Skip to main content
Bahasa Jepang

3 Strategi Belajar Sambil Bekerja agar Lulus JLPT N2 & N1

Idealnya, seseorang harus meningkatkan keterampilan teknis untuk mendukung pertumbuhan karier dan kehidupan personalnya. Ini juga termasuk bagi Anda yang sudah menjadi Japanese speaker, di mana Anda…

K

KyariGo

Terbit 5 min baca
kyarigo strategi belajar sambil bekerja

Idealnya, seseorang harus meningkatkan keterampilan teknis untuk mendukung pertumbuhan karier dan kehidupan personalnya. Ini juga termasuk bagi Anda yang sudah menjadi Japanese speaker, di mana Anda perlu mengasah keterampilan berbahasa melalui program sertifikasi.

Sebut saja interpreter dengan JLPT N3 ingin meningkatkan kemahiran berbahasa Jepang di level N2. Mungkinkah ini terjadi? Tentu saja, sangat memungkinkan, karena yang Anda butuhkan adalah strategi belajar sambil bekerja agar lulus JLPT level berikutnya.

Mengenal tentang JLPT

Apa itu JLPT?

Japanese-Language Proficiency Test (JLPT) atau dalam bahasa Jepang disebut Nihongo Nouryoku Shiken merupakan ujian standardisasi resmi yang dirancang untuk mengevaluasi dan menyertifikasi kemahiran berbahasa Jepang bagi penutur asing.

Ujian ini diselenggarakan oleh The Japan Foundation bersama Japan Educational Exchanges and Services (JEES) secara serentak di seluruh dunia sebanyak dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juli dan Desember.

JLPT terbagi menjadi lima tingkatan, mulai dari N5 (paling dasar) hingga N1 (paling mahir). Bagi seorang profesional yang sudah terjun di dunia kerja, memiliki sertifikasi JLPT level atas (N2 atau N1) memberikan pertumbuhan karir secara signifikan:

  1. Kenaikan tunjangan keahlian: Beberapa perusahaan Jepang di sini memberikan tunjangan keahlian bahasa bulanan di luar gaji pokok, jumlahnya bervariasi karena tergantung pada level JLPT yang dimiliki oleh karyawan
  2. Promosi ke level manajerial: Karyawan dengan sertifikasi N2 atau N1 mendapatkan peluang pertumbuhan karier ke level manajerial, karena koordinasi mereka langsung dengan kantor pusat di Jepang
  3. Peluang penugasan ke Jepang: Anda yang memiliki sertifikasi N2 atau N1 juga berkesempatan lebih besar untuk ditugaskan ke Jepang dalam rangka pelatihan lanjutan atau mutasi kerja sebagai tenaga kerja Indonesia di Jepang

Karakteristik pembelajaran di JLPT N2 & N1

Mengingat tingkatan N2 dan N1 dikategorikan sebagai advanced level, maka karakteristik materi dan soal ujian tidak lagi sekadar menguji ingatan, melainkan menguji pemahaman konteks logis, abstrak, dan nuansa kultural dalam komunikasi bisnis maupun akademis Jepang. Sekadar gambaran pembelajaran dan ujian kedua adalah:

JLPT N2

JLPT N2 atau disebut juga level upper intermediate atau business level memiliki materi pembelajaran yang menuntut kemampuan untuk memahami bahasa Jepang yang digunakan dalam situasi sehari-hari dan skenario bisnis formal secara luas. Di dalam soal ujian, Anda wajib menguasai sekitar 1.000 huruf kanji dan 6.000 kosakata. Fokus ujian meliputi artikel opini surat kabar, pengumuman bisnis, laporan kerja, serta percakapan rapat dengan kecepatan normal.

JLPT N1

JLPT N1, advanced, atau fluent level ialah tingkat tertinggi dari penguasaan bahasa Jepang. Materi N1 berisi pemahaman bahasa Jepang dalam berbagai situasi. Dari hal itu, N1 menguji kemampuan bahasa Jepang peserta dalam pemahaman situasi abstrak tingkat tinggi, seperti jurnal ilmiah, teks hukum, editorial politik, serta diskusi panel yang kompleks. Anda wajib menguasai sekitar 2.000 huruf kanji dan lebih dari 10.000 kosakata, termasuk ungkapan sastra kuno (kotozawa) dan peribahasa empat karakter kanji (yojijukugo).

Realita Bekerja di Perusahaan Jepang

Bekerja di korporasi Jepang memberikan eksposur karier dan paket kompensasi kompetitif di Indonesia. Ini berlaku untuk posisi teknis-spesialis, Japanese speaker, maupun peran umum. Khusus bagi karyawan Japanese speaker, bekerja di perusahaan Jepang harus memahami budaya kerja guna menyelesaikan berbagai tugas dalam waktu sesuai tenggat.

Perusahaan Jepang terkenal dengan budaya kerja yang memiliki intensitas tinggi, yakni:

1. Prinsip ketelitian

Perusahaan akan mengutamakan ketelitian dan kepatuhan. Tak heran jika proses kerja diatur oleh standar operasional prosedur (SOP) yang sangat ketat dan menuntut fokus yang tinggi selama jam kerja.

2. Bekerja lembur

Di beberapa industri seperti manufaktur otomotif atau FMCG, pemenuhan target produksi harian atau tenggat waktu proyek sering kali memicu adanya jam lembur kerja yang tidak bisa dihindari. Namun, sebelum mendorong karyawannya untuk bekerja lembur, manajemen akan memberitahukannya terlebih dahulu.

3. Stamina prima

Bekerja di perusahaan Jepang seperti industri manufaktur atau FMCG membutuhkan stamina prima. Kondisi ini bisa dilihat dari kegiatan interpreter atau technical engineering yang mampu berbahasa Jepang.

Mereka akan berkomunikasi secara simultan menggunakan bahasa Jepang bisnis di kantor maupun pabrik. Proses ini akan menguras tenaga sehingga Anda perlu menjaga kesehatan agar memiliki tubuh dan pikiran prima setiap hari.

Mengingat kondisi lingkungan kerja yang menguras energi ini, bisakah Japanese speaker meningkatkan keterampilan berbahasa secara formal–dalam hal ini mengikuti program sertifikasi JLPT?

Anda bisa melakukannya, selama mempunyai strategi belajar sambil bekerja dan memberitahukan kepada atasan tentang hal ini guna mendapatkan dukungan selama proses belajar hingga ujian.

3 Strategi Belajar Sambil Bekerja agar Lulus JLPT N1 atau N2

Untuk menembus level manajerial atau posisi spesialis yang lebih tinggi, kemahiran bahasa Jepang harian saja tidak lagi memadai. Bagi Japanese speaker N3, peningkatan ke level lebih tinggi adalah cita-cita yang harus diwujudkan.

Namun, metode belajar seperti membaca buku teks selama tiga sampai empat jam setiap malam hampir mustahil diterapkan secara konsisten oleh karyawan. Anda harus beralih dari metode sustained learning (belajar durasi panjang) ke metode micro-learning (belajar berbasis pecahan waktu kecil) seperti time-chucking. Jadi, strategi belajar sambil bekerja adalah:

1. Belajar 15 menit

Jangan menunggu waktu luang berjam-jam untuk belajar. Manfaatkan waktu 15 menit saja di sela-sela rutinitas kerja Anda. Contohnya:

  • 15 menit sambil atau dalam perjalanan di dalam transportasi umum: Membaca lima hingga 10 kosakata baru atau pola tata bahasa N2 atau N1 di aplikasi flashcard digital
  • 15 menit saat istirahat makan siang: Membaca satu artikel pendek dari portal berita Jepang seperti NHK untuk N2 atau kolom editorial Asahi Shimbun untuk N1
  • 15 menit dalam perjalanan pulang: Memahami nuansa penggunaan partikel melalui buku Shin Kanzen Master
  • 15 atau 30 menit sebelum tidur: Melatih pendengaran (choukai) dengan mendengarkan audio latihan soal atau podcast bisnis Jepang tanpa membaca teks
2. Menerapkan output-oriented learning

Di tempat kerja, Anda dapat menerapkan output-oriented learning dengan mengintegrasikan materi ujian N2 atau N1. Misalnya:

  • Saat menerima email dari manajer Jepang, perhatikan pola tata bahasa formal (keigo) yang mereka gunakan, catat kosakata asing tersebut, dan hubungkan dengan materi tata bahasa yang sedang Anda pelajari
  • Praktikkan langsung kosakata bisnis (jitsumu) yang baru Anda hafal saat melakukan pelaporan kerja menggunakan metode horenso kepada atasan Jepang
3. Memetakan prioritas soal ujian

Skor kelulusan JLPT tidak hanya ditentukan oleh total nilai keseluruhan, melainkan juga nilai minimum di setiap bagian atau sectional pass mark. Jadi, Anda bisa memprioritaskan bagian ujian membaca (reading) pada level N2 atau N1 yang memiliki bobot poin yang sangat besar dan sering kali menjadi penyebab utama kegagalan karena kehabisan waktu. Latihlah teknik membaca cepat minimal dua kali seminggu menggunakan contoh soal ujian tahun lalu.

Strategi belajar sambil bekerja di tengah kesibukan dunia kerja bukanlah hal yang mustahil. Anda sedang menjalankan seni mengelola waktu dan fokus untuk lulus ujian JLPT N1 atau N2. Keberhasilan ini ditentukan dengan konsistensi memanfaatkan waktu 15 menit untuk belajar.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan wawasan tentang karier sebagai Japanese speaker, jelajahi laman ini (membuka tab baru). Semangat para pembelajar!

Artikel Terkait