Skip to main content
Panduan Karier

6 Panduan Karier Lulusan Sastra Jepang di Indonesia yang Adaptif

Apa saja panduan karier lulusan sastra Jepang yang pernah Anda dapatkan? Harus menjadi translator atau interpreter? Harus bekerja di bidang pariwisata yang bertugas menangani klien dari Jepang? Perja…

K

KyariGo

Terbit 6 min baca
kyarigo panduan karier lulusan sastra jepang

Apa saja panduan karier lulusan sastra Jepang yang pernah Anda dapatkan? Harus menjadi translator atau interpreter? Harus bekerja di bidang pariwisata yang bertugas menangani klien dari Jepang?

Perjalanan karier sebagai lulusan baru sangat luas dan panjang. Anda bisa mengoptimalkan ilmu yang dimiliki sebaik-baiknya. Bahkan tak terbatas hanya bekerja di satu bidang saja. Simak panduan karier lulusan sastra Jepang di bawah ini.

Kehidupan Kampus Vs. Dunia Kerja

Menyelesaikan program studi sastra atau bahasa Jepang merupakan sebuah pencapaian akademis yang membanggakan. Namun, bagi sebagian lulusan baru, momen pelepasan toga wisuda ini sering kali diikuti oleh kemunculan kecemasan emosional tentang masa depan.

Saat ini, kita sedang menghadapi kontraksi ekonomi dalam negeri, pasar kerja dalam negeri sangat kompetitif, dan pasar kerja global bergerak dinamis. Tak heran jika para lulusan program studi humaniora dan bahasa kerap didera keraguan mengenai relevansi ilmu yang mereka pelajari di bangku perkuliahan dengan kebutuhan industri riil.

Kehidupan kampus cukup berbeda dibandingkan di dunia kerja. Dunia ini menawarkan tantangan sekaligus keuntungan finansial. Ijazah D4 atau S1 dengan IPK tinggi pun tidaklah cukup. Sebagai kandidat Japanese speaker, Anda perlu memiliki panduan karier lulusan sastra Jepang.

Langkah menyusun panduan karier lulusan sastra jepang yang efektif adalah menggeser parameter dari kehidupan kampus ke dunia profesional. Kedua ekosistem tersebut sangat berbeda. Tempat kuliah mengukur keberhasilan mahasiswa melalui indeks prestasi kumulatif (IPK).

Pada mahasiswa jurusan sastra Jepang, Anda akan dinilai dalam ketepatan tata bahasa dalam esai serta kemampuan menghafal huruf kanji dan kosakata untuk ujian akhir. Hubungan Anda dengan dosen bersifat satu arah atau terbatas dalam urusan materi.

Sebaliknya, di dunia kerja, IPK tinggi hanyalah batas saringan administratif awal. Parameter keberhasilan profesional bergeser ke arah akuntabilitas, kontribusi terhadap pendapatan atau efisiensi perusahaan, serta kemampuan memecahkan masalah di bawah tekanan tenggat waktu yang ketat. Kemampuan berbahasa Jepang Anda tidak lagi dinilai dari keindahan estetika sastra, melainkan dari efektivitasnya sebagai media komunikasi bisnis untuk mencapai kesepakatan komersial.

6 Panduan Karier Lulusan Sastra Jepang agar Siap Berada di Lingkungan Profesional

Sebagai pencari kerja di pasar bisnis yang kompetitif, pekerjaan bagi pemegang ijazah sastra Jepang bukan sekadar di bidang pariwisata. Keahlian linguistik dan pemahaman interkultural yang Anda miliki adalah modalitas strategis yang sangat dicari oleh korporasi multinasional.

Untuk mengeksplorasi spektrum karier yang luas, berikut ini panduannya:

1. Keterampilan teknis itu wajib

Ya, sebagai lulusan sastra Jepang, Anda wajib menguasai keterampilan teknis, dalam hal ini adalah bahasa Jepang. Anda harus mengetahui kapan menggunakan bahasa formal atasan dan rekan kerja dan berbahasa kasual dengan rekan setim di luar jam kerja. Bila Anda menguasai bahasa hormat keigo, itu akan lebih baik. Namun, jika Anda belum menguasainya, gunakan bahasa formal sembari mengasah keterampilan berbahasa saat bekerja.

2. Buktikan sertifikasi

Beberapa universitas yang memiliki program studi sastra atau bahasa Jepang, mereka mengharuskan mahasiswanya lulus ujian kompetensi JLPT minimal N4. Ini adalah bukti bahwa Anda mampu berbahasa Jepang dan siap terjun ke dunia kerja.

Dalam proses rekrutmen korporasi Jepang, perekrut meminta kandidat untuk melampirkan sertifikat JLPT. Jika setelah lulus, Anda ingin melanjutkan kemahiran bahasa lalu mengambil ujian kompetensi tingkat berikutnya, hal itu akan lebih bagus.

JLPT N3 menjadi batas minimum untuk menduduki posisi staf administrasi atau fungsi pendukung operasional di mana instruksi kerja mayoritas masih menggunakan bahasa Indonesia atau Jepang. JLPT N2 merupakan standar bagi karyawan Japanese speaker. Pasalnya, mereka akan menempati posisi spesialis dan/atau membuka akses ke peran manajerial, koordinator proyek, atau posisi yang membutuhkan interaksi langsung tanpa hambatan dengan manajer dari Jepang.

Tak hanya sebatas sertifikat JLPT, Anda juga dapat mengambil program sertifikasi lain, seperti digital marketing, social media, human resources, supply chain management, data analysis, business development, HSE atau K3, dan lainnya.

3. Penguasaan etika bisnis

Perusahaan Jepang sangat menjunjung etika bisnis, maka Anda perlu menguasainya, seperti memberikan hormat, berjabat tangan, memberikan kartu nama, hingga pemilihan kalimat menggunakan bahasa formal.

4. Penguasaan bidang bisnis

Anda juga perlu memahami konteks bahasa berdasarkan lingkungan, yakni normal dan nonformal, bidang bisnis atau industri, hingga peran yang dipilih. Menguasai bahasa Jepang tingkat bisnis tanpa diimbangi oleh pemahaman dasar tentang industri dan peran hanya akan membatasi ruang gerak karier Anda. Keterampilan bahasa bertindak sebagai penguat, terlebih jika Anda tidak bekerja di perusahaan multinasional atau global.

5. Siapkan CV

Siapkan CV bilingual, yakni berbahasa Inggris dan Jepang. Buat CV Inggris mengikuti format applicant tracking system (ATS) yang bisa Anda jumpai di platform CV maker, sedangkan CV Jepang dibuat mengikuti formal rirekisho plus aturan fotonya.

Jika memungkinkan, buat pula portofolio yang menunjukkan keterampilan berbahasa Anda. Misalnya, portofolio Anda berupa akun media sosial yang membahas tentang karya sastra dari Jepang.

6. Kanal rekrutmen

Selanjutnya, Anda perlu mencari kanal rekrutmen untuk mencari peluang baru. Misalnya, job portal, laman karier perusahaan, media sosial, job fair, job board di kampus, jaringan alumni, atau recruitment agency (membuka tab baru).

Di sana, Anda akan memperoleh beragam informasi lowongan kerja berdasarkan peran, keterampilan, serta perusahaan. Bila Anda ingin berkarier menjadi Japanese speaker, cek laman KyariGo (membuka tab baru) untuk memperoleh lowongan kerja hingga wawasan rekrutmen di perusahaan Jepang.

5 Contoh Proyeksi Karier yang Tidak Hanya Itu-itu Saja

Mau kerja apa setelah lulus dari sastra Jepang? Penerjemah di tempat wisata?”

Saat ini, latar belakang pendidikan bisa bergerak nonlinier terhadap pilihan karier. Bahkan pilihan karier pun bisa berubah seiring perubahan minat maupun kondisi bisnis.

Jadi, lulusan sastra Jepang tak terjebak dalam profesi penerjemah tulisan (translator) atau penerjemah lisan (interpreter) saja. Contohnya, presenter berita Rosiana Silalahi, ia adalah alumni sastra Jepang di Universitas Indonesia yang berkarier di dunia jurnalistik. Kini, ia menjabat sebagai direktur utama Kompas TV dan memiliki acara Rosi.

Jika Anda ingin memanfaatkan keterampilan bahasa untuk bekerja di perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia pun tak masalah. Berikut panduan karier lulusan sastra Jepang yang bisa menambah pemahaman Anda:

1. HR

Anda dapat menjadi HR generalist atau perekrut di perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia. Tugas Anda selain menjalankan fungsi HR, juga menjadi jembatan komunikasi kebijakan manajemen pusat yang di Jepang dengan regulasi tenaga kerja lokal, seperti UU Ketenagakerjaan dan UU PPh. Tim HR yang menguasai bahasa Indonesia, Inggris, dan Jepang sangat dihargai di pasar kerja, karena menguasai pemahaman berbagai pihak.

2. Production control atau purchasing staff

Di perusahaan manufaktur, otomotif, dan trading akan membutuhkan production control atau purchasing staff. Tak sedikit perusahaan yang membutuhkan kandidat Japanese speaker untuk pekerjaan level junior. Tugasnya adalah mengelola rantai pasok, menegosiasi harga material dengan pemasok langsung dari Jepang, serta mengontrol lini produksi sesuai standar mutu Kaizen.

3. Market research analyst atau konsultan

Perusahaan konsultan bisnis dan pajak–terutama yang memiliki banyak klien dari perusahaan Jepang–memerlukan fresh graduate di posisi market research analyst atau konsultan tingkat awal. Mereka akan bertugas membantu klien yang ingin melakukan ekspansi pasar ke Indonesia melalui analisis regulasi dan hukum setempat.

4. Japan desk relationship officer

Dalam perusahaan perbankan dan keuangan, yang memiliki klien dari perusahaan Jepang, mereka membutuhkan seseorang untuk menjadi Japan desk relationship officer. Mereka akan mengelola portofolio korporasi milik investor Jepang di negara ini, memfasilitasi pendanaan proyek infrastruktur, dan memberikan asistensi kepatuhan perbankan. Karier di sini cukup menjanjikan, karena Anda berkesempatan menjadi Japan desk relationship manager.

5. BSE

Perusahaan IT pun membutuhkan lulusan sastra Jepang di posisi bridge system engineer (BSE). Ia bertindak sebagai komunikator teknis antara tim developer di Indonesia dan perancang sistem di Jepang. Salah satu posisi dengan kompensasi tertinggi.

Kesuksesan karier seorang lulusan sastra Jepang sangat ditentukan oleh fleksibilitas dan kesediaan untuk terus belajar. Ilmu bahasa dan kebudayaan yang Anda peroleh di bangku kuliah adalah fondasi berharga yang memberikan keterampilan teknis, keseimbangan antara kelenturan budaya, dan logika berpikir yang terstruktur.

Mulailah langkah kecil yang terencana, bangun jaringan profesional Anda dan raihlah kesuksesan karier Anda. Selamat berjuang!

Artikel Terkait