Skip to main content
Panduan Karier

Perbedaan Interpreter Vs Translator: Mana Pilihan Terbaik?

Bagi lulusan program studi sastra atau bahasa, Anda akan dihadapkan salah satu pilihan karier sebagai interpreter atau translator. Sebelum menentukannya, cari terlebih dahulu tentang perbedaan interp…

K

KyariGo

Terbit 5 min baca
Perbedaan Interpreter Vs Translator: Mana Pilihan Terbaik?

Bagi lulusan program studi sastra atau bahasa, Anda akan dihadapkan salah satu pilihan karier sebagai interpreter atau translator. Sebelum menentukannya, cari terlebih dahulu tentang perbedaan interpreter vs translator. Dengan mengetahui hal ini, Anda dapat memiliki panduan pilihan karier terbaik yang sesuai dengan keterampilan.

Lanskap Pilihan Karier Lulusan Sastra Jepang

Anda yang baru lulus dari program studi sastra atau bahasa Jepang sering kali dipenuhi dengan pertimbangan mengenai arah karier. Apakah ingin menjadi interpreter (penerjemah lisan) dan translator (penerjemah tulisan)?

Mengapa dua profesi tersebut yang menjadi pilihan? Pasalnya, kemahiran linguistik dan pemahaman interkultural tersebut adalah modalitas utama yang dimiliki oleh lulusan rumpun ilmu ini. Istilah kedua profesi itu kerap digunakan secara bergantian, bahkan memiliki deskripsi pekerjaan yang sama.

Keduanya juga sering dibutuhkan oleh perusahaan Jepang di Indonesia. Biasanya, mereka bekerja di industri manufaktur, otomotif, infrastruktur, serta teknologi.

Apa saja peran yang bisa dilamar oleh lulusan sastra Jepang? Anda dapat melamar pekerjaan kepada peran apa pun, selama ada kecocokan kualifikasi. Berikut adalah pilihan karier yang dapat dipilih:

  1. Fungsi linguistik: Pilihan karier ini mencakup posisi in-house interpreter, technical translator, subtitler, hingga freelance conference interpreter
  2. Fungsi penghubung: Menjadi bridge system engineer (BSE) di perusahaan IT, yang bertugas menjembatani komunikasi teknis antara tim pengembang software lokal dengan klien di Jepang
  3. Fungsi operasional dan manajerial: Posisi seperti HR specialist, purchasing staff, production control coordinator, atau public relations di perusahaan Jepang
  4. Fungsi pendidikan: Menjadi pengajar bahasa Jepang di lembaga bahasa, sekolah menengah, atau instruktur pelatihan bagi calon buruh migran yang akan dikirim ke Jepang melalui program magang atau specified skilled worker (SSW)

Dari opsi di atas, fungsi linguistik sebagai interpreter dan translator tetap menjadi gerbang utama bagi lulusan baru untuk mendapatkan pengenalan profesional dan remunerasi yang kompetitif di awal karier mereka.

Perbedaan Interpreter vs Translator: Jalur Mana yang Paling Sesuai dengan Anda?

Untuk menentukan jalur mana yang paling menjanjikan dan sesuai, Anda harus memahami perbedaan khusus antara kedua profesi ini. Secara fundamental, perbedaan utama terletak pada media penyampaian dan faktor waktu.

Interpreter

Seorang interpreter bertanggung jawab untuk mengalihkan pesan dari bahasa sumber menjadi bahasa sasaran secara langsung atau lisan pada saat itu juga. Misalnya, mengalihbahasakan dari Jepang ke Indonesia atau Inggris.

Cara kerja

Ada dua dua cara kerja sebagai interpreter, yaitu consecutive interpreting (pembicara berhenti setiap beberapa kalimat untuk memberikan waktu bagi interpreter menerjemahkan) dan simultaneous interpreting (interpreter menerjemahkan langsung di dalam booth kedap suara secara bersamaan saat pembicara sedang berbicara tanpa jeda).

Keterampilan kerja

Selain keterampilan berbahasa Jepang, interpreter juga memerlukan keterampilan mendengarkan aktif, memori jangka pendek yang kuat, kemampuan berpikir cepat, dan ketahanan mental tinggi terhadap stres.

Ekosistem kerja

Lingkungan kerja sangat dinamis, karena seorang interpreter korporasi akan bergerak aktif mulai dari ruang direksi, mendampingi audit kepatuhan hukum, hingga turun langsung ke lantai produksi pabrik untuk menerjemahkan percakapan Jepang ke Indonesia, juga sebaliknya.

Translator

Hampir sama seperti interpreter, seorang translator bertugas mengalih bahasa dari bahasa asing ke bahasa Indonesia, tetapi fokus pada dokumen tertulis. Misalnya, menerjemahkan bahasa Jepang ke Indonesia dan sebaliknya secara tertulis. Mereka bekerja dengan teks, memastikan bahwa setiap nuansa makna, gaya bahasa, dan terminologi teknis diterjemahkan dengan akurasi tinggi ke dalam format tertulis.

Cara kerja

Proses kerja bersifat linear tetapi mendalam, meliputi tahap membaca teks sumber, riset terminologi, penyusunan draf terjemahan, penyuntingan, hingga penyelarasan akhir. Translator sata ini dituntut mahir mengoperasikan perangkat CAT tools (computer-assisted translation) seperti SDL Trados atau MemoQ.

Mengubah arah karier

Profesi interpreter dan translator tak hanya berasal dari lulusan sastra atau bahasa Jepang. Anda yang berasal dari jurusan lain, tetapi menekuni bahasa Jepang pun berkesempatan menjadi interpreter atau translator.

Bahkan Anda dari lulusan apa pun yang memiliki kemampuan berbahasa Jepang dapat mengubah arah karier menjadi:

  • Sales Support
  • Sales representative
  • Account executive
  • Technical maintenance
  • Customer support
  • HR generalist

Keterampilan kerja

Memerlukan keterampilan menulis, ketelitian tingkat tinggi, kemampuan riset dokumen, serta pemahaman mendalam mengenai tata bahasa formal dan lokalisasi budaya dalam teks.

Ekosistem kerja

Ekosistem di sini cenderung statis dan mandiri. Biasanya, translator bekerja di balik meja, baik di kantor (in-house) maupun di rumah sebagai freelancer, dengan fleksibilitas waktu yang diatur oleh tenggat waktu (deadline) proyek.

Mana Pilihan Karier Terbaik untuk Lulusan Sastra Jepang?

Setelah mengetahui perbedaan interpreter vs translator, mari menentukan karier terbaik versi Anda. Tentu, pilihan terbaik bersifat sangat subjektif dan bergantung pada preferensi setiap orang. Biasanya, hal tersebut berhubungan tujuan karier jangka panjang serta bersifat pribadi.

Pilih karier sebagai interpreter, jika:

1. Gemar berinteraksi

Jika Anda menikmati interaksi langsung dengan orang banyak, tidak canggung berhadapan dengan jajaran manajemen, dan memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang persuasif, kemungkinan besar Anda juga menikmati menjadi interpreter.

2. Suka tantangan

Anda bisa menjadi interpretes jika suka dengan tantangan. Kenapa? Karena pekerjaan ini menantang sekaligus memotivasi Anda untuk mengambil keputusan linguistik dalam hitungan detik di depan audiens.

3. Lingkungan dinamis

Apakah Anda merasa bosan jika harus duduk di depan komputer selama delapan jam sehari? Bila Anda menyukai lingkungan kerja yang dinamis, seperti bekerja dengan tim A, lalu pindah ke departemen B, lalu mengunjungi pabrik, atau atau melakukan perjalanan dinas ke luar kota, maka pilihan karier sebagai interpreter lebih cocok.

4. Gaji kompetitif

Pasar kerja Indonesia untuk posisi in-house interpreter dengan level JLPT N2 atau N1 menawarkan gaji pokok dan tunjangan di atas upah minimum (UM). Sebagai karyawan baru, kondisi ini sangat menarik karena Anda bisa membiayai kehidupan yang layak.

Pilihlah karier sebagai translator, jika:

1. Bekerja mandiri

Anda yang lebih suka bekerja mandiri atau dalam ketenangan, pilihan menjadi translator adalah keputusan tepat. Di sini, Anda bisa fokus yang dalam mengerjakan proses alih bahasa hingga riset kata demi kata untuk menemukan padanan istilah yang paling tepat.

2. Mengutamakan akurasi

Anda merasa puas ketika berhasil menyusun sebuah dokumen bisnis, panduan teknis, atau dokumen hukum yang rapi, akurat, dan mudah dipahami.

3. Fleksibilitas kerja

Jalur karier sebagai translator, terutama sebagai freelancer, membuka peluang besar bagi Anda untuk memiliki fleksibilitas kerja. Bahkan Anda dapat mengambil proyek langsung dari agensi luar negeri dan mengatur ritme kerja tanpa terikat jam kantor 9-to-5.

4. Tertarik teknologi

Anda yang tertarik pada integrasi teknologi artificial intelligence (AI) paling pas bekerja sebagai translator, karena Anda dituntut untuk menerjemahkan bahasa menggunakan perangkat manajemen penerjemahan agar bekerja secara efisiensi.

Perbedaan interpreter vs translator ini untuk mengenali kecocokan Anda dengan cara dan lingkungan kerja yang diminati. Namun, kedua profesi ini menawarkan karier di masa depan yang cerah, mengingat kerja sama bilateral antara pihak Indonesia dan Jepang masih berlangsung.

Di tengah situasi politik dan ekonomi yang kurang ramah bagi lulusan baru, pilihan karier berdasarkan keterampilan teknis perlu Anda pertimbangkan. Mengawali karier sebagai translator maupun interpreter akan memberikan pengalaman dan menambah keterampilan di masa mendatang.

Cek laman ini (membuka tab baru)untuk memiliki kabar terkini tentang peluang baru. Selamat melangkah di dunia kerja!

Artikel Terkait