Skip to main content
Panduan Karier

6 Profil Kandidat Ideal yang Dicari oleh Perusahaan Jepang

Investasi yang ditanamkan oleh perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Jepang di Indonesia terus membuka peluang karier yang menjanjikan. Sebagai pencari kerja, apakah Anda telah memahami bagaima…

K

KyariGo

Terbit 4 min baca
kyarigo Profil kandidat ideal yang dicari oleh perusahaan Jepang

Investasi yang ditanamkan oleh perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Jepang di Indonesia terus membuka peluang karier yang menjanjikan. Sebagai pencari kerja, apakah Anda telah memahami bagaimana kandidat ideal yang dicari oleh perusahaan Jepang?

Korporasi Jepang terkenal dengan jenjang karier terstruktur, budaya kerja yang mengutamakan integritas, serta paket kompensasi dan benefits yang stabil. Buat fresh graduate terutama Japanese speaker, tak ada salahnya untuk memulai karier di perusahaan Jepang.

Sembari melihat peluang karier dan menyusun CV, ada baiknya Anda mempelajari kandidat ideal yang dicari oleh perusahaan Jepang. Apa saja itu?

Kapan Kandidat Dikatakan Ideal oleh Perusahaan?

Untuk memahami arti kata ideal di mata perekrut dan manajer dari Jepang, Anda harus memahami konsep kigyou fit atau keselarasan perusahaan. Ini dapat juga disebut culture fit atau kesesuaian nilai personal dengan budaya perusahaan.

Perusahaan Jepang cenderung menganut filosofi, maka sudut pandang penilaian mereka tidak hanya berdasarkan pengalaman dan keterampilan kerja, juga aspek lain, yaitu:

1. Integritas

Perusahaan Jepang akan memilih kandidat yang memiliki integritas tinggi, sehingga ia akan memilih individu yang jujur dan disiplin. Mereka juga mengedepankan sikap kerja yang memahami hierarki serta menerima umpan balik yang kritis. Untuk mengetahui sisi integritas dan sikap kerja kandidat, perekrut dan manajer akan melakukan wawancara kerja yang diikuti dengan skill test hingga background checking.

2. Potensi jangka panjang

Perekrut akan menilai apakah kandidat memiliki potensi untuk tumbuh bersama perusahaan dalam kurun waktu lima hingga 10 tahun ke depan. Jadi, kandidat tidak menjadikan perusahaan sebagai batu loncatan karier singkat dalam satu atau dua tahun.

3. Kemampuan beradaptasi dengan tim

Dalam budaya kerja Jepang, kerja sama tim berada di atas pencapaian individu. Jadi, kandidat ideal adalah seseorang yang mampu meredam keinginan pribadinya demi mencapai target bersama tanpa menimbulkan konflik industrial. Tak sedikit manajer yang akan mengajukan pertanyaan yang merefleksikan tentang kemampuan beradaptasi dengan tim.

6 Profil Kandidat Ideal yang Dicari oleh Perusahaan Jepang

Masih ada kandidat Japanese speaker mengalami kegagalan karena kurang memahami standar perusahaan Jepang dalam proses rekrutmen.

Bagi manajemen Jepang, kandidat terbaik bukanlah seseorang yang paling menonjol secara pengalaman atau prestasi saja, melainkan ia yang mampu menunjukkan kualifikasi yang selaras dengan nilai korporasi. Berikut ini profil kandidat ideal yang dicari oleh perusahaan Jepang:

1. Pengalaman kerja

Perekrut dan manajer akan melihat pengalaman kerja kandidat, seperti apakah pengalaman kerja mereka dengan kualifikasi yang dibutuhkan atau tidak atau di industri mana saja pengalaman kerjanya.

Perusahaan Jepang sangat memperhatikan hal ini, karena karyawan yang terlalu sering berpindah tempat kerja dalam durasi kurang dari satu atau dua tahun tanpa alasan yang valid akan dianggap sebagai job hopper. Ini biasanya kita sebut dengan istilah kutu loncat.

Profil yang ideal, jika kandidat menunjukkan riwayat kerja yang stabil, sehingga mencerminkan ketekunan dan komitmen. Paling tidak, kandidat bekerja di perusahaan yang sama dalam waktu tiga atau empat tahun.

Jika kandidat memiliki rekam jejak kerja di perusahaan Jepang sebelumnya, itu akan menjadi nilai tambah. Perekrut dan manajer akan berasumsi bahwa kandidat sudah terbiasa dengan ritme kerja yang cepat, disiplin, serta sistem pelaporan.

2. Keterampilan kerja

Setelah melihat pengalaman kerja, mereka akan menilai keterampilan yang dikuasai oleh kandidat, yaitu keterampilan teknis dan keterampilan pendukung. Perusahaan tak hanya membaca daftar keterampilan kandidat di CV, mereka akan membuktikannya dalam sesi wawancara kerja dan/atau skill test. Mereka akan menilai:

  • Technical skill yang sesuai peran, seperti kandidat yang melamar sebagai Japanese interpreter akan memiliki sertifikat JLPT N3
  • Keterampilan pendukung, seperti menguasai marketing atau sales, memahami quality control, mampu berkomunikasi dengan baik, atau memahami pemahaman tentang bisnis di industri tertentu

3. Latar belakang pendidikan

Untuk posisi tertentu, perusahaan mengutamakan kandidat yang memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan peran. Misalnya, sales engineer di perusahaan trading yang akan bertanggung jawab mengidentifikasi dan mengembangkan bisnis di bidang konstruksi hingga infrastruktur akan membutuhkan kandidat lulusan teknik sipil, teknik kimia, atau manajemen transportasi.

Untuk posisi administratif dan operasional, mereka akan menilai kandidat dari lulusan sastra Jepang, hubungan internasional, dan manajemen bisnis. Misalnya, lulusan psikologi melamar sebagai perekrut atau HR atau lulusan sosiologi melamar sebagai desainer grafis karena sejak awal karier ia telah memiliki pengalaman di bidang tersebut.

Bagaimana dengan nilai? Nilai berupa IPK bukan satu-satunya penentu seseorang diterima oleh perusahaan. Perusahaan akan menilai secara keseluruhan, mulai dari pengalaman dan keterampilan kerja, hasil atau prestasi yang telah dicapai saat bekerja, skill test, hingga wawancara kerja.

4. Kesesuaian dengan budaya kerja

Seorang yang ideal tak melulu soal latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja, ia juga harus memiliki sikap–termasuk pola pikir–yang sesuai dengan budaya kerja di perusahaan Jepang. Contohnya, ia terbiasa bekerja dengan disiplin serta mengedepankan komunikasi dan kerja sama tim yang menjadi prinsip horenso.

5. Referensi yang kredibel

Hubungan bisnis Jepang sangat didasarkan pada asas kepercayaan (trust). Kandidat yang mampu menyertakan surat rekomendasi atau referensi dari mantan atasan–terutama mantan atasan dari Jepang yang bekerja di kantor Indonesia–akan mendapatkan poin penilaian positif dalam proses verifikasi latar belakang atau background checking.

6. Format CV

Khusus bagi kandidat Japanese speaker, Anda perlu memperhatikan penulisan pada format CV. Anda perlu melampirkan CV bilingual yang berbahasa Inggris dan Jepang yang berbasis kronologis. Jika memungkinkan, lampirkan hasil karya atau portofolio Anda dalam dokumen tersebut. Untuk mengetahui pembuatan CV berbahasa Jepang, cek laman ini (membuka tab baru).

Menjadi kandidat ideal yang dicari oleh perusahaan Jepang bukanlah tentang individu yang sempurna dalam segala hal. Kandidat ideal adalah mereka yang memiliki kualifikasi kebutuhan perusahaan, baik dari sisi pengalaman dan keterampilan kerja serta kesesuaian dengan budaya perusahaan.

Artikel Terkait