Skip to main content
Proses Rekrutmen

Apakah Perlu CV Bahasa Jepang untuk Melamar Kerja di Indonesia? Perhatikan 5 Poin Ini

“Apakah perlu membuat CV bahasa Jepang untuk melamar kerja?” Itu adalah pertanyaan lulusan baru yang mumpuni berbahasa Jepang dan ingin bekerja di perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia. Memb…

K

KyariGo

Terbit 6 min baca
kyarigo CV bahasa Jepang untuk melamar kerja

“Apakah perlu membuat CV bahasa Jepang untuk melamar kerja?”

Itu adalah pertanyaan lulusan baru yang mumpuni berbahasa Jepang dan ingin bekerja di perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia. Membuat CV dengan menunjukkan kemahiran berbahasa adalah nilai plus di mata perekrut dan manajer.

Hal ini memberikan rasa percaya diri sekaligus tantangan tersendiri bagi kandidat Japanese speaker, karena pasar kerja saat ini sangat kompetitif sehingga Anda harus tampil menonjol dari kandidat lain. Poin yang menjadi pertanyaan adalah apakah semua perusahaan Jepang yang di sini mengharuskan kandidat mengirimkan aplikasi dengan bahasa Jepang? Simak ulasannya di bawah ini.

Pembuatan CV dalam Proses Rekrutmen

Curriculum vitae atau CV ialah dokumen tertulis yang berisi rangkuman terstruktur mengenai riwayat hidup, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, keterampilan, serta pencapaian profesional pelamar kerja.

Sebagai pencari kerja, CV memiliki tujuan untuk:

  • Menunjukkan kesesuaian keterampilan dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan yang tertulis di job ads
  • Memasarkan diri atau brosur profesional yang menjual keterampilan Anda kepada perusahaan dalam waktu singkat
  • Meyakinkan tim HR atau perekrut bahwa Anda adalah kandidat yang layak diundang ke sesi wawancara setelah mereka melihat CV Anda

Kualifikasi Kandidat Japanese Speaker yang Dibutuhkan oleh Perusahaan Jepang di Indonesia

Perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia, baik yang bergerak di industri manufaktur (seperti otomotif, elektronik, dan kimia) maupun jasa (seperti perbankan, logistik, dan konsultan), memiliki standar kualifikasi yang sangat spesifik.

Dalam kebutuhan tenaga kerja, mereka akan memperhatikan kandidat yang memiliki kualifikasi, yaitu:

1. Sertifikasi

Banyak perusahaan Jepang yang mengharuskan kandidat memiliki sertifikasi JLPT atau Japanese-Language Proficiency Test. Ini adalah tolok ukur objektif untuk menilai kemampuan bahasa Jepang kandidat.

Secara umum, posisi fresh graduate atau staf administrasi minimal membutuhkan tingkat JLPT N3. Bila mengincar posisi strategis seperti interpreter, translator, atau posisi manajerial, Anda wajib memiliki sertifikat JLPT N2 atau N1.

Bagaimana dengan kandidat yang mampu berbahasa Jepang tetapi tidak memiliki sertifikasi? Jangan khawatir, Anda tetap bisa mengirimkan lamaran pekerjaan dengan menjelaskan kemampuan tersebut di CV. Jika lolos penyaringan CV, Anda akan mendapatkan undangan wawancara dan tes bahasa Jepang dari pihak perusahaan.

2. Keterampilan berkomunikasi

Tak hanya fasih berbahasa Jepang, perusahaan juga mencari kandidat yang memiliki keterampilan berkomunikasi dengan baik. Jika Anda dapat menggunakan keigo, itu menjadi nilai plus. Jika tidak menguasainya, tak masalah, tetapi Anda mampu:

  • Mendengarkan secara aktif
  • Menjawab pertanyaan secara sopan
  • Menyampaikan pendapat tanpa menyinggung orang lain
  • Menggunakan diksi yang sesuai konteks pembicaraan
  • Memperhatikan bahasa nonverbal, seperti kontak mata, intonasi, dan ekspresi

3. Memahami ruang lingkup bisnis

Perusahaan membutuhkan kandidat yang memahami ruang lingkup bisnis. Misalnya, mengerti bagaimana perusahaan beroperasi, mengetahui tujuan perusahaan, memahami target pasar dan hal-hal yang memengaruhi bisnis, serta mengerti masalah yang dihadapi dan ingin diselesaikan oleh perusahaan. Kandidat seperti itu akan dianggap siap beradaptasi dengan konsep budaya perusahaan dan perubahan bisnis.

Apakah Kandidat Perlu CV Bahasa Jepang untuk Melamar Kerja di Indonesia?

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul di benak Anda sebagai Japanese speaker yang tengah mencari pekerjaan adalah:

  • “Apakah saya perlu membuat CV berbahasa Jepang atau cukup CV berbahasa Inggris saja?”
  • “Haruskan membuat CV berbahasa Jepang saat melamar kerja di perusahaan yang beroperasi di Indonesia?”

Sebagai pencari kerja yang ingin memberikan impresi terbaik sejak awal kepada perekrut dan manajer, Anda harus memahami bahwa CV adalah representasi langsung dari sisi profesionalisme Anda.

Dalam konteks rekrutmen, perekrut atau HR di perusahaan Jepang seperti perusahaan lain, yakni menerima CV berbahasa Inggris. Namun, ada pula perekrut yang menginginkan kandidat mengirimkan CV berbahasa Jepang. Alasannya adalah:

1. Menunjukkan kompetensi

Mengirimkan CV berbahasa Jepang menunjukkan bahwa Anda memiliki kompetensi dan persiapan yang matang. Pasalnya, menulis CV berbahasa Jepang memerlukan ketepatan dalam tata bahasa, pemilihan kanji yang benar, dan format standar yang rapi.

Bila memiliki sertifikat JLPT, Anda dapat mengunggahnya bersama dengan CV. Sertifikat adalah bukti konkret seseorang memiliki kualifikasi dalam keterampilan tertentu. Ini akan membedakan Anda dari ratusan pelamar lain yang hanya mengirimkan CV berbahasa Inggris dan tanpa sertifikat.

2. Memudahkan penyaringan

Saat ini, tak sedikit perusahaan yang menggunakan applicant tracking system (ATS) untuk memudahkan penyaringan. Tim HR atau perekrut akan menggunakan kata kunci guna menyaring CV. Pada tahap awal, penyaringan dilakukan oleh tim–yang tidak semuanya fasih berbahasa Jepang–mencari seseorang yang mahir berbahasa Jepang atau memiliki sertifikasi JLPT.

3. Tertarik dengan posisi tersebut

Setelah lolos penyaringan, CV akan diteruskan ke manajer atau direksi (ekspatriat Jepang) yang memegang keputusan akhir. Bagi orang Jepang, membaca CV berbahasa Jepang (rirekisho) akan jauh lebih nyaman, cepat memahami, dan meminimalkan risiko salah paham terkait detail pengalaman kerja.

Di sisi lain, Anda dapat membuat CV bilingual dengan menggunakan bahasa Inggris dan Jepang. Hal ini akan memberi sinyal positif bahwa Anda adalah kandidat proaktif, tertarik pada posisi tersebut, dan menghargai budaya perusahaan serta kondisi global, di mana Inggris menjadi “bahasa perantara” di lingkungan kerja.

5 Poin yang Harus Diperhatikan dalam Pembuatan CV Berbahasa Jepang

Pada dasarnya, pembuatan CV untuk melamar kerja ke perusahaan sama saja, tetapi CV berbahasa Jepang sedikit memiliki perbedaan. Hal ini mengingat bahasa Jepang memiliki huruf dan cara penulisan yang lain dari huruf latin.

Menulis CV bahasa Jepang (rirekisho) memiliki aturan yang berbeda dari CV ala western. Poin yang wajib Anda perhatikan agar rirekisho dinilai profesional oleh manajer native speaker yakni:

1. Format standar

Jangan membuat desain sendiri ketika membuat CV berbahasa Jepang. Unduh templat standar rirekisho yang memiliki kolom-kolom baku seperti riwayat pendidikan (gakureki), riwayat pekerjaan (shokureki), sertifikasi (shikaku), dan alasan melamar. Keberadaan format baku ini mempermudah native speaker Jepang membaca profil Anda secara kronologis.

2. Perhatikan penulisan tanggal dan tahun

Dalam rirekisho, penulisan tanggal dan tahun harus konsisten. Anda bisa menggunakan kalender masehi barat (seperti 2026) atau kalender kaisar Jepang (seperti reiwa). Yang terpenting adalah jangan mencampurkan kedua format tersebut di dalam satu dokumen. Jika Anda membuat CV bilingual, sebaiknya tulis terlebih dahulu CV berbahasa Jepang, lalu CV berbahasa Inggris.

3. Tulis alasan melamar dan promosi diri

Bagian ini adalah ruang bagi Anda untuk mempromosikan keterampilan diri. Tuliskan secara spesifik alasan dan motivasi Anda bergabung dengan perusahaan tersebut.

Jelaskan pula kemahiran berbahasa Jepang serta keterampilan kerja Anda, baik teknis maupun nonteknis. Tulis pula pengalaman berorganisasi atau riwayat kerja secara singkat sebelumnya, lalu kontribusi positif yang akan Anda sumbangkan kepada pertumbuhan perusahaan mereka.

4. Gunakan foto formal

Foto yang ditempelkan di pojok kanan atas rirekisho harus memenuhi standar profesional. Panduan penampilannya: mengenakan setelan jas warna monokrom, kemeja putih, dasi (bagi pria), rambut rapi, wajah menghadap ke depan, tersenyum proporsional (tanpa memperlihatkan gigi), dan berlatar belakang polos (putih). Foto yang asal-asalan menandakan Anda tidak serius bekerja pada peran yang dilamar dan perusahaan sebagai tempat kerja mendatang.

5. Hindari kesalahan ketik

Jangan sampai Anda melakukan kesalahan mengetik, baik huruf maupun angka. Periksa kembali setiap huruf hiragana, katakana, dan kanji yang Anda ketik. Pastikan semua huruf benar dan tepat. Kesalahan dalam penulisan kanji atau tata bahasa akan dianggap bahwa Anda kurang teliti dan kurang menghargai detail. Dua sifat ini sangat dihindari dalam budaya kerja Jepang.

Memiliki CV bilingual, Indonesia dan Inggris, adalah strategi terbaik yang menempatkan diri Anda lebih maju dibanding kandidat lainnya. Untuk membuat CV bahasa Jepang untuk melamar kerja, Anda perlu mempersiapkan dengan matang sesuai kompetensi, pengalaman, dan pendidikan guna menuju ruang wawancara kerja.

Untuk membuka peluang baru dan mempelajari dunia kerja Japanese speaker, klik tautan ini (membuka tab baru).

Artikel Terkait