerkan keterampilan teknis. Pewawancara dari penutur asli akan menilai tingkat pengenalan diri, kejujuran, dan kecocokan karakter kandidat dengan budaya perusahaan.
Salah satu pertanyaan yang akan muncul adalah, “Anata no chousho to tansho o oshiete kudasai?” atau menyebutkan kelebihan dan kekurangan Anda. Bagaimana cara menyampaikan kelebihan dan kekurangan diri dalam wawancara kerja yang sopan dan jujur? Anda memerlukan strategi komunikasi pada hal ini.
3 Fokus dalam Wawancara Kerja di Perusahaan Jepang
Wawancara kerja di perusahaan Jepang sama seperti di perusahaan lain. Pewawancara tak hanya melihat keterampilan teknis dan nonteknis, juga melihat apa yang telah dicapai oleh kandidat dan bagaimana mereka melakukannya.
1. Character
Pewawancara akan melihat karakter kandidat melalui kalimat yang digunakan, cara merespon pertanyaan, hingga gerak tubuh dan suara selama sesi wawancara. Misalnya, manajer menilai apakah Anda adalah individu yang jujur, disiplin, dan bisa bekerja sama dalam tim atau sebaliknya.
2. Coachability
Perusahaan Jepang akan menghargai setiap proses pembelajaran karyawan terhadap suatu keterampilan maupun pengetahuan. Ketika wawancara kerja, ia menilai apakah kandidat ialah tipe orang yang mau mendengarkan masukan, terus belajar, atau belajar hal baru.
3. Logical thinking
Pewawancara juga akan mengevaluasi seberapa sistematis Anda dalam menjelaskan ide atau konsep tentang suatu hal, bagaimana menganalisis fakta lalu menghubungkan informasi yang diperoleh, hingga proses menyimpulkan suatu fakta yang valid.
Mengingat fokus pada ketiga hal tersebut, maka tak heran jika mereka memberikan pertanyaan interview tentang kelebihan dan kekurangan diri. Jawaban dari pertanyaan dapat mereka gunakan untuk mengenal potensi dan pribadi kandidat lebih baik.
Alasan Pewawancara Menanyakan Kelebihan dan Kekurangan kepada Kandidat
Pertanyaan interview yang berisi tentang kelebihan dan kekurangan diri dapat ditanyakan oleh pewawancara dari perusahaan mana pun. Khusus di perusahaan Jepang, jawaban dari pertanyaan ini menjadi salah satu penilaian pewawancara. Mereka menanyakan hal ini dengan tujuan:
1. Analisis diri
Bila Anda menjawab pertanyaan tersebut, ini artinya, Anda mampu menganalisis diri sendiri secara objektif dan perusahaan Jepang sangat menghargainya. Individu yang mengenal kekurangannya dianggap lebih mudah berkembang dibandingkan seseorang yang merasa tidak memiliki kekurangan.
2. Integritas
Di Jepang, mengakui kelemahan dengan cara yang tepat adalah tanda integritas. Jadi, jangan sampai Anda mengatakan kebohongan dan/atau menjawab pertanyaan, “Saya tidak punya kekurangan,” karena pewawancara akan segera memberi tanda pada aplikasi Anda.
3. Pemecahan masalah
Pewawancara ingin mengetahui apa yang Anda lakukan untuk mengatasi kekurangan tersebut. Jawaban yang bersinggungan tentang pemecahan masalah akan menunjukkan bagaimana sikap Anda, apakah proaktif atau pasif saat menghadapi kendala.
Cara Menyampaikan Kelebihan dan Kekurangan Diri dengan Sopan
5 rambu mengatakan tentang kelebihan
Menjelaskan kelebihan dalam budaya Jepang memerlukan konsep kenkyo alias kerendahhatian. Untuk menjawab pertanyaan interview ini, Anda perlu mempertimbangkan beberapa langkah di bawah ini:
- Pilih kelebihan relevan: Pilih satu kelebihan yang benar-benar memberikan dampak positif pada pekerjaan yang dilamar,seperti ketelitian, ketekunan, atau kemampuan beradaptasi
- Berikan bukti nyata: Jangan hanya berkata, “Saya adalah orang yang detail,” tetapi ceritakan satu kejadian spesifik di mana kedetailan Anda membawa hasil nyata bagi tim
- Gunakan bahasa formal: Pastikan Anda menggunakan bahasa formal dalam pengaturan wawancara kerja, misalnya, menggunakan kalimat, “Watakushi no tsuyomi wa... de aru to jifu shite orimasu ….” atau “Saya meyakini bahwa kekuatan saya adalah ....” untuk menunjukkan kepercayaan diri yang terukur
- Perhatikan bahasa tubuh: Saat pewawancara menanggapi jawaban Anda, berikan anggukan kecil (aizuchi) dan tetap jaga kontak mata yang sopan (tidak menatap tajam)
- Jaga postur tubuh: Duduk tegak dan tengan, letakkan tangan di atas paha, dan tak perlu menggerakkan tangan secara berlebihan saat menjelaskan kekurangan, karena itu menunjukkan Anda tidak nyaman dengan diri sendiri
Contoh:
“Watakushi no tsuyomi wa, shigoto ni taisuru takai seikakusei desu. Zenshoku de wa dejitaru maaketingu supesharisuto toshite, omo ni yuuryou koukoku no un'you o tantou shite orimashita. Koukoku o haishin suru mae ni wa, goji datsuji ya settei no ayamari ga nai ka kontentsu o saibu made kenshou shi, koukokuhi no sonshitsu o fuzegu koto o tettei shite orimashita.”
“Saya memiliki ketelitian yang tinggi terhadap pekerjaan. Sebagai digital marketing specialist, salah satu tanggung jawab saya adalah menjalankan paid ads, sebelum iklan berjalan, saya memverifikasi konten agar tidak terjadi kesalahan sehingga merugikan biaya iklan.”
3 petunjuk menyebutkan tentang kekurangan
Ini adalah bagian yang paling berisiko. Kunci menjawab pertanyaan tentang kekurangan bukan pada kesalahan yang telah diperbuat, tetapi juga upaya perbaikannya. Pertimbangkan cara menyampaikannya seperti ini:
- Jangan memilih kekurangan yang fatal: Hindari mengatakan kekurangan yang merusak kepercayaan dasar, seperti sering terlambat datang ke kantor, melakukan fraud, atau kurang suka bekerja sama dengan tim lain
- Gunakan metode dua sisi koin: Ini adalah kiasan untuk memilih kekurangan yang sebenarnya sisi lain dari kelebihan Anda, seperti terlalu teliti sehingga kadang memakan waktu lebih lama
- Tunjukkan langkah perbaikan: Setelah menyebutkan kekurangan, lalu jelaskan langkah konkret Anda untuk memperbaikinya
Contoh:
“Watakushi no tansho wa, saibu ni kodawarisugite shimai, gyoumu no kanryou made ni yotei yori jikan ga kakatte shimau koto ga aru ten desu. Genzai, kono kadai o kaiketsu suru tame ni, tsune ni gyoumu no yuusen jun'i o meikaku ni shi, kaku koutei goto ni araamu o settei shite jikan o kanri suru you tsutomete orimasu. Kore ni yori, seikakusa o tamochi tsutsu, kouritsuteki ni gyoumu o susumerareru you ishiki shite orimasu.”
“Terkadang saya terlalu fokus pada detail sehingga membutuhkan waktu lebih untuk menyelesaikan tugas. Untuk mengatasinya, saya sekarang selalu membuat skala prioritas dan mengatur alarm untuk setiap tahapan kerja agar manajemen waktu saya tetap terjaga.”
Cara menyampaikan kelebihan dan kekurangan diri di depan manajer dari Jepang cukup rumit. Jika terlalu percaya diri, Anda dianggap sombong, tetapi bila menjawab terlalu rendah, Anda dianggap tidak mampu memperbaiki kapabilitas.
Kabar baiknya, perusahaan Jepang tidak mencari manusia sempurna. Mereka mencari seseorang yang memenuhi kualifikasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Jadi, kenali diri sendiri untuk menampilkan kelebihan dengan bukti nyata dan kerendahhatian, plus menunjukkan kekurangan sebagai area yang mampu Anda kembangkan. Kuasai pula etika berkomunikasi secara formal yang memberikan kesan positif di depan pewawancara.
Ganbatte, kandidat!
Klik tautan ini (membuka tab baru) untuk melihat peluang baru bagi Japanese speaker.


