Menapaki Karier: Kenali 3 Perbedaan Budaya Kerja di Perusahaan Jepang dan Indonesia
Memasuki dunia profesional, Anda sebagai pencari kerja perlu mengetahui bagaimana budaya kerja di berbagai perusahaan. Hal ini juga wajib dilakukan oleh kandidat Japanese speaker, di mana Anda harus…
KyariGo

Memasuki dunia profesional, Anda sebagai pencari kerja perlu mengetahui bagaimana budaya kerja di berbagai perusahaan. Hal ini juga wajib dilakukan oleh kandidat Japanese speaker, di mana Anda harus mengenali perbedaan budaya kerja di perusahaan Jepang dan Indonesia.
Mengenali perbedaan budaya ini adalah langkah awal untuk menghadapi benturan sekaligus harmonisasi budaya kerja. Dengan demikian, Anda dapat mempersiapkan diri sebelum terjun ke ranah profesional.
Apa Itu Budaya Kerja di Perusahaan?
Budaya kerja atau corporate culture ialah sekumpulan nilai, norma, kepercayaan, prinsip, etos, dan kebiasaan yang dianut bersama oleh seluruh anggota di perusahaan.
Budaya kerja bertindak sebagai “kepribadian” dari perusahaan. Budaya tersebut akan mengatur bagaimana karyawan berinteraksi, keputusan diambil, serta konflik diselesaikan di dalam ekosistem kantor. Bagi perusahaan, pembentukan budaya kerja memiliki tujuan yang sangat krusial, di antaranya:
- Budaya menjadi kompas moral dan operasional agar setiap karyawan bergerak searah dengan visi dan misi perusahaan
- Lingkungan kerja dengan budaya yang sehat membuat karyawan merasa aman, dihargai, dan termotivasi, sehingga meningkatkan produktivitas dan retensi
- Membangun brand identity yang menjadi pembeda di mata publik, klien, maupun para pemburu kerja
Karakteristik Budaya Kerja Perusahaan Jepang
Bagi Anda yang mengantongi sertifikat JLPT, bekerja di perusahaan asal Negeri Matahari Terbit adalah tujuan utama dalam karier. Sebagai lulusan jurusan ilmu bahasa atau sastra Jepang, Anda telah mendapatkan informasi tentang bagaimana budaya kerja di perusahaan Jepang.
Namun, perusahaan Jepang di negara asal memiliki sedikit perbedaan dengan perusahaan Jepang yang beroperasi di luar negara mereka. Memang, budaya kerja mereka berakar kuat pada nilai integritas dan hierarki, tetapi ketika mereka menjalankan bisnis di negara lain akan menghasilkan akulturasi budaya.
Di negara asal
Budaya kerja di Jepang terkenal dengan sistem lifetime employment atau bekerja di satu perusahaan untuk seumur hidup dan seniority wage system atau kenaikan gaji berdasarkan masa kerja, bukan semata-mata performa. Di Negeri Sakura, ada pula budaya kerja lembur yang masif karena terdapat beban moral untuk tidak pulang sebelum atasan pulang.
Perusahaan yang beroperasi di Indonesia
Ketika perusahaan Jepang mendirikan pabrik atau kantor di Indonesia, terjadi proses akulturasi budaya. Mereka akan menyesuaikan budaya kerja yang menghargai karakteristik lokal, seperti penyediaan waktu untuk ibadah serta karyawan boleh pulang setelah jam kerja selesai.
Namun, perusahaan Jepang akan tetap membawa nilai inti, seperti:
- 5s atau seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke: Konsep ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin dalam pengelolaan ruang kerja demi efisiensi tinggi
- Kaizen: Filosofi perbaikan kinerja secara terus-menerus, sekecil apa pun itu, untuk meningkatkan mutu produksi atau layanan
- Hou-ren-so: Sistem wajib untuk melapor (houkoku), mengonfirmasi (renraku), dan berkonsultasi (soudan) kepada atasan pada setiap proses kerja
Perbedaan Mendasar Budaya Kerja Perusahaan Jepang dan Indonesia
Supaya Anda tidak terjebak dalam stereotipe, mari mengetahui perbedaan budaya kerja di perusahaan Indonesia dan Jepang. Di bawah ini terdapat informasi tentang manajemen waktu hingga pengambilan keputusan serta cara menyikapinya.
1. Manajemen waktu
Perusahaan Jepang
Ketepatan waktu adalah hal yang paling penting dalam dunia profesional di Jepang. Di perusahaan Jepang, di mana pun mereka beroperasi, semua orang yang menghadiri rapat wajib hadir lima menit sebelum jadwal dimulai.
Ini adalah standar kedisiplinan. Jika terlambat, meski satu menit pun, akan dianggap sebagai pelanggaran integritas. Jika Anda kerap melakukannya, maka perilaku Anda dicap sebagai pelanggaran integritas yang fatal.
Perusahaan Indonesia
Di perusahaan Indonesia, sering kali keterlambatan dianggap hal biasa, meski jadwal kerja maupun rapat telah ditentukan. Ada toleransi terhadap keterlambatan atau sering diistilahkan dengan “jam karet.” Ini juga bisa berarti sebuah sindiran buat mereka yang datang terlambat karena beragam alasan, seperti kemacetan lalu lintas, banyak pekerjaan yang belum selesai, atau urusan mendadak.
2. Hubungan antarkaryawan
Perusahaan Jepang
Hubungan kerja antarkaryawan maupun karyawan dan atasan sangat formal. Jarak antara atasan dan bawahan dibatasi oleh sekat hierarki dan penggunaan bahasa profesional atau keigo.
Namun, bila Anda belum menguasai keigo, tetapi mampu berbahasa formal kepada atasan plus memiliki keterampilan komunikasi mumpuni, atasan dari Jepang akan memahami kondisi tersebut. Perusahaan kreatif asal Jepang yang ada di Indonesia memiliki hubungan cukup cair antara karyawan dengan atasan, sedangkan firma atau konsultan hukum lebih kaku. Hal ini tergantung perusahaan dan industri kerjanya.
Perusahaan Indonesia
Perusahaan Indonesia identik mempunyai suasana yang lebih hangat dan komunal. Hubungan antarkaryawan sering kali lebih cair dan santai, begitu pula dengan suasana kantor yang penuh kehangatan. Hubungan karyawan dengan atasan pun kasual tetapi tetap menghargai hierarki, terutama di BUMN.
Namun, terkadang unsur kedekatan emosional tersebut memegang peranan penting dalam dinamika kerja sehari-hari. Tak heran, jika di perusahaan lokal ditemukan sikap pilih kasih atau “the power of orang dalam” karena seorang karyawan memiliki hubungan keluarga dengan atasan.
3. Pengambilan keputusan
Perusahaan Jepang
Menggunakan sistem ringisho, yaitu pengambilan keputusan berbasis konsensus kelompok. Ide atau kebijakan harus disetujui secara horizontal dan vertikal oleh banyak pihak sebelum disahkan. Prosesnya memakan waktu lebih lama, tetapi minim risiko penolakan saat eksekusi.
Perusahaan Indonesia
Cenderung bersifat top-down atau sentralistik. Keputusan besar biasanya diambil secara cepat oleh direksi atau pemilik perusahaan dan karyawan di level bawah tinggal mengeksekusi instruksi tersebut. Di perusahaan rintisan sedikit berbeda, pengambilan keputusan dapat dipegang oleh kepala departemen atau manajer yang berkaitan dengan jenis pekerjaan yang sedang mereka tangani.
Poin Penting Lainnya: Keterampilan Beradaptasi
Di atas semua perbedaan tersebut, ada satu pelajaran berharga yang harus kita tanamkan di dalam benak sebagai pencari kerja, yakni asal negara perusahaan tidak menjamin keseragaman budaya secara mutlak. Tidak semua perusahaan Indonesia itu santai dan tidak semua perusahaan Jepang itu kaku.
Saat ini, banyak perusahaan Jepang global yang sudah mengadopsi gaya manajemen ala western yang fleksibel. Ada pula perusahaan konglomerasi lokal Indonesia yang menerapkan disiplin yang sangat ketat.
Oleh karena itu, alih-alih sibuk mengotak-ngotakkan perusahaan berdasarkan negara asalnya, keterampilan paling berharga yang harus Anda miliki adalah beradaptasi (adaptability) dan ketahanan terhadap perubahan (agility).
Karyawan yang sukses bukan hanya mereka yang berkinerja tinggi, juga mereka yang mampu membaca situasi, memahami aturan main tertulis maupun tidak tertulis, serta fleksibel untuk menyelaraskan ritme kerjanya demi mencapai produktivitas optimal.
Memahami perbedaan budaya kerja antara perusahaan Jepang dan Indonesia bukanlah untuk mencari mana yang terbaik, melainkan untuk mengukur di mana kecenderungan profesional Anda dapat bertumbuh dengan optimal. Jika Anda ingin mendapatkan wawasan tentang budaya dan peluang kerja di perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia, pantau laman KyariGo (membuka tab baru).
Perusahaan Jepang menawarkan keunggulan berupa sistem yang rapi, kedisiplinan tinggi, dan stabilitas jangka panjang. Perusahaan Indonesia menawarkan fleksibilitas, kehangatan hubungan interpersonal, dan kecepatan eksekusi. Anda sebagai pencari kerja harus bersikap terbuka, terus belajar, dan membekali diri dengan kemampuan adaptasi yang tinggi agar mampu menjadi aset berharga di perusahaan mana pun Anda berlabuh.


