Aturan Foto CV Jepang (Rirekisho) yang Benar agar Tampil Profesional
Bila Anda mengirimkan aplikasi pekerjaan ke perusahaan Jepang, sebaiknya teliti kembali susunan CV dan foto. Pasalnya, terdapat aturan foto CV Jepang agar Anda tampil secara profesional. Aturan foto…
KyariGo

Bila Anda mengirimkan aplikasi pekerjaan ke perusahaan Jepang, sebaiknya teliti kembali susunan CV dan foto. Pasalnya, terdapat aturan foto CV Jepang agar Anda tampil secara profesional.
Aturan foto CV Jepang (rirekisho) sering dianggap remeh, padahal bagi perekrut dan manajer asal Jepang yang bekerja di sini, mereka melihat bahwa foto adalah cerminan pertama dari keseriusan, kedisiplinan, dan profesionalisme seorang kandidat. Bila Anda salah memasang foto bisa membuat CV langsung masuk ke kotak penolakan.
Bagaimana CV Bahasa Jepang Itu?
Definisi CV
Bagi Anda yang sedang berjuang masuk ke lingkungan kerja perusahaan Jepang di Indonesia, persiapkan curriculum vitae (CV) sebaik-baiknya. Dalam hal ini, Anda tak hanya membuat CV bahasa Inggris, tetapi juga CV bahasa Jepang atau disebut dengan rirekisho.
Rirekisho merupakan dokumen tentang ringkasan riwayat hidup standar perusahaan Jepang yang digunakan untuk melamar pekerjaan.
Berbeda dengan CV ala western yang didesain simpel dan kreatif, rirekisho memiliki struktur tabel baku yang telah ditentukan dan diakui secara nasional di Jepang. Dokumen ini bertindak sebagai lembar fakta kronologis mengenai diri kita.
CV Jepang memiliki templat, sehingga kandidat dapat menulis profil dengan mudah, seperti mengisi biodata, latar belakang pendidikan, riwayat kerja, penjelasan singkat tentang tanggung jawab, serta keterampilan dan sertifikat sesuai peran yang dilamar.
Satu hal yang kerap diabaikan oleh pencari kerja adalah foto. Ya, terdapat aturan foto CV Jepang wajib diperhatikan oleh kandidat Japanese speaker, karena ini menjadi cerminan pertama dari sisi profesionalisme Anda.
Isi rirekisho
Secara garis besar, sebuah rirekisho standar wajib memuat informasi berikut:
- Informasi pribadi: Ini adalah bagian profil yang terdiri dari nama lengkap (tulis dengan cara baca huruf furigana), tanggal lahir, usia, jenis kelamin, alamat domisili, nomor telepon, dan email
- Riwayat pendidikan: Ditulis secara kronologis terbalik atau berurutan dari pendidikan menengah atas hingga universitas, lengkap dengan bulan dan tahun masuk serta kelulusan
- Riwayat pekerjaan: Daftar riwayat kerja yang pernah dijalani, termasuk status kepegawaiannya, seperti karyawan tetap, kontrak, atau magang
- Sertifikasi dan keterampilan: Kolom untuk menuliskan kualifikasi resmi, seperti tingkat kelulusan JLPT, skor TOEFL, atau lisensi keterampilan lainnya
- Motivasi dan promosi diri: Menjelaskan alasan melamar posisi tersebut dan apa keunggulan kompetitif yang Anda miliki
- Pas foto: Foto diletakkan di sudut kanan atas dokumen pada kolom khusus yang telah disediakan
Perbedaan Mencolok CV ala Western dan Jepang
Sebagai pelamar kerja, Anda harus bisa membedakan kapan harus menggunakan CV ala western dan Jepang, karena perbedaan keduanya cukup mencolok. CV ala western dapat Anda gunakan saat mengirim aplikasi ke perusahaan rintisan, multinasional, atau global. CV berbahasa Jepang khusus untuk mengirim lamaran kerja ke perusahaan Jepang.
Desain
CV western
Desain CV western mengutamakan personalisasi, kreativitas, dan fleksibilitas. Posisi tertentu seperti graphic designer atau UI-UX designer dapat membuat CV secara kreatif selama tidak “menghalangi” perekrut ketika membacanya.
Ada banyak aplikasi pembuatan CV yang telah mengadopsi aturan CV dari negara Eropa atau Amerika Serikat. Biasanya hanya terdiri dari satu sampai dua halaman yang padat dan berfokus pada hasil pencapaian. Di dokumen ini, kandidat bisa berisi portofolio untuk menunjukkan keberhasilan atau hasil karya selama bekerja.
CV Jepang
Tidak memberikan ruang untuk kreativitas visual. Formatnya kaku berbentuk tabel bergaris hitam putih yang seragam. Tabel pengisiannya secara kronologis dan sangat baku.
Penggunaan informasi pribadi
CV western
Dalam CV western, Anda tidak boleh mencantumkan informasi pribadi seperti foto, tanggal lahir, status pernikahan, hingga jenis kelamin. Hal ini dilakukan demi mencegah diskriminasi ras, gender, dan usia atau unconscious bias.
CV Jepang
Di CV Jepang kebalikan dari western. Anda wajib mencantumkan foto, usia, dan jenis kelamin. Bagi perusahaan Jepang, informasi ini penting untuk menilai kesiapan mental, penampilan luar, serta kesesuaian demografis dalam struktur hierarki tim mereka.
Dalam budaya Jepang, ketika kandidat memberikan informasi pribadinya kepada perusahaan, ini dianggap sebagai pemberian kepercayaan. Begitu juga sebaliknya, perusahaan akan menggunakan data kandidat sebaik-baiknya.
Format CV Jepang
CV Jepang berformat tabel terstruktur yang umumnya berukuran kertas A4 atau B4 (jika dilipat). Di era digital saat ini, pengiriman dokumen sudah banyak beralih melalui email atau portal lowongan kerja, tetapi format tabel ini tidak pernah berubah.
Bagi Anda yang sudah memiliki pengalaman kerja yang matang, rirekisho wajib didampingi oleh dokumen kedua bernama shokumu keirekisho. Ini adalah teks naratif yang menjabarkan secara detail mengenai proyek apa saja yang pernah kita tangani, pencapaian target, serta keahlian teknis secara lebih mendalam.
Dapatkan templat rirekisho di laman ini guna mempermudah pengisian data diri dan riwayat pekerjaan.
7 Aturan Foto Wajah CV Jepang yang Profesional
Foto wajah atau pas foto di CV Jepang tidak bisa dibuat asal-asalan. Foto adalah hal pertama yang dilihat oleh atasan dari Jepang sebelum mereka membaca teks di bawahnya. Kesalahan sekecil apa pun pada foto akan menurunkan kredibilitas kandidat.
Berikut ini aturan foto yang benar dan profesional:
1. Ukuran foto
Ukuran foto di CV Jepang bersifat mutlak, yaitu tinggi 40 mm dan lebar 30 mm (rasio 4:3). Pastikan foto dipotong secara presisi dan pas dengan kotak yang tersedia di lembar dokumen. Jika dokumen dikirim secara digital, gunakan resolusi gambar yang tinggi agar foto tidak pecah.
2. Waktu pengambilan foto
Foto yang digunakan harus diambil dalam kurun waktu maksimal tiga bulan terakhir. Pihak perusahaan harus melihat penampilan fisik saat ini yang akurat. Jika Anda telah mengubah gaya rambut secara drastis atau mengalami perubahan berat badan yang signifikan, Anda wajib mengambil foto baru.
3. Latar belakang
Latar belakang foto harus berwarna putih polos. Pastikan tidak ada bayangan yang mengganggu di latar belakang atau di wajah Anda akibat pencahayaan yang buruk.
4. Dress code
Anda wajib mengenakan pakaian bisnis formal standar Jepang atau sering disebut recruit suit yang terdiri dari:
- Perempuan: Jas atau blazer berwarna monokrom seperti hitam, biru tua, atau abu-abu gelap dan kemeja atau blus putih polos
- Perempuan berhijab: Blus atau kemeja putih polos, warna hijab sedikit gelap, bisa mengenakan blazer atau tidak
- Laki-laki: Setelan jas berwarna monokrom, kemeja putih polos berkerah, dan dasi dengan motif formal yang tidak mencolok
- Pastikan pakaian disetrika dengan rapi, kerah kemeja tidak tertekuk, dan dasi terpasang simetris di tengah
- Aksesori seperti anting atau kalung sebaiknya dilepas atau pilih yang berukuran kecil dan tidak berkilau berlebihan
5. Ekspresi wajah
Pastikan ekspresi wajah Anda tersenyum tipis secara natural tanpa memperlihatkan gigi, mata menatap ke depan atau fokus lurus ke arah kamera. Hindari ekspresi wajah yang terlalu kaku atau cemberut karena akan terkesan tidak bersahabat, tetapi jangan pula berpose ceria berlebihan seperti foto untuk media sosial.
6. Tata rambut dan riasan
Rambut harus tertata rapi. Bagi perempuan, poni tidak boleh menutupi mata atau alis dan rambut bagian samping sebaiknya diselipkan di belakang telinga agar seluruh struktur wajah terlihat jelas. Gunakan riasan wajah natural sehari-hari serta hindari warna lipstik atau riasan mata yang terlalu mencolok. Bagi laki-laki, disarankan untuk mencukur rambut wajah (jenggot dan kumis) hingga bersih.
7. Cara melakukan foto
Untuk mendapatkan hasil maksimal, sebaiknya melakukan sesi foto di studio atau meminta orang terdekat memfoto Anda. Jika Anda tidak ada orang yang dimintai tolong, set kamera, posisi, latar belakang sesuai aturan di atas dengan menggunakan timer. Pastikan pencahayaan dengan tepat, jangan sampai ada bayangan di wajah atau latar belakang foto.
Mengikuti aturan foto di CV Jepang bukan sekadar urusan estetika visual semata. Di balik aturan yang kaku tersebut, atasan dari Jepang akan menilai sejauh mana tingkat kepatuhan Anda terhadap peraturan, perhatian terhadap detail, rasa hormat kepada budaya perusahaan mereka. Tetap teliti dan semoga sukses meraih karier (membuka tab baru) impian!


